
"Wah senang nya, sekarang aku bisa membeli apapun yang aku inginkan. tidak seperti dulu. untuk membeli satu barang saja harus ngumpulin duit berbulan-bulan" gumam Gea mamanya Aldo.
Dengan kartu kredit serta ATM pemberian Aldo, mamanya bisa keluar masuk toko perhiasan, barang-barang baru serta penampilan nya nya yang sangat jauh berubah.
Gea tidak ubahnya seperti seorang Abg tua, yang lupa diri akan umur dan status nya. dia berfoya-foya dengan uang yang bukan haknya. kepergiannya suaminya dan anak perempuan nya dari rumah tidak membuat Gea sadar.
"Aku yakin suamiku dan Bella, cepat atau lambat pasti akan kembali kepelukan ku. mereka tidak akan sanggup hidup tanpa aku dan kemewahan yang aku dapatkan sekarang, kalian berdua pasti akan menyesal suatu saat." gumam Gea teringat anak dan suaminya yang lebih memilih hidup sederhana.
"Papa dan Bella itu sok suci, tidak seperti Aldo yang selalu mengabulkan permintaan dan keinginan ku."
Sally melangkah anggun, dia tidak menghiraukan tatapan dan cemoohan orang-orang kantor perusahaan Meisya. yang mengganggap nya tidak lebih dari seorang wanita pelakor ditengah-tengah rumah tangga Meisya dan Aldo.
"Sekarang kalian boleh menganggap aku wanita rendah, tapi lihat setelah Aldo menikahiku. kalian semua akan menyesal dengan perkataan yang keluar dari mulut busuk kalian itu." umpat Sally kesal.
Dia kembali memperbaiki penampilan nya, saat kakinya sudah sampai didepan pintu ruangan kerja Aldo yang mewah.
"Sayang sibuk Ngak?" sapa Sally masuk dan langsung duduk dipangku Aldo.
"Lumayan, karena semua pekerjaan ini. harus aku urus sendiri terutama perkebunan dan pabrik besar ini agar bisa berjalan sebaik mungkin, sayang kamu tahu sendiri amanah yang ditinggalkan mertuaku sangt berat." jawab Aldo seakan lupa jika dia mengambil keuntungan dari semua itu.
"Ya sayang aku ngerti, tapi yang. malam ini kita ke Club malam ya tempat biasa karena aku kangen bersenang-senang lagi dengan mu." Ajak Sally bergelayut manja di pangkuan Aldo.
"Tapi sayang, pekerjaan ku benar-benar menumpuk, sehingga malam ini semua karyawan termasuk aku harus lembur. Lain kali saya." Aldo mencoba membujuk Sally.
"Baiklah" Sally memasang wajah imutnya. Yang selalu berhasil membuat Aldo gemas dan menghujani dengan ciuman hangat.
Sedang asyik-asyiknya bermesraan, pintu ruangan kerja Aldo terbuka, nampak mamanya Gea melangkah masuk, tujuan utamanya adalah minta uang lagi pada Aldo.
__ADS_1
"Eh, ternyata calon menantu kesayangan ku disini juga." Melirik Sally yang berdiri dari pangkuan Aldo memperbaiki pakaian nya.
"Iya ma, Sally pengen ngajak bang Al ke Club malam nantinya, tapi dia terlihat sangat sibuk" ucap Sally memaksa senyum ramahnya.
"Ooo ya udah, jika Aldo sibuk, mending kamu ikut Mama saja, bagaimana jika nanti kita shoping lagi.?"
"Boleh.... boleh juga ma," Sally kembali bersemangat. Mereka seakan-akan lupa, jika uang yang mereka hambur- hancurkan itu, bukanlah hak mereka.
Aldo tersenyum senang, melihat kekasih dan mamanya yang sangat akur. mereka juga sangat mendukung pekerjaan dan kesibukan Aldo akhir-akhir ini.
"Ayo ma, kita berangkat sekarang." ajak Sally Ngak sabaran membeli barang-barang mahal.
"Kemana?" Ucap Gea.
"Mama kok mendadak lupa sih, katanya mau ajak Sally shoping." berdiri dihadapan Gea.
"Ooiya mama lupa, Al nanti kamu transfer uang lagi ya kerekening Mama." Ucap Gea.
"Kalau begitu Mama dan Sally pergi dulu. daaaa sayang."
Mereka berdua meninggalkan ruang kerja Aldo, Gea dan Sally kembali membeli barang-barang mahal untuk kebutuhan mereka, menikmati makan dan minuman berkelas, sambil tertawa lepas seakan-akan tanpa dosa dan kesalahan. yang telah mereka perbuat pada Meisya gadis malang yang mereka tabrak.
Meisya yang mereka pikir telah meninggal Dunia, sekarang sudah terlihat jauh lebih tegar dan kuat. Perlahan namun pasti, perubahan Meisya semakin nampak jelas. Kaca mata tebalnya sudah bisa dilepas karena berkat kerajinan nya mengikuti berbagai pengobatan mata terbaik. Meisya tidak mengalami masalah lagi dengan penglihatannya. bahkan matanya jauh lebih terang dibandingkan sebelumnya.
Begitu juga dengan behel Gigi yang selama ini melekat, sudah dilepas dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan bersih, semua tidak terlepas dari bimbingan dan kasih sayang yang tulus dari Devan dan sahabatnya dokter kecantikan Bunga.
Meisya juga sudah sering keluar rumah, dia mulai menghabiskan waktu di salon kecantikan, memperhalus pori-pori kulit wajah nya, sehingga dengan waktu beberapa bulan saja wajah Meisya berubah menjadi Putri yang sangat cantik.
__ADS_1
Berat badan Meisya juga sudah berbentuk, Meisya sendiri seakan tidak percaya melihat pantulan wajahnya di cermin, sekarang bdia juga sudah mahir mendadani wajah nya sendiri. Gaya berpakaian nya juga sudah sangat modern. Meskipun bentuk tubuhnya masih terlihat berisi namun cukup jauh berubah dibandingkan yang dulu.
"Meisya, kamu sudah mendekati sempurna, tinggal beberapa langkah lagi kamu akan mencapai keinginan mu itu." Ucap dokter Bunga setelah melakukan olahraga.
"Terimakasih kak Bunga atas kebaikan mu." Ucap Meisya tersenyum tulus, dan mersa begitu beruntung bertemu dengan orang-orang yang masih peduli terhadapnya.
Seiring berjalannya waktu, Meisya terus rutin berolahraga raga dan menjaga ketat pola makannya yang dulu berlebihan. Sekarang Meisya benar-benar sudah berubah, bentuk tubuhnya kembali indah. Dengan wajah tirus sehingga hidung mancungnya menambah kecantikan nya. penampilan nya cukup modern dan elegan.
Devan sendiri seakan tidak percaya, setiap melihat wajah cantik Meisya yang membuat orang-orang betah menatap nya berlama-lama.
"Kamu benar-benar can dek, tidak sia-sia usaha yang kamu lakukan selama ini." Ucap Devan.
"Tidak kak, ini bukan usaha aku sendiri. melainkan kak Devan dan kak Bunga yang begitu baik dan peduli pada diriku." balas Bunga.
"Tentu Meisya, karena kakak sangat menyayangi mu." Ucap Devan.
"Kak, aku seringkali mersa bosan dirumah terus, apa Meisya boleh mempunyai kesibukan sekarang." Ucap Meisya ragu-ragu.
"Boleh banget, memangnya kamu mau apa?. ikut kakak keperusahaan atau membuka bisnis sendiri.?" Tanya Devan.
"Aku ingin belajar cara mengurus Perusahaan bareng kak Devan, biar nanti aku setelah perusahaan papa kita rebut kembali. aku bisa mengurusnya sendiri." Ucap Meisya.
"Ide yang bangus. kakak senang mendengar nya." balas Devan.
Pagi itu, Meisya berpakaian kantor yang terlihat elegan dan penampilannya sangat percaya diri. dia melangkah anggun mengimbangi langkah kaki Devan yang panjang memasuki lobby perusahaan nya di Singapura.
Meisya mersa seperti pusat perhatian karyawan perusahan kakaknya itu, karena tidak ada yang mengenali Meisya. yang terlihat sangat cantik.
__ADS_1
"Meisya, kamu terlihat gugup. ada apa?" Ucap debpvan saat mereka sudah berda dalam lift khusus Presdir berdua saja.