
Tanpa terasa waktu terus berlalu, tiga tahun setelah memilih hidup sendiri dan membesarkan anaknya, yang bernama Devano. seorang anak laki-laki yang tampan dan aktif. wajah Devano kecil lebih dominan mirip dengan wajah tampan Zerzio, yang selama ini Zerzio tidak pernah berhenti mencari-cari keberadaan Bunga.
Siang ini, tanpa sengaja Zerzio melihat kembali wani yang dicari-cari nya selama ini. Bunga.senyum mengembang sempurna divibinya.
"Dialah wanita yang sudah hampir membuat ku setengah gila, dengan tetus mencari-cari keberadaan nya, padahal dia ternyata masih berada di kota yang sama dengan ku. aku harus bermain cantik dan tidak gegabah. agar dia tidak menghilang lagi. jika perlu aku akan mengikatnya agar tidak pergi lagi." senyum mengembang disudut bibir Zerzio dan segera menghubungi salah satu orang kepercayaan nya untuk menyelidiki tentang Bunga.
Bunga tidak menaruh kecurigaan sedikit pun, dia meneteng belanjaan yang berisi susu formula dan bahan makanan mereka untuk beberapa hari kedepannya.
" Bagaimana dengan hasil penyelidikan mu." ucap Zerzio.
"Ini silahkan tuan periksa sendiri." menyerahkan beberapa file megenai Bunga ketangan Zerzio.
"Jadi selama dia sudah diusir oleh orang tuanya karena hamil anakku, dan tinggal diapartemen bersama anakku dan seorang pengasuh." ucap Zerzio.
"Betul tuan, dan dia sepertinya sedang mencari pekerjaan."
"Pekerjaan, okey...buat dia bekerja di perusahan kita." ucap Zerzio.
"Tapi dia seorang dokter, tuan."
"Tidak masalah, di perusahan ada klinik juga. tapi jika dia diklinik kami akan sudah untuk bertemu. jangan-jangan buat dia menjadi sekretaris ku." ucap Zerzio terlihat bahagia.
Meskipun bingung dengan permintaan tuan besarnya, namun asisten pribadi Zerzio mau tidak mau harus mengikuti permintaan sang penguasa ini.
__ADS_1
"Kamu bisa menyuruh Sinta, salah seorang karyawan kira yang tinggal bersebelahan dengan apartemen Bunga, suruh Sinta mendekati Bunga dan membujuknya untuk bekerja di perusahan kita." ucap Zerzio.
"Ide yang bagus Tuan,"
Setelah membuat kesepakatan dengan Sinta, serta memberikan dengan sejumlah uang, dia pun bersedia mendekati Bunga yang sudah dekat dengan nya semenjak mereka bertetanggaan.
Minggu yang cerah ini, sinta sengaja berkunjung ke apartemen Bunga. sambil bermain dengan Devano kecil.
"Oya Bunga, apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan?" ucap Sinta mulai memancing obrolan dengan Bunga.
"Belum, mungkin Senin besok aku mulai mencari kerja. kare Devano sudah mau untuk ditinggal." balas Bunga.
"Diperusahaan tempat aku bekerja lagi butuh sekretaris, dan gajinya lumayan gede lho." bujuk Sinta.
"Apa mas sekretaris.?, Ha...Ha... profesi ku dokter Sinta" tertawa karena mersa lucu.
"Ya aku tahu, perusahaan yang sangat bagus dan terkenal. tapi apa mungkin aku jadi sekretaris." ucap Bunga, meskipun dia sangat ingin bekerja diperusahaan bonafit itu, dengan gaji besar.
"Masa Devano pasti cerah, jika aku bekerja disana, sambil mengumpulkan modal untuk buka tempat praktek untuk ku nantinya." Gumam Bunga.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku punya seseorang yang akan membantumu nanti." buku Sinta.
"Baiklah, aku akan mencoba nya, meskipun mustahil bagi ku." jawan Bunga.
__ADS_1
***
Senin pagi yang cerah, Bunga berangkat bareng Sinta menuju perusahaan Zerzio yang sudah menunggu kedatangan Bunga dengan bahagia.
"Sayang akirnya kamu datang dengan sendirinya." Gumam Zerzio tersenyum.
Asisten pribadi Zerzio masuk "Tuan, calon sekretaris yang Anda minta telah datang.!"
"Okey, bawa dia keruangan ini, aku akan mewawancarai dan memberi tahukan tugas baru yang akan dia jalani." balas Zerzio sok sibuk dengan tumpukan file ditangannya.
"Baiklah Tuan."
"Nona Bunga, Anda silakan masuk.!"
Dengan langkah anggun, gadis cantik yang memakai nama Bunga, yang secantik namanya itu memasuki ruangan CEO. gadis yang tidak lain adalah wanita masa lalunya. Bunga merubah sedikit penampilannya. dengan tatanan rambut yang baru serta penampilan yang jauh lebih terlihat muda. Bunga mulai berdoa dalam hati, semoga saja kali ini. dia bisa diterima bekerja di perusahaan, karena dia sudah mulai kesulitan dengan masalah ekonomi.
"Selamat siang pak.!" Bunga menunduk hormat.
Zerzio menggguk sambil tersenyum. karena dia merasa bahagia menatap kecantikan alami yang terpancar dari wajah Bunga.
"Silahkan duduk,!"
Ucap Zerzio, dia mulai sibuk membolak-balik berkas data Bunga. namun Zerzio tidak memperhatikan secara detail data tersebut. hanya sebagai formalitas saja.
__ADS_1
"Wajah laki-laki ini sangat mirip dengan Devano, apakah dia laki-laki malam itu? tapi sepertinya dia tidak mengenaliku sama sekali. berarti dia bukan laki-laki !alam itu." Gumam Bunga Bingung.
"Okey Bunga, melihat penampilan dan kecantikanmu. saya percaya kamu adalah sekretaris yang handal." ucap Zerzio bangga.