
Senyum tidak lepas dari bibir Devan, membayangkan malam pertama mereka yang indah, sesekali dia mengelus lembut jemari Meisya yang terasa dingin. sambil melangkah memasuki kamar pengantin mereka yang sudah didekor seindah dan seromantis mungkin, sehingga pasangan pengantin ini merasa nyaman.
Devan mulai mendekatkan bibirnya, memulai malam panjang mereka yang indah, diluar dugaan Devan, Meisya terlihat kaku bahkan terlihat baru pertama kali baginya saat Devan membuka satu persatu pakaian yang masih melekat ditubuhnya.
"Kak Devan pelan-pelan ya." ucap Meisya antara cemas dan menginginkan permainan mereka yang baru dimulai.
"Meisya, apa ini pertama kali bagiku?" tanya Devan memastikan keraguan nya.
"I..iya kak, " jawab Meisya.
Senyum mengembang dibibir Devan, fia merasa bahagia dan beruntung. ternyata Meisya masih memiliki segel. meskipun dia sudah menyandang status janda.
"Jadi, selama ini Aldo belum pernah melakukan nya?"
__ADS_1
"Belum kak." jawab Meisya bertemu malu.
"Ternyata aku adalah laki-laki pertama, meskipun aku hadir fi pernikahan ke dusmu sayang." bisik Devan kembali melanjutkan cumbuan nya.
Cumbuan Devan semakin panas, hingga dia tidak tahan dan ingin melanjutkan tugas utama nya, Namun baru saja memulai, Meisya kembali berteriak minta hati-hati, berteriak sakit dan pelan-pelan. membuat Devan kewalahan karena Meisya masih terlalu sempit untuk dia memacu motor balap nya yang siap tempur.
"Iya tapi kamu tahan dikitit ya." Devan mencoba membujuk Meisya.
"Aduuuuuh.... sakit." Meisya kembali berteriak, Devan akirnya mengusap kasar wajah nya.
Meisya kembali mendorong tubuhnya, hingga terlentang jatuh kelantai.
"Aduh sakit sayang, kamu tega ya. ini namanya KD RT sayang." ucap Devan mengusap-usap kepalanya. Devan kesal menghadapi Meisya yang bertingkah seperti anak abg yang melakukan malam pertama. Dengan kesal Devan mondar-mandir memikirkan cara.
__ADS_1
" Kak Devan maaf ya, Oya kakak ngak dengar suara itu dan ngak malu apa? mondar-mandir kayak manusia purba, ntar disambar petir gimana?" ucap Meisya mengingat hujan yang tiba-tiba lebat diselingi suara petir. dia pun menakut-nakuti Devan hingga ampuh membuat suaminya bergidik.
Refleks Devan naik ketempat tidur, dia merasa takut juga dan langsung masuk kedalam selimut dan kembali memulai permainan mereka, dia tidak peduli penolakan Meisya, yang mula-mula berteriak sakit...sakit.... Akirnya ikut terhanyut permainan Devan yang mampu membawanya terbang keawan biru. hingga akhirnya kedua nya ikut tertidur pulas sambil berpelukan erat.
Paginya, keduanya terbangun. Meisya masih merasakan perih dan lecet di area pribadinya. Devan paham apa yang dirasakan istri tercintanya. langsung mengendong tubuh Meisya menuju kamar mandi, mereka pun mandi bersama, yang mana Devan yang tidak tahan kembali melanjutkan permainan mereka semalam.
"Kak masih sedikit perih." rengek Meisya.
"Tenang sayang, aku akan pelan-pelan." bujuk Devan yang kemudian lebih lembut lagi memperlakukan tubuh Meisya. dia tidak ingin menyakiti wanita yang sangat dicintainya itu.
Selesai melakukan permainan panasnya, mereka berdua melanjutkan mandi. Devan sangat sigap membantu sang istri, hingga mandi selesai dan mengenakan pakaian nya kembali. Meisya benar-benar terharu saat melihat perlakuan lembut suaminya.
"Sayang, kamu mau sarapan apa?" tanya Devan yang ingin membuat kan sarapan yang paling enak buat Meisya pagi ini.
__ADS_1
"Aku ingin makan capcay kak." jawab Meisya menyebut makanan kesukaannya.
"Baik sayang, tunggu sebentar ya, biarkan suami tersayang mu ini Membuatkanya." ucap Devan beranjak menuju dapur.