Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Kembali pulang


__ADS_3

Zerzio mengikuti Bunga dari jarak jauh, saat gadis itu sudah keluar dari bandara, dia pun memerintahkan orang-orangnya untuk melacak keberadaan Bunga, termasuk alamat tepat Rumah gadis itu.


"Aku harus ke salah satu apartemen ku yang berada di kota ini, jika perlu aku akan memindahkan kantor pusat perusahaan ku disini, agar aku bisa terus memantau dan bersama gadis ini tetus." Gumam Zerzio.


Senyum mengembang disudut bibir Bunga, ketika mobil yang mengantarkan nya sudah memasuki gerbang utama Rumah besar yang sudah lama dia tinggal kan.


"Mama, papa." teriak Bunga ketika masuk kedalam Rumah yang sangat dirindukan nya itu.


"Non Bunga." ucap bi Darti pengasuh Bunga yang kaget melihat kepulangannya yang tiba-tiba.


"Bibi." ucap Bunga mereka saling berpelukan melepaskan kangen.


"Mama dan papa mana bi?" tanya Bunga sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling Rumah yang terlihat gesarvdan mewah.


"Mereka lagi diretas belakang Non, sekarang Nyonya dan tuan sedang menikmati tanaman hias mereka." terang bi Darti.

__ADS_1


"Ternyata hobi Mama dan papa tidak pernah berubah." Gumam Bunga. langsung berjalan cepat menuju teras belakang, dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu kedua orang tua nya.


"Mama....papa...." menghambur memeluk kedua nya.


"Anakku sayang." ucap mereka saling berpelukan penuh haru.


"Bunga, kenapa tidak kabari kami dulu nak," Mama kembali memeluk Bunga.


"Kejutan ma." balas Bunga, sambil berusaha menahan isakan tangis dan air mata yang tidak bisa dia bendung lagi.


"Bunga ngak papa kok ma, ini cuma karena kangen sama Mama dan papa." elak Bunga berusaha tersenyum dan tegar.


Mama memilih diam, meskipun sesungguhnya dia sangat paham sifat dan bagaimana Bunga yang sesungguhnya.


"Ya udah, sekarang kita masuk dulu. Mama akan siapkah makanan kesukaan mu nak." bujuk !Ama yang membuat senyum mengembang indah disudut bibir Bunga.

__ADS_1


Bung mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kamarnya, sambil merebahkan tubuhnya yang lelah.


"Tidak ada yang berubah dari kamar ini, masih bersih, rapi dan wangi. Mama benar dia tidak pernah membiarkan kamar ini berdebu, dan selalu merawatnya dan menganggap ku masih berada dirumah ini dan masih mengunakan kamar ini." Gumam Bunga bahagia.


Namun tiba-tiba senyuman nya kembali memudar, Bunga kembali sedih teringat kejadian buruk yang telah menimpanya. termasuk kepergian Devan yang lebih memilih menikahi Meisya dan hidup bahagia di atas luka yang dirasakannya.


"Aku akan mengubur dalam-dalam kepahitan hidup ku, dan memulai kembali dari awal diota kecil ini." ucap Bunga.


***


Zerzio membersihkan tubuhnya, dia berendam dalam bactub yang sudah terisi penuh air. beberapa kali Zerzio menenggelamkan seluruh tubuhnya, untuk meredakan gairah setiap kali dia teringat percintaan mereka yang panas pada malam itu.


"Aaaahhsss, aku aku benar-benar tidak mampu menghapus bayangan gadis itu. aku bisa gila jika terus-terusan seperti ini." Gumam Zerzio samvil mengusap rambutnya yang basah.


Cukup lama pria tampan itu berendam, setelah mersa sedikit tenang dia menyudahi mandi nya. Dengan hanya mengunakan jubah mandi. Zerzio berjalan menuju balkon apartemen sambil mengusap layar ponsel menghubungi seseorang yang merupakan kepercayaan nya selama di negara ini.

__ADS_1


__ADS_2