Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Kembali pulang


__ADS_3

Ceklek.... pintu ruangan tempat Sally dirawat terbuka, seorang gadis cantik melangkah masuk.


"Kamu?" ucap Sally menatap tajam kearah Giselle.


"Ya aku Sally, Meisya Slavina gadis jelek yang sudah berusaha kamu lenyap kan. namun nasib berkata lain, aku diberikan kesempatan kedua untuk hidup." terang Meisya yang masuk keruangan Sally.


"Apa? Tidak mungkin.... ini pasti halusinasi ku saja." Sally menggeleng kan kepala nya seolah-olah tidak percaya dengan penglihatannya.


"Buka matamu Sally dan tatap aku, Meisya wanita polos yang sudah kalian zalimi." terang Meisya meninggikan nada suara nya.


"Kamu bukan Meisya, tapi Gisella wanita penggoda yang ingin merebut Aldo dari ku." teriak Sally.


"Tidak Sally, tetaplah aku dan perhatikan baik-baik. aku kembali bukan untuk merebut Aldo, tapi membalas perbuatan kalian semuanya." bentak Meisya semakin mendekati Sally.


Perlahan Sally mengangkat wajahnya, dia menatap intens wajah Gisella pancaran mata dan taut wajah mereka masih terlihat seperti Meisya yang dulu, cuma sekarang terlihat jauh lebih cantik dengan bentuk tubuh yang indah.


"Jadi kamu benar-benar Meisya?"

__ADS_1


"Ya, dia adalah adikku yang kalian sakiti." ucap Devan.


Sally menundukkan kepalanya, dia terlihat masih berusaha mencerna kata-kata Giselle dan Devan, dia benar-benar malu dengan perbuatan nya sendiri.


"Apa kalian berdua datang untuk membalas ku?"


"Tentu, tapi kami harap kamu bisa berubah dan menyadari perbuatan mu Sally." ucap Giselle.


"Meisya.... maafkan aku, aku malu pada diriku sendiri. bahkan aku menyesal telah merebut Aldo dan mencelakai mu, aku sadar cinta Aldo tidak pernah tulus padaku, bahkan dia berniat meninggalkan aku setelah bertemu dengan mu yang dianggap nya bisa memanfaatkan harta dan kecantikan mu untuk menjadi istrinya. aku sadar kesalahan ku terlalu besar Meisya, aku siap dan bersedia mempertanggungjawabkan segala perbuatan ku itu." ucap Sally sambil menangis.


"Baiklah aku akan mencoba memaafkan kesalahanmu Sally, tapi dengan syarat kamu benar-benar berubah dan bertaubat." ucap Meisya.


Dua Minggu setelah dinyatakan sembuh, Sally menyerahkan dirinya ke pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


****


"Aldo kita harus kemana nak?" ucap Gea bingung.

__ADS_1


"Sebaiknya kita kembali kerumah kita yang dulu ma." ucap Aldo.


"Jangan nak, Mama malu untuk bertemu papa dan Bella." ucap Gea menundukkan kepalanya sedih.


"Kita tidak punya pilihan lain ma, apa Mama mau jadi gelandangan?" ucap Aldo.


"Tapi apa papa dan Bella masih mau menerima kita nak?"


"Entahlah ma, sebaiknya kita coba dulu. karena mereka lah harapan kita." ucap Aldo.


Perlahan Aldo mengetuk pintu Rumah yang terlihat sederhana, tidak ada yang berubah dari Rumah itu. tanpa sadar air mata Gea membanjiri wajahnya. bayangan kebahagiaan keluarga kecilnya dulu kembali berputar-putar indah. melihat sekeliling Rumah kecil itu.


Ceklek perlahan pintu terbuka, nampak gadis remaja yang terkejut melihat kedatangan Gea dan Aldo yang sama-sama menundukkan kepalanya malu.


"Mama, kak Aldo?" ucap Bella kaget, dia tidak menyangka akan kedatangan Aldo dan mamanya. yang kembali pulang secara tiba-tiba dengan penampilan kusut dan terlihat sangat frustasi.


"Untuk apa kalian datang ke sini, apa Rumah besar dan mewah kalian itu sudah tidak mampu menampung orang serakah seperti kalian berdua lagi." ucap papa tiba muncul.

__ADS_1


"Papa.... Bella, maafkan Mama nak." ucap Gea disela-sela tangisan nya, tubuhnya melorot kelantai bersimpuh menangis dan meminta maaf pada suami dan anaknya Bella, begitu juga Aldo dia merasa malu pada ayah dan adiknya.


__ADS_2