SENJA (Teman Ranjang Anak Mafia)

SENJA (Teman Ranjang Anak Mafia)
Kebenaran


__ADS_3

"Senja! Ku mohon keluarlah!" Daren memegangi kepalanya. Dia hampir setengah gila jika kehilangan Senja kesekian kalinya. Karena Daren sangat tahu, kali ini dia yang bersalah.


"Bos, gimana? Apa Anda baik-baik saja?" tanya Ferdi sambil mengamati keadaan Daren yang sangat kacau.


"Aku tidak apa-apa Fer. Tapi Senja... Tolong cari dia!" ucap Daren sambil tangannya menunjuk ke arah di mana Senja kabur.


Senja masih menutup mulutnya. Dia sebenarnya sangat mencintai Daren. Tapi hatinya terlanjur terluka. Daren telah menipu dan memanfaatkannya untuk menjadi teman ranjang. Padahal jelas-jelas ayahnya masih hidup.


"Atas kematian ayahku. Aku akan balas dendam. Aku tidak akan kabur, karena aku bukan pengecut sepertimu!" gumam Senja. Dia bersiap-siap untuk berdiri dari tempat persembunyiannya. Tapi dia dikejutkan dengan keberadaan Jhon yang kini sudah berada di belakangnya.


Senja melotot. Dia ingin berteriak namun gagal. Jhon telah membiusnya. Jhon menyeret tubuh wanita hamil itu dengan perlahan-lahan untuk masuk ke sebuah mobil.


"Akhirnya aku bisa mendapatkanmu. Aku tidak masalah ditinggalkan semua orang, tapi tidak denganmu. Karena Daren begitu mencintaimu, jadi aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembalikan semua apa yang aku inginkan. Aku mengagumimu. Tapi karena kau, sumber uangku hilang. Jadi kali ini aku akan membuat Daren menyerahkan hartanya demi perempuan murahan sepertimu," ucap Jhon. Dia membawa Senja ke sebuah gudang gelap yang bertahun-tahun telah dikosongkan oleh pemiliknya.


...****************...


"Daren!" Viktor tak tega melihat anaknya yang tampak stres. Padahal pertama dia melihat di hutan itu, Daren tampak gagah dan pemberani. Namun sekarang, anaknya berubah menjadi mellow.


"Ayah," panggil Daren dan keduanya berpelukan.


"Apa perempuan hamil tadi kekasihmu? Kau tampak sangat mencintainya, ayah pasti akan membantumu mencarinya," ucap Viktor sambil mengelus pundak anaknya dengan sayang. Dia begitu rindu dengan anaknya.


"Bagaimana ayah bisa bertahan selama itu dalam hutan?" tanya Daren. Keduanya saat ini duduk di sebuah warung kopi terdekat. Daren sudah terlihat tenang. Meskipun sebenarnya hatinya masih gelisah. Sekali lagi Daren pandai berakting dalam hal apapun. Tapi tidak dengan percintaannya. Meskipun dia berusaha terlihat baik-baik saja, namun Viktor dan semua orang juga paham. Kalau Daren tengah tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Sebulan sekali anak buah ayah membantu ayah memberikan bahan pangan. Tapi beberapa tahun terakhir, dia tidak pernah datang lagi. Ayah menduga orang itu mati," ucap ayahnya.


"Bukankah rumor itu jelas Yah. Bahkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bahwa ayah telah ditembak oleh ayahnya Senja, Pak Jagat," kata Daren. Dia tengah mengorek informasi tentang ayahnya. Karena selama ini dia mengira ayahnya sudah meninggal dunia akibat penembakan yang dilakukan oleh ayahnya Senja.


"Itu memang benar. Ayah tertembak. Tapi bukan pak Jagat yang telah menembak ayah. Ayah ditembak oleh teman ayah sendiri. Jhon pelakunya. Tapi ayah masih selamat. Ayah hanya tergores, dan saat itu ayah pura-pura mati," terang Viktor.


Daren saat itu masih kecil. Dia tidak bisa berpikir terlalu jauh soal itu. Yang ia lihat ayahnya tertembak dan mati di tempat. Namun kenyataannya tidak demikian. Ayahnya belum meninggal. Dan pelakunya adalah Jhon yang hanya menggores kulit luarnya saja. Jadi apakah ayahnya Senja mati karena Viktor?


Flashback


DOOR!! DOOR!!


Bunyi tembakan itu tiada hentinya. Saat seorang polisi berhasil menghunuskan peluru itu tepat di jantung ketua mafia tadi. Di tempat yang berbeda, ayah Daren juga melepaskan pelurunya tepat di dada Jagat. Padahal Jagat baru saja ingin menyalakan pelatuknya. Dia tersentak dan melihat ke arah seseorang yang tak bukan adalah ayah Daren.


"Ayah!" panggil Daren saat dia melihat ayahnya terjatuh. Daren melihat persis siapa orang yang telah membunuh ayahnya tadi.


"Balaskan dendam ayah, Daren!" teriak ayahnya di ujung maut.


Anak itu otaknya langsung paham. Senja ini adalah kematian dari ayahnya. Suatu saat dia akan tumbuh dewasa dan membalaskan dendam ayahnya.


Flashback end


"Lalu apa yang ayah katakan saat itu? Ayah ingin aku balas dendamkan?" tanya Daren. Dia seperti dipermainkan oleh hidup. Jelas sekali saat itu ayahnya ingin Daren balas dendam.

__ADS_1


"Iya Daren. Karena ayah pikir ayah benar-benar mati. Jadi ayah ingin di saat kamu dewasa, kamu bisa membalaskan dendam ayah. Dan semua itu tertuju pada pengkhianat itu," kata Viktor. Betapa ingatnya dia, saat Viktor berhasil menembakkan pelurunya pada ayahnya Senja. Saat itu juga Jhon menembakkan pelurunya ke arahnya. Untung tidak menembus jantungnya. Dan di saat Daren diajak oleh anak buahnya yang lain. Di situ Jhon langsung menyuruh anak buahnya untuk membuang jasad Viktor ke lautan.


"Buang jasad Viktor ke laut. Biar dia di makan ikan-ikan yang kelaparan. Dan ya, buatlah makam kosong di pemakaman umum dekat di mana makam tentara itu dikuburkan, biar suatu saat Daren percaya kalau ayahnya telah tiada," ucap Viktor menirukan ucapan Jhon saat itu. Karena Viktor masih mengingatnya dengan jelas. Betapa kejamnya Jhon yang ingin menguasai seluruh harta dan anaknya.


"Apa? Jadi ayah yang membunuh pak Jagat?" tanya Daren.


"Iya Daren. Ayah tak ada pilihan lain. Jika ayah tahu Jhon berkhianat, mungkin Jhon yang ayah tembak kala itu. Tapi sayangnya ayah tak berpikir seperti itu," ucap Viktor. Dia masih belum tahu kalau perempuan hamil tadi adalah Senja anaknya Jagat.


"Ayah tahu tidak? Wanita hamil yang bersamaku tadi adalah anak dari pak Jagat. Selama ini aku membencinya dan ibunya. Aku balas dendam kepada mereka Ayah. Karena aku pikir, ayah sudah tiada," ucap Daren. Dia benar-benar merasa terpukul dengan kebenaran yang ada.


Viktor pun merasa bersalah. Siapa yang tak ingin pulang dari hutan itu? Sekeras apapun dia berusaha, namun dia selalu gagal. Bahkan temannya yang sering memberikannya makanan itu pun jarang menemuinya secara langsung. Dia memberikan bahan pangan hanya di pinggir laut. Kadang dilempar dari atas saat naik helikopter. Jadi mereka jarang berjumpa secara langsung.


"Maafkan ayah Daren. Ayah tidak tahu kalau semua jadi serumit ini. Kalau begitu, ayah akan menemui anak dan istrinya pak Jagat. Ayah harus minta maaf sama mereka. Karena ayah, mereka kehilangan orang yang terpenting dalam hidup mereka," ucap Viktor sambil menggenggam erat jemari Daren.


Ayahnya adalah mafia. Membunuh orang sudah biasa untuknya. Bahkan membunuh orang juga aktifitas Daren selama ini sebelum akhirnya akrab dengan Senja.


"Ini bukan karena ayah. Ini karena paman Jhon. Aku akan menghabisi nyawa paman tanpa ampun lagi. Aku harus mencari jasadnya di rumah itu jika ia mati. Jika belum, aku akan terus mencarinya sampai ketemu. Dan aku yang akan memastikan, kalau dia benar-benar mati di tanganku," ucap Daren dan Viktor tak menyangka. Darah mafianya mengalir pada anaknya.


Tapi Viktor tak akan membiarkan itu terjadi. Daren tidak boleh lebih kotor dari ini. Jadi dia yang ingin ambil alih. "Jangan mengotori tanganmu untuk dia Daren. Karena ada ayah di sini. Bertahun-tahun ayah hidup tak nyaman di dalam, dan dia... dengan seenaknya dia menikmati harta peninggalanku. Jadi biarkan ayah yang melakukan itu semua. Dan yang penting sekarang adalah... menemukan anak pak Jagat. Dia telah hamil anakmu, dan itu berarti dia telah mengandung cucuku juga Daren. Sekali lagi maafkan ayah, karena ayah kau jadi salah sasaran berbalas dendam," ucap Viktor. Dia terlihat sedih. Andai dia bisa memberi tahu Daren soal kematiannya. Tapi semua sudah terlambat, Daren sudah melakukan kesalahan pada anak yang tak bersalah itu.


Hari ini, kebenaran itu sangat menyakitkan untuk Daren. Dia merasa sangat bersalah atas apa yang telah ia perbuat pada Senja dan Shela. Seumur hidupnya, dia akan menyayangi dua orang itu. Apapun masa lalu Shela, Daren akan berusaha untuk menerima Shela sebagai mertuanya untuk nanti.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2