Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Mulai bekerja


__ADS_3

Bunga menatap takjub gedung yang menjulang tinggi tersebut, terbersit keraguan akan kemampuannya untuk bekerja diperusahaan besar ini. karena jurusan dan keahlian nya sama sekali tidak ada di bidang ini.


Bunga mengayunkan langkah dan terlihat gugup, saat menginjak kan kakinya. memasuki lobby yang luas dan terkesan sangat modern dan mewah.


"Tempat ini terasa sangat nyaman, semoga saja aku betah untuk bekerja diperusahaan ini. semua demi kamu nak." Bunga teringat Devano yang masih tertidur pulas, saat dia berangkat bekerja. meninggalkan putra kecil dengan Ratna yang begitu baik dan juga tulus menyayangi Devano.


"Kamu pasti Nona Bunga kan.?"


Seorang laki-laki mendekatinya, sambil tersenyum ramah. mengulurkan tangannya.


"Perkenalkan aku Frans, asisten Tuan Zerzio.


"Bunga." ucap nya yang terlihat begitu gugup.


Frans tersenyum, mengagumi kecantikan Bunga. tanpa terlihat dibuat-buat.


"Gadis ini memang pantas mendampingi tuan muda Zerzio, dia begitu cantik dan lembut." Gumam Frans.


"Terimakasih Tuan." terdengar suara lembutnya


"Ah, jangan panggil aku dengan sebutan Tuan. gimana jika Frans saja. biar terdengar lebih keren." Frans sengaja mengajak Bunga bercanda agar suasana diantara mereka tidak terlihat kaku.


"Baiklah, Frans." tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipi Bunga.


"Okey Bunga, sekarang ikuti aku menuju ruangan kerjamu, yang berada dilantai 21 gedung ini, tepatnya di depan ruangan kerja Presdir kita."


Mereka memasuki lift khusus karyawan perusahaan, suasana kantor masih terlihat sepi. karena Bunga datang kepagian sekali. mengingat ini hari pertama nya bekerja. Bunga tidak ingin ada kesalahan sedikit pun.

__ADS_1


"Bunga inilah ruangan sekretaris tempat mu bekerja nanti." ucap trans.


Bunga mengedarkan pandangannya, spontan dia berkata.


"Bagus dan terlihat begitu nyaman." ucap Bunga karena semua warna dinding, sofa dan peralatan kantor lainya. merupakan warna kesukaan nya semua.


"Tentu Bunga, semenjak Tuan Zerzio memimpin perusahaan ini, dia merobah bentuk tata ruangan ini, termasuk cat dinding. yang sesuai warna kesukaan nya."


"Ooo begitu, sangat menarik." balas Bunga.


Frans dengan sabar membantu dan mengarahkan Bunga, sehingga dengan cepat gadis itu sudah mengerti sedikit banyak tentang pekerjaan barunya itu.


Seorang karyawan wanita, Giska menatap tidak suka terhadap Bunga. karena masih terhitung jam, namun Bunga sudah terlihat begitu dekat dengan asisten pribadi presdir mereka.


"Dasar wanita ganjen dan sok cantik, baru masuk sudah tebar pesona. awas saja nanti. jika kamu menggaet pria idamanku Bos Zerzio. maka aku akan memberi perhitungan dengan mu langsung." menatap Bunga yang tengah sibuk penuh kebencian.


"Giska aku peringatkan, jangan pernah macam-macam dengan Bunga, jika tidak kamu akan berhadapan langsung denganku atau Tuan Zerzio." bentak Frans.


"Aku tidak punya masalah dengan mu, dan apa pedulimu dengan anak baru itu." Giska tidak mau kalah. dia berani pada Frans mengingat dia juga mempunyai pengaruh penting diperusahaan besar ini.


"Itu bukan urusanmu." Frans pergi begitu saja.


Giska berjalan mendekati Bunga, yang mulai sibuk dengan pekerjaan barunya.


"Hey anak baru, mulai sekarang aku senior mu diperusahaan ini. aku minta kamu menuruti perintah serta tugas yang akan aku berikan padamu." sedikit meninggikan suara nya.


"Iya mbak." jawab Bunga menunduk hormat.

__ADS_1


"Mmmhhh, dasar ganjen." celetuk Giska dan berlalu menuju ruangan kerjanya.


Giska merupakan anak sahabat dari ayahnya Zerzio, tapi karena dia sudah lama sangat menyukai Zerzio, sehingga dia memilih untuk bekerja diperusahaan ini. dari pada meneruskan bisnis keluarga mereka. namun usaha Giska untuk mendapatkan cinta Zerzio. tidak pernah berhasil. bahkan pria tampan itu beberapa kali pernah menolak nya. bukan nya kapok. namun Giska makin tertantang untuk menaklukkan seorang Zerzio.


Dihari pertama,bekerja tidak ada permasalahan yang dihadapi Bunga, semua masih terlihat normal. bahkan Bunga mulai tertarik dan betah. dengan pekerjaan barunya itu.


Hari kedua bekerja, Bunga masih penasaran dengan tujuan utama Zerzio yang begitu disegani oleh para karyawan nya. dan mau menerima dirinya bekerja.


Di hari ketiga,


Bunga bekerja mulai fokus terhadap pekerjaannya saja. karena perusahaan yang baru ditempatinya itu sedang terjadi masalah. kekeliruan tentang biaya pengeluaran keuangan kantor.


"Okey, semua malam ini kita lembur semua nya, karena besok akan diadakan rapat besar. Presdir akan memeriksa setiap laporan pekerjaan kalian." teriak Giska.


"Apa besok Bos yang bernama Zerzio itu tidak datang hari ini?" semoga saja aku tidak mendapatkan masalah dengan nya nanti." Bunga mulai cemas.


Malam itu semua sibuk, tidak ada lagi canda tawa yang terdengar. wajah mereka terlihat tegang. karena nasib karier mereka sedang dipertaruhkan.berdasar laporan pekerjaan mereka nantinya.


Bunga sedikit bernafas lega, karena divisi bagian nya tidak bermasalah. hanya bagian keuangan lah yang terlihat pucat dan panik. atas kekeliruan pencatatan mereka yang tidak sesuai.


Hari keempat, Bunga sedang sibuk dengan pekerjaan, tiba-tiba terdengar kembali suara lantang Giska yang meminta semua berdiri untuk menyambut kedatangan Zerzio dan dua orang asisten pribadi nya. Frans dan asisten pribadi nya di Singapura. dia merupakan cewek tomboi berpenampilan bak laki-laki. yang juga ahli beladiri. begitu juga dengan fans. mereka bertiga selalu bersama.dan tinggal di apartemen yang bersebelahan.


"Selamat datang Presdir." ucap mereka saat Zerzio berjalan masuk dengan langkah gagah berani.


"Ya Tuhan, ternyata dia benar-benar sana persis dengan laki-laki brengsek itu. semoga saja dia tidak mengenaliku lagi. dengan perubahan sedikit wajah ku dan tidak mengetahui data-data yang ku miliki." gumam Bunga dengan tubuh bergetar.


Bunga hampir saja ambruk saat Zerzio melintas dihadapannya, tenggorokan Bunga tiba-tiba tersa kering, sehingga dia tidak mampu mengeluarkan kata-kata nya.

__ADS_1


__ADS_2