Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Kegalauan Bunga


__ADS_3

"Kamu jahat....jahat Devan hu...hu..."


Bunga melempar apapun dikamar nya, perasaan gelisah dan tidak tenang membuat nya tersiksa, wajah Devan dan istri nya Meisya seakan-akan mengejek mentertawakan kebodohannya. serta ambisi Meisya yang begitu besar mencintai laki-laki tampan tersebut.


"Aku tidak boleh seperti ini, lama-lama aku bisa gila dengan perasaan ku sendiri." teriak Meisya kesal. dia kembali mencoba menghubungi Devan, berharap Devan masih membuka hati untuk nya, dengan mendengarkan suara Devan cukup bagi Bunga mersa sedikit tenang, namun masih sama ponsel pria itu kembali mati dan hanya Jawaban suara operator yang membuat kekesalannya menjadi. sehingga ponsel itu lah benda terakhir yang akan menjadi sasaran berikutnya kemarahan nya.


"Praaarrkkggg...,, ponsel itu langsung retak setelah terhempas ke dinding kamar.


"Devan..." Bunga memegangi kepalanya frustasi.


Bayangan pertemuan pertama mereka teringat kembali oleh Bunga, negara Perancis, bagaimana persahabatan mereka terdapat begitu indah, tanpa adanya Meisya saat itu yang masih menjadi istri Aldo. dia mulai jatuh cinta pada Devan dan berfikir jika Devan memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.

__ADS_1


Tanpa sadar, Bunga ketiduran dengan tubuh nya yang lelah. meringkuk dilantai kamarnya dambil memeluk foto Devan. alam bawah sadar nya membawa Bunga menuju mimpi.


Bunga sedang berjalan bergandengan dengan Devan, namun seseorang seperti menarik tangan Devan dari genggaman nya. Bunga berusaha untuk mempertahankan tubuh Devan dari wanita asing yang dia tidak kenal sama sekali, saat dia mempertajam penglihatan nya ternyata gadis itu adalah Meisya. Bunga kalah karena Devan lebih memilih wanita itu dibanding dirinya. dan melepaskan pegangan tangan bunga yang masih berusaha mempertahankan Devan.


"Devan jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu Dev." teriak Bunga yang menangis dalam mimpi melihat Devan telah pergi meninggalkan dirinya. tanpa perduli dengan teriakan Bunga yang terus memangil namanya disela-sela tangisan.


Bunga tiba-tiba kembali terbangun, dengan nafas ngos-ngosan. keringat dingin membasahi wajah cantik nya.


Bunga menyeret langkah masuk kedalam kamar mandi, berendam dalam bactub merupakan pilihan terbaik saat ini untuk menenangkan pikiran nya. cukup lama Bunga berendam namun kegundahannya belum juga berkurang. dia kembali menenggelamkan seluruh tubuhnya berharap panas di kepala fan dadanya bisa berkurang.


"Devan, hu....hu....aku tidak mampu menyingkirkan wajah mu di ingatan ku." teriak Bunga.

__ADS_1


"Aku harus pergi ke Club malam, mengajak teman-temanku mungkin dengan minuman dan bertemu mereka pikiranku bisa menjadi tenang dan sedikit bisa melupakan Devan brengsek itu." turun dari bactub dan membersihkan tubuhnya dan segera berpakaian.


"Semoga aku tidak bertemu laki-laki pemerkosa itu lagi." Gumam Bunga.


Dengan pakaian minim dan lipstik menyala, Bunga seakan-akan bukan menjadi dirinya sendiri, melainkan orang lain. dia melangkah turun kebawah.


Bunga bukanlah gadis lemah lembut lagi, sekarang gadis itu berubah drastis, hanya karena patah hati oleh cinta pertama nya. membuat Bunga terlihat galau dan hancur seperti ini dan lebih parah lagi.


Sementara di Perancis, Meisya tengah tersenyum senang sambil menatap hamparan pemandangan disekitar Villa, dengan udara yang sejuk dan bersih. Devan juga tersenyum menatap ke arah Meisya. mereka duduk dikursi yang terbuat dari kayu jati sambil menikmati minuman hangat yang dibuat madam.


Lama mereka berdua ngobrol, Devan sengaja fuduk dengan jarak yang begitu dekat. aroma wangi farfum dari tubuh Devan mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi Meisya yang sudah dimabuk cinta.

__ADS_1


__ADS_2