Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Kebahagiaan Meisya


__ADS_3

"Bagaimana pak Rudi,?" Devan menghubungi pengacara papanynya Meisya, mereka sudah bekerja sama selama ini, temasuk membuat bangkrut perusahaan yang dikelola oleh Aldo


"Beres tuan. sekarang sertifikat rumah dan sebagian perkebunan sudah kembali ketangan Nona Gisella. tanpa mereka curiga sedikit pun." terang Rudi.


"Okey, lanjutkan permainan kita. aku akan menyusupkan orang-orang ku untuk masuk keperusahaan Aldo, sehingga bertambah hancur. dengan begitu dia akan menginvestasikan seluruh uang penjualan rumah dan kebun untuk menyelamatkan perusahaan." terang Devan tersenyum senang, mengingat usaha nya sudah hampir lima puluh persen berhasil.


"Baiklah Tuan." Ucap Rudi menutup panggilan mereka, Rudi merupakan orang kepercayaan keluarga Meisya dulunya, sehingga dia sangat mendukung dan berpihak kepada Devan dan Meisya. berpura-pura di depan Aldo yang mudah percaya kepada Rudi.


Siang ini, Gisella ditemani dua orang bodyguard datang kerumah mewah yang baru dibelinya, Gea, Aldo dan Sally sengaja ikut menemani Gisella untuk berkeliling berjalan memutari setiap ruang rumah besar yang sesungguhnya dia sudah sangat hafal setiap dudutnya.


Sally mulai tersulut api cemburu, melihat penampilan Gisella yang jauh lebih cantik dan glamor. dibandingkan dengan dirinya. Ditambah lagi Aldo yang berdiri disampingnya tidak berkedip sedikitpun Melihat kearah Gisella. bahkan Aldo sengaja menjaga jarak dari Sally dan tidak mau membimbing tangan Sally seperti biasa dia lakukan.


"Perempuan ini seperti sengaja menebar pesona pada Aldo, jalan dan senyum terkesan dibuat-buat. agar Aldo semakin terpesona dan tertarik Padanya, tidak akan aku biarkan kamu merebut Aldo dariku." gumam Sally dengan tatapan tajam kearah Gisella yang tidak menghiraukan dirinya sama sekali.


Begitu juga dengan Mama Gea sifat materialistis nya tidak pernah berubah, dia mendekati Gisella sambil mencoba berbicara selembut dan setanah mungkin. Dia tidak menyadari jika wanita dihadapannya itu adalah mantan  menantu yang pernah dibenci dan selalu dimanfaatkan nya dulu.


 "Tante Gea, ternyata sifatmu tidak pernah berubah. kalian bertiga sama-sama serakah, serigala berbulu domba. aku sangat jijik melihat kalian." gumam Gisella.


“Gisella, Tante boleh minta kartu nama kamu ngak. Maaf sebelumnya, wajahmu itu sangat mirip anak Tante. Sehingga setiap melihat mu Tante jadi ingat dia. Dan pengen dekat jadinya sama kamu sayang.” Ucap Gea sok akrab. Berusaha untuk mengambil hati Gisella.


 "Oooboleh banget Tan, tapi Gisella rasa untuk apa... karena sebentar lagi aku akan pindah kerumah ini. jadi otomatis Tante sudah tahu alamatku." terang Gisella.


"Maksud Tante, no ponsel kamu sayang." Ucap Gea gugup.

__ADS_1


"Baiklah Tante, ini no ponsel ku." terang Gisella memberikan no ponsel pada Gea yang langsung mengambil nya dengan antusias.


"No ponsel pribadi Gisella ini, akan aku berikan pada Aldo. agar mereka bisa saling dekat. syukur-syukur bisa langsung cepat jatuh cinta. seperti Meisya dulu." gumam Gea.


"Rumah ini sangat nyaman, aku sangat menyukai nya. dan beruntung sekali bisa mendapatkan nya." Ucap Gisella duduk disofa rumahnya sehabis berkeliling.


"Tentu Gisella, sebenarnya kami keberatan menjual rumah ini. namun sekarang aku dan Mama sang senang dan lega begitu tahu jika rumah mewah ini dibeli seorang wanita secantik kamu." Ucap Aldo yang langsung membuat Sally hampir tidak bisa mengendalikan emosi nya.


"Brengxxxx kamu Al, berani sekali kamu memuji wanita lain dihadapan ku sendiri." Sally sangat marah, melihat tingkah Sally yang terlihat aneh, segera langsung berusaha menenangkan. dia tidak mau Sally membuat masalah dihadapan Gisella.


"Sally sayang, kamu jangan salah sangka dulu. kita ikuti permainan Aldo. percayalah dia tidak akan berpaling darimu. itu hanyalah taktik Aldo saja." bisik Gea.


"Baiklah ma, tapi ingat Sally Ngak akan diam jika wanita itu kembali berusaha untuk menggoda Aldo." balas Sally.


"Tentu boleh Gisella, kalau begitu kami permisi pergi dulu." Ucap Aldo.


"Selamat istrahat ya sayang, kamu sangat cantik. tante begitu menyukai mu." Ucap Gea sangat ramah, sementara Sally sudah duluan keluar dari rumah dengan kesal dia masuk kedalam mobil sambil menghempaskan tubuhnya kesal.


Devan menyaksikan semua itu dari dalam mobilnya, dia sengaja tidak ikut masuk, begitu melihat mobil Aldo dihalaman rumah. setelah melihat mobil itu berlalu pergi. barulah Devan maduk. mengingat Aldo dan keluarganya mengenalinya sebagai kakak angkatnya Meisya, sewaktu pertemuan mereka saat proses pemakaman kedua orang tua Meisya dulu.


"Kak Devan, aku sangat bahagia sekarang." Meisya langsung menghambur memeluk tubuh Devan, begitu Devan masuk kerumah itu.


"Iya dek, kakak juga sangat bahagia sekarang. kita akan menghancurkan mereka pelan-pelan, Tanpa mereka sadari. semua nya sudah berhasil kita dapatkan." Ucap Aldo.

__ADS_1


"Iya kak, Meisya sangat bangga pada kak Devan, yang membuat Aldo begitu mudah percaya. sehingga uang kita kembali ketangan kita." Ucap Meisya.


“Oya Meisya, kamu ngak papa kan Ika tinggal sendirian dirumah ini.” Ucap Devan.


“Emangnya kak Devan ngak mau temenin Meisya untuk tinggal disini?” bujuk Meisya menggenggam tangan Devan.


“Bukanya ngak mau dek, tapi kita harus bermain cantik. Kakak akan terus mengawasi mu.  Kakak juga akan menambah beberapa pelayan dirumah ini, agar kamu tidak akan merasa kesepian.” Menatap sayang Meisya.


“ Tapi Meisya maunya kak devan, tinggal disini juga.” Meisya menunduk sedih.


“Okey baiklah, nanti kakak akan temani kamu, tapi kakak juga harus sering-sering pergi, mengingat Perusahaan kakak yang di Negara Singapura harus terus dipantau.” Mengusap lembut dagu Meisya, dengan jarak pandang mereka yang begitu dekat.


“Ceklek... pintu kamar kedua orang tuanya Meisya yang sangat mewah itu terbuka lebar, tidak ada yang berubah dari kamar itu. Termasuk perabotan nya. Sehingga tanpa sadar Meisya berteriak bahagia.


“Aku bahagia, Mama, papa. Sekarang Meisya sudah tinggal dirumah kita lagi. Dan orang-orang serakah itu telah pergi meninggalkan rumah ini. Meisya janji akan membuat mereka hancur dan menyesal.” Ucap Meisya berputar-putar bahagia, sementara Devan ikut tersenyum senang melihat kebahagiaan Meisya.


“Papa dan Mama tau ngak orang yang sudah membantu Meisya dengan tulus, dia adalah kak Devan ma,pa.” Ucap Meisya membuka kembali foto kedua orang tua nya yang disimpan Aldo disalah satu sudut ruangan.


Malam nya Meisya kembali tidur dikamar yang pernah ditempati kedua orang tuanya, sementara kamarnya dan Aldo dulu, ditempati oleh Devan. Dengan perabotan serta isi kamar dan dekorasi yang baru yang lebih berwarna. Begitu juga dengan Meisya. Mereka ingin mengubur kenangan buruk yang pernah ada dirumah itu.


"Aku ingin suasana rumah ini kembali hangat, seperti dulu." gumam Meisya menyapa ramah beberapa pelayan yang dulu bekerja untuk nya, namun mereka tidak satupun yang mengenali lagi Meisya sekarang.


 

__ADS_1


__ADS_2