
Sore ini, kedua pasangan suami-istri mulai sibuk menentukan tempat bulan madu terindah dan romantis mereka, sambil berharap kali ini mereka berhasil menghadirkan seorang bayi cantik dan tampan untuk menjadi penerus keluarga mereka nantinya.
"Kak Devan sayangku, sebaiknya kita pergi kenegara Paris saja, aku ingin mengukir sejarah cinta kita disana. dan mengunjungi sebuah bukit cinta. dimana setiap pasangan akan menuliskan harapan dan keinginan mereka. dan menempelkan pada salah satu didinding menara disana. setelah pulang dari sana, biasanya keinginan setiap pasangan akan terkabul. meskipun itu hanya menurut mitos yang beredar disana." ucap Meisya antusias.
"Meisya istri kuu....kamu percaya mitos itu.?" tanya Devan sambil mengulum senyum, Sementara Meisya menggelengkan kepalanya ragu-ragu.
"Kebanyakan orang yang berkunjung kesana, mengatakan keinginan mereka terkabul." jawab Meisya.
"Semua sudah diatur oleh yang diatas, tapi tidak ada salahnya jika kamu ingin berusaha untuk mencoba." ucap Devan yang membuat Meisya kembali tersenyum bersemangat.
__ADS_1
"Nah gitu dong sayang." balas Meisya.
"Baiklah, kita putuskan ke negara Perancis saja untuk bulan madunya." terang Devan, yang membuat sang istri bergelayut manja di lengan nya, seperti adik perempuan yang ingin bermanja-manja dengan sang kakak.
Paginya, Devan menyuruh asisten kepercayaan nya Rey. untuk mengurus semua tentang liburannya bersama Meisya. termasuk hotel berbintang tempat penginapan mereka selama Perancis.
Rey tidak tanggung-tanggung, dia berusaha untuk mencari tempat-tempat Romantis yang akan dikunjungi Devan dan Meisya. karena Rey juga sangat berharap sekali liburan mereka kali ini akan berhasil mewujudkan keinginan mereka berdua. seorang penerus kekayaan mereka yang lumayan banyak.
Devan terlihat bahagia, mengingat ini liburan untuk bulan madu mereka, dengan harapan yang besar.
__ADS_1
"Sayang , kamu kok terlihat kedinginan.?" Devan menggenggam tangan Meisya yang terasa dingin.
"Ya kak, bahkan mataku terasa berat dan sangat ngantuk." Meisya bergelayut kembali di lengan Devan.
Devan tersenyum mendengar penuturan istrinya, karena semalaman mereka tidur hanya sebentar saja. Meisya menyandarkan kepalanya di bahu Devan yang telah membantu nya move on dari Aldo. bahkan sekarang Meisya lebih merasa kebahagiaan yang utuh dan bisa menjadi dirinya sendiri. karena Devan tidak pernah menuntut nya, bahkan Devan terlihat lebih memanjakan dirinya.
Devan, juga sangat pengertian. sehingga Meisya juga melakukan hal yang sama pada suaminya, Meisya juga tidak pernah menuntut macam-macam pada Devan.
Perjalanan panjang, membuat Meisya tertidur. karena dia merasa kedinginan saat pesawat terbang yang membawa mereka mencapai titik tertinggi. sehingga Meisya merasa kedinginan. dengan memejamkan mata dan tidur membuat nya bisa menghilangkan rasa itu.
__ADS_1
Melihat tingkah istri tercintanya, Devan mengulum senyum. sambil mengelus-elus pelan rambut panjang Meisya. lalu mencium sekilas kening gadis itu.
"Meisya sayang, tingkah polos dan lucumu itu, membuatku selalu ingin tertawa dan tersenyum senang. aku berharap kita akan selalu bisa bersama selamanya. tanpa ada yang menghalangi cinta kita ini, semoga kejadian-kejadian buruk kemaren merupakan pembelajaran buat kita, supaya menjadi lebih kuat dan berani dalam menghadapi kerasnya kehidupan, meskipun ada hati dan perasaan yang terluka karena hal itu." Gumam Devan.