
Meisya melangkah anggun, semua mata tertuju pada pesona dan kecantikan wanita yang dulunya mereka pandang dengan sebelah mata. gadis itu melangkah masuk kedalam pabrik pengolahan minyak peninggalan papanya dulu.
"Selamat pagi Nona."
"Wah cantik nya, ngak nyangka ya Nona Meisya berubah seperti ini."
Meisya hanya tersenyum menanggapi ucapan para karyawan nya, sekarang ini dia merasa tidak butuh lagi yang namanya pujian. karena pelan namun pasti, semua keinginan dan harapan sudah hampir terwujud, hanya tinggal satu cinta Devan, yang membuat Meisya harus berjuang untuk mencari cara agar dia bisa mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya.
Meisya mengusap air mata, menatap foto kedua orang tuanya yang masih terpajang ditengah-tengah Ruangan utama, ruangan kerja papanya dulu.
"Mama...papa...semoga kalian berdua tenang di sana, sekarang Meisya sudah terlepas dari bang Aldo, semuanya juga sudah kita miliki kembali. maafkan Meisya yang dulu tidak pernah mendengarkan nasehat dan kata-kata papa dan Mama." Gumam Meisya sedih.
__ADS_1
Seiring berjalannya waktu, Aldo juga terlihat sudah banyak menunjukkan perubahan, Devan memberikan nya pekerjaan dan kehidupan yang layak untuk keluarga Aldo. itu juga atas persetujuan Meisya, yang melihat perubahan Gea dan Aldo.
"Meisya, Abang malu untuk bertemu kembali dengan mu. maafkan Abang Meisya." ucap Aldo saat menandatangani surat perceraian mereka yang sudah resmi di mata hukum.
" Iya bang, mungkin juga sudah jalan hidup kita yang seperti ini." ucap Meisya.
"Abang berharap, semoga kamu bisa menemukan jodoh yang terbaik. laki-laki yang benar-benar tulus mencintai mu Meisya. tidak seperti Abang yang hanya bisa menyakiti mu." ucap Aldo penuh penyesalan.
Aldo hanya bisa diam membisu, melihat langkah kaki Meisya yang pergi meninggalkan nya. dia sekarang sadar perasaan yang dulu dirasakan Meisya, yang begitu tergila-gila dan mencintai nya, sekarang sudah terbalik.
"Meisya, mungkin ini Hukuman untuk Abang, sekarang Abang begitu mencintai dan tergila-gila padamu. namun semua nya sudah terlambat, dimatamu sudah tidak ada cinta lagi yang tersisa untuk Abang." ucap Aldo sedih, dia masih menatap punggung Meisya yang sudah semakin menjauh sampai bayangan itu menghilang.
__ADS_1
"Aku sekarang sangat bahagia dan bebas, sekarang aku sudah resmi menjabat status janda muda. semoga masih ada laki-laki yang benar-benar mau menerima dan mencintai aku, janda perawan ini." Gumam Meisya senyum-senyum sendiri, sehingga menarik perhatian Devan yang diam-diam memperhatikan nya.
"Segitu senang nya jadi janda muda," goda Devan.
"Iyalah, paling tidak sekarang Meisya sudah terbebas dari Aldo." ucap nya tersenyum bahagia.
"Kalak ikut bahagia melihat mu seperti ini Meisya, kakak seperti kembali menemukan gadis kecil yang ceria dan sangat manja dulu." ucap Devan.
Melihat Meisya tersenyum dan tertawa lepas, ingin rasanya Devan mengungkapkan betapa dia ingin memiliki Meisya seutuhnya. namun dia masih mencari-cari waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya.
"Sabar Devan, kamu tidak boleh gegabah, biar waktu yang membantu mu untuk menjawab perasaan kalian masing-masing." Ucap Devan.
__ADS_1
(Teman-teman untuk part satu ini kita buat tamat dulu ya,....next part dua lanjut kisah Devan dan Meisya, untuk sementara author Hiatus dulu, sampai menemukan ide yang menarik untuk kisah cinta mereka berdua.)