Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Perubahan Aldo


__ADS_3

Meisya termenung, sementara matanya masih berat, dia kembali tertunduk lesu teringat kembali mimpi buruknya.


"Aku kembali bermimpi dengan Bang Aldo." Ucapnya lirih sambil menahan isakan tangis.


"Sudahlah Meisya, kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan, kamu harus kuat dan kembali bersemangat untuk bangkit melawan mereka yang kejam telah memperlakukan mu tidak adil selama ini." bujuk Devan memberi semangat melihat sikap Meisya yang masih labil.


"Iya kak, mulai sekarang tidak akan ada lagi Meisya yang pasrah dan cengeng, aku akan menjadi diriku yang baru." Meisya mengusap air matanya.


"Bagus, kakak senang melihat mu bersemangat seperti ini." Devan  menepuk bahu Meisya dan melangkah keluar meninggalkan kamarnya. Dia juga sudah merencanakan sesuatu untuk Meisya kedepannya. Dan menghubungi seseorang yang akan membantu nya merubah Meisya.


"Hallo dokter Bunga." Ucap Devan yang langsung mengutarakan keinginannya untuk mengubah Meisya, dengan cara yang aman dan menyehatkan.


Tidak perlu waktu lama, orang yang dihubungi Devan dengan senang hati mengatakan siap untuk membantu mereka. Dia ikut mersa prihatin mendengar perjalanan hidup Meisya yang dimanfaatkan dan dikhianati oleh orang yang dicintainya.


"Baik aku akan menuju kerumahmu sekarang." terdengar suara seorang gadis sambil menutup panggilan nya dengan. Devan.


"Baiklah aku menunggumu teman." Balas Devan.


Meisya melangkah gontai menyeret kakinya menuju kamar mandi, dia mengisi bactub dan berendam membuat Meisya mersa tenang dan damai berendam disana. tubuhnya yang besar membuat bactub ini tersa kecil dan sangat sempit.


“Kkrruuuggghh....,” bunyi perut Meisya beberapa kali, sehingga Meisya megangi perutnya yang tersa begitu lapar, dengan segera dia menyudahi mandinya. lalu segera berpakaian. Dengan langkah cepat dia berjalan kebawah menuruni anak tangga satu persatu.


Pelayan menyambut hangat kedatangan Meisya.


 "Selamat pagi Nona Meisya." sapa mereka.


"Nona Meisya mau makan apa biar kami siapkan.?" Ucap salah seorang pelayan.


Dengan antusias, Meisya menyebutkan beberapa macam makanan kesukaan nya, membuat pelayan itu saling pandang dan melonggo mendengar permintaan Meisya yang cukup banyak itu, yang kebanyakan Snack dan makanan ringan. 

__ADS_1


"Kalian semua dengar, jangan siapkan makanan itu.!" Terdengar suara lantang Devan yang tiba-tiba muncul dari arah belakang, seketika Meisya melihat kearah datang Suara.


"Tapi Meisya lapar sekali kak." Ucap Meisya memegangi perutnya.


"Ingat Meisya, mulai sekarang kamu harus merubah pola makan mu, dan harus mengikuti instruksi dari dokter Bunga." Seorang gadis cantik berjalan mendekati mereka.


"Hay Meisya, perkenalkan aku dokter Bunga. sahabat baik Devan. aku kesini sengaja diminta Devan untuk membantu mu merubah pola makan dan diet ketat untuk berat badanmu yang berlebih ini." Ucap dokter Bunga memperkenalkan dirinya.


Meisya terpaku, menatap dokter cantik dengan body yang sangat indah, yang   memperkenalkan dirinya sebagai dokter yang akan membantu dirinya dalam melakukan diet ketatnya.


 "Hallo Meisya, Kenapa bengong?"


"Aku....aku ingin seperti dokter Bunga." jawabnya spontan.


"Bisa, asalkan kamu berusaha dan mau mendengarkan instruksi dariku." balas Bunga.


"Baik kak, Meisya akan berusaha." Dengan semangat yang membara Meisya terseyum kearah Bunga.


"Makanan apa ini kak.?" Meisya menatap tidak suka makanan itu.


"Meisya bagaimana pun juga kamu harus memakan nya, ingat misi kita." Devan  kembali membangkitkan semangat Meisya.


"Baiklah kak Meisya akan mencoba memakannya." Mulai menyuap makanan itu secara perlahan.


Dokter Bunga dan Devan yang merupakan sahabat baik, tersenyum melihat tingkah Meisya yang lucu.


 "Kasihan sekali adikmu ini Devan, dia seperti nya gadis yang baik, tulis dan sangat polos. sehingga mereka sengaja memanfaatkan nya." Tutur Bunga.


"Maka dari itulah aku ingin merubah Meisya, terutama mantan suami brengsek nya itu. aku ingin dia menyesal karena telah menyia-nyiakan Meisya selama ini." Ucap Devan geram.

__ADS_1


"Meisya sebenarnya sangat cantik, tidak banyak orang yang menyadari kecantikan alami yang dimiliki gadis ini." Tutur Bunga.


"Ya, dan hanya akulah laki-laki yang mengetahui Betapa cantik dan polosnya adik angkat ku itu." balas Devan.


Hari-hari Meisya mulai dijani dengan diet dan pola makan yang diatur ketat oleh Bunga, bahkan Devan pun sengaja menyulap salah satu ruangan yang akan dipergunakan oleh Meisya untuk olah raga, karena alat-alat olahraga sudah disediakan lengkap, dengan instruktur nya sekalian. sehingga Meisya tinggal berlatih dan berusaha agar misi dan apa yang mereka rencanakan bisa berjalan lancar.


Meisya menunjukkan perubahan yang cukup bagus, dari hari ke Hari. Berat badannya sudah mulai menurun, tumpukan lemak juga sudah mulai berkurang. Devan dan dokter Bunga tersenyum puas melihat hasil yang dicapai Meisya dalam waktu dua bulan terakhir ini.


"Bagus dek, kakak puas melihat hasil usaha mu dua bulan ini. sehingga kamu terlihat jauh lebih fresh dan cantik sekarang," puji Devan yang tanpa disadari nya membuat Meisya terseyum senang.


Meskipun Meisya sering merindukan makanan favoritnya, namun dia terpaksa harus menahannya, jika iklan makanan itu muncul secara tidak sengaja dilayar televisi. Meisya akan bergaya seolah-olah sedang memakan dan menikmati minuman itu. Membuat semua tertawa lepas melihat tingkah lucunya.


"Meisya.... Meisya, lucu sekali kamu dek." Ucap Devan menggelengkan kepalanya.


Meisya dari hari ke hari, sudah mulai kembali cerita, membuat Devan ikut mersa bahagia melihat perubahan itu.


"Aku ingin melihat Meisya yang dulu lagi, adik perempuanku yang ceria, lucu dan sangat imut." Ucap Devan yang teringat bagaimana manjanya Meisya ketika mereka anak-anak dulu.


Tapi kadang Meisya  masih teringat Aldo, namun dia sudah bisa mengendalikan perasaan nya, air mata tidak pernah lagi membanjir kedua belah pipi yang mulai terlihat berangsur-angsur tirus.


"Aldo jahat, gila Harta dan wanita cantik."dia hanya memanfaatkan ku selama ini." kata itu yang selalu Meisya tanamkan, agar dia tidak lemah jika teringat Aldo.


Sementara itu, Sally seperti diawan mengingat tidak ada lagi penghalang hubungan mereka. Dia dan Aldo tidak canggung lagi tampil diberbagai acara dan pertemuan bisnisnya. mereka berdua sangat bahagia tanpa kehadiran Meisya.


 "Sayang aku sangat bahagia, bisa memilikimu seutuhnya," bisik Sally.


"Iya sayang, aku juga bahagia Akirnya kita bisa bersama seperti keinginan kita dulu." balas Aldo.


"Sayang kapan kamu akan menikahiku, aku sudah tidak sabar lagi untuk menjadi Nyonya Aldo." Ucap Sally menerawang membayangkan momen hari bahagia nya bersama Aldo.

__ADS_1


"Sabar sayang, aku pasti akan menikah dengan mu. karena hanya kami wanita yang aku cintai dari dulu hingga sekarang." balas Aldo. yang belum tahu Betapa cantik nya Meisya sekarang. wanita yang dulu hanya dia pandang dengan sebelah mata saja. dan dimanfaatkan oleh keserakahan nya serta ambisi yang ingin menjadi kata raya.


__ADS_2