Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Malam yang romantis


__ADS_3

Jemari Devan mulai melakukan pijatan lembut. membuat Meisya memejamkan matanya. menikmati setiap sentuhan tangan yang membuatnya rileks. namun tidak dengan matanya yang kembali mengantuk akibat pijatan itu.


Devan tersenyum melihat tingkah Meisya yang menurut nya sangat menggemaskan, yang beberapa kali menguap, kemudian langsung tertidur. dengan dengkuran halusnya.


"Istri imutku, wajahmu lucu sekali." Devan memperhatikan lekat wajah Meisya, setelah itu dia menuju kamar mandi. untuk membersihkan tubuhnya yang tersa lengket hapis menempuh perjalanan panjang.


Setelah membersihkan tubuhnya, dengan hanya memakai pakaian santai. Devan berjalan keluar kamar. dia menengok ke lantai bawah. nampak madam Jane sibuk menyiapkan menu makan malam untuk mereka berdua.


Devan mengayunkan langkah pelan, madam Jane terperanjat kaget, tanpa sadar Devan sudah berdiri dibelakangnya.


"Tuan muda, ada yang bisa saya bantu.?" ucap madam Jane, tersenyum ramah.


"Saya cuma mau membuat kopi hitam." jawab Devan, sambil menatap wanita yang ternyata bisa mengucapkan bahasa Indonesia.


"Tuan muda, silahkan duduk saja. biar aku saja yang membuatnya."


"Terimakasih madam."


Devan duduk, sambil menyalakan televisi berukuran besar itu. dan memutar-mutar acar televisi yang satupun tidak menarik minatnya sama sekali.


"Aaa... sebaiknya aku kembali ke kamar." menyeruput kopi hitam buatan madam, yang tersa begitu nikmat dan sangat cocok dengan selera Devan.

__ADS_1


"Kak Devan." sapa Meisya yang sudah berdiri disampingnya.


"Kak, kak... kakak, bisa ngak sih ganti panggilan dengan yang lebih menarik." gerutu Devan menatap kesal Meisya yang malah nyengir kuda berjalan kearahnya.


"Suamiku sayang.?"


"Ya itu lebih bagus, dan mampu membangkitkan gairah dan semangat ku," Devan kembali tersenyum.


"Sayang mau kopi." tawar Devan.


"Ngak, Meisya manffi dulu ya kak." Meisya berjalan menuju kamar mandi, sambil mengunci dari dalam, fia tidak ingin Al masuk sehingga mandi nya bertambah lama nantinya, mengingat disini musim dingin. Meisya mandi dengan cepat, tidak begitu lama dia sudah keluar sambil mengunakan jubah mandi.


Belum sempat Meisya menjawab, pintu kamar mereka digedor dari luar. yang ternyata madam Jane.


"Nona Meisya, dan Tuan muda. makan malam Anda sudah siap, silahkan." ucap madam.


"Okey Thanks madam." ucap Devan, menarik tangan istrinya yang baru berpakaian tanpa polesan make up, namun justru membuat Meisya terlihat semakin cantik.


Mereka berdua berjalan menuju meja. mengingat kedua nya sudah merasa lapar. ditambah lagi melihat menu hidangan yang begitu menggugah selera makan.


"Meisya ini masakan khas negara ini, dan rasanya benar-benar enak dan buat ketagihan." Devan sudah mulai menyendok.

__ADS_1


Meisya mengikuti saja, meskipun terlihat ragu diwajahnya. namun akirnya senyum mengembang disudut bibirnya. ketika merasa makanan itu. enak dan nikmat.


Setelah makan malam, Devan mengajak istrinya menuju balkon Villa, mereka berdua bersantai. menikmati pemandangan kelap-kelip lampu yang cahaya bintang yang bertaburan. menambah keindahan dan suasana yang tersa begitu romantis.


Devan memeluk Meisya, saat hembusan udara malam langsung menembus kulit putih bersih nya itu. Devan menuntun Meisya meminta istri kecilnya untuk duduk dipangkuan nya. Meisya yang paham langsung pindah ke pangkuan hangat tubuh Devan.


Devan merapatkan pelukannya, seakan ingin memberikan seluruh Kehangatan tubuhnya pada Meisya, sang istri tercinta. hal itu membuat Meisya mengulum senyum penuh kebahagiaan yang tak terhingga, sesuatu yang tidak pernah dirasakannya bersama Aldo dulunya.


Meisya menatap Devan, pandangan mata mereka bertemu. seakan menyampaikan perasaan mereka masing-masing. Devan semakin mendekatkan wajahnya. ciuman hangat mendarat dibibir Meisya. yang langsung mendapatkan balasan, Meisya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi. dia merasa sekarang lah waktu dan momentum yang tepat untuk mereka mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang, dengan suasana yang terasa sangat romantis.


Suasana malam yang dingin, seakan berubah menjadi hangat. dan penuh gairah. kedua pasangan itu bermesraan dan melakukan nya disofa balkon. sensasi tersendiri dan tersa sangat romantis. yang mereka rasakan bercinta dan bercumbu ditempat terbuka. meskipun itu di balkon Villa.


Meisya akirnya terkulai lemas, tenaganya terasa sudah terkuras habis setelah melakukan percintaan panjang mereka berdua. Devan mengulum senyum Melihat tingkah istrinya yang seakan memancing kembali gairah nya.


Devan membawa Meisya kedalam pelukannya, dan mengangkat tubuh istri kecilnya menuju kamar mandi. dan mengisi bactub dengan air penuh, dia masuk kedalam bathub. dan mendudukkan Meisya kembali dipangkuannya. perasaan mereka tersa tenang dengan aroma terapi yang menyeruak di bactub itu.


Devan yang sudah bergarah kembali, langsung melakukan penyatuan lagi. tanpa penolakan dari Meisya. meskipun merasa sudah capek. namun Meisya tidak bisa memungkiri permainan Devan membuatnya kecanduan. rasanya Meisya tidak ingin momentum indah mereka ini berakhir begitu cepat.


Entah berapa lama mereka melakukan, Devan membersihkan tubuhnya dan Meisya. dan merebahkan kembali tubuh istri cantik nya itu, selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya. langsung membawa mereka berdua kedalam mimpi yang begitu indah.


Ditempat lain, Bunga membanting apapun. dia begitu kecewa dan marah. setelah mengetahui kepergian Devan dan Meisya untuk melakukan bulan madu mereka ke negara Perancis. tempat dia dan Devan dulu bertemu dan memulai hubungan atas dasar persahabatan yang berujung cinta yang sangat dalam dihati Bunga.

__ADS_1


__ADS_2