Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Kepergian Bunga


__ADS_3

"Ingat Bunga, kamu sudah membuat malu nama baik keluarga. apa kata orang-orang jika mengetahui masalah ini." ucap papa.


"Baiklah Bunga akan pergi, agar Mama dan papa tidak malu dengan kondisi Bunga nanti." ucap Bunga berdiri.


"Pergi lah, jika itu jalan terbaik untuk kita semua." ucap papa tanpa menoleh sedikit pun pada anak yang selalu dibanggakan nya selama ini.


"Tidak.... Bunga jangan tinggalkan Mama sayang." ucap Ama menghambur memeluk Bunga.


"Ngak papa kok ma, Bunga akan menerima resiko dari kesalahan dan kelalaian Bunga dalam menjaga diri Bunga sendiri. Mama jaga kesehatan ya, termasuk papa." ucap Bunga berjalan menuju kamar dan menyusun pakaian nya kedalam koper.


Bunga menyeret koper meninggalkan Rumah, dengan tangis yang tidak pernah berhenti, dia bingung harus pergi kemana saat ini. dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling terminal bis menuju pusat kota.


Bunga langsung masuk, setelah membayar tiket, dia langsung merebahkan tubuhnya yang lelah. cukup lama Bunga tertidur.

__ADS_1


"Aaaagghhh... ,,


Mmmhhh.,,


Bunga mengeliat dan meregangkan otot-otot tubuhnya, gadis itu terbangun dari tidur panjangnya, sambil mengedarkan pandangan keseluruh penghuni bis lainnya, yang nampak sebagian ikut tidur dan ada juga yang ngobrol satu sama lain. Bunga menatap keluar jendela bis yang akan membawanya menuju kota. pohon-pohon dan semua pemandangan luar itu seakan-akan melambaikan tangan melepaskan kepergian gadis malang itu..


"Sudah jam delapan malam" gumam Bunga, saat mendengar seseorang membicarakan masalah jam. namun Bis yang membawa mereka belum juga sampai ditempat tujuan. karena jarak tempuh yang lumayan cukup jauh. butuh waktu sekitar satu setengah jam lagi perjalanan paling lama.


"Ah, sial. kenapa kejadian ini masih terbayang. bahkan terasa begitu dekat di pelupuk mataku. meskipun dia tampan, tapi aku tidak pernah mencintainya Apa lagi mengenalinya. aku adalah gadis bodoh hu....hu...." Bunga kembali menangis.


"Rasanya aku begitu jijik, jika teringat wajah pria itu. meskipun terlihat samar di ingatan ku."


Bunga, gadis cantik yang selalu tampil ceria dan semangat, menikmati hari-hari dan masa remajanya. tapi semua itu berakhir dalam sekejap mata, akibat laki-laki yang dicintainya mememilih wanita lain. hingga dia yang frustasi jatuh ke lobang permasalahan yang lebih rumit.

__ADS_1


"Kamu kenapa kak, dari tadi nangis terus.?" ucap seorang gadis yang terlihat masih dibawah Bunga, yang duduk disebelah Bunga, hingga mengagetkan Bunga dari lamunan panjang nya. segera dia mengusap air mata dan kembali tersenyum kearah gadis belia yang disamping nya itu.


"Aku nggak papa kok dek, cuma sedih saja teringat orang tua." ucap Bunga menyeka air matanya.


"Perkenalkan aku Ratna kak."


"Bunga."


"Aku juga dulu seperti kakak, kalau mau merantau pasti sedih berpisah dengan keluarga yang ditinggalkan. tapi demi masa depan dan merubah nasip keluarga, aku harus berani, dan sabar" Ucap gadis manis itu sambil tersenyum tulus.


Mereka akirnya ngobrol-ngobrol, sehingga kesedihan Bunga sedikit banyak dapat terobati. dia juga dudah tidak terlihat menangis lagi.


"Aku akan memulai kehidupan ku yang baru di kota ini, semoga aku bisa melupakan semua Masa lalu kelamku, dan memulai kehidupan baru dengan bayi kecil ku ini." Bunga mengelus perutnya.

__ADS_1


__ADS_2