SENJA (Teman Ranjang Anak Mafia)

SENJA (Teman Ranjang Anak Mafia)
Adu Domba


__ADS_3

Sepulang sekolah. Dengan terpaksa Senja harus duduk semobil dengan Brigadir J. "Om," panggil Senja pada pangkat Polri dari golongan Bintara itu. Brigadir merupakan pangkat Bintara yang memiliki empat klasifikasi, yaitu Bripka, Brigpol, Briptu, dan Bripda. Seperti pangkat dari brigadir J yang cukup tinggi dibanding si Boy.


"Iya," jawab J yang masih fokus menyetir mobil.


"Om ada hubungan apa dengan ibuku?"


Ciiiiiiiiit......


Brigadir J mengerem mendadak. Hampir saja keduanya celaka gara-gara pertanyaan yang dilontarkan oleh Senja barusan.


"Hubungan? Kamu ngigau?" Brigadir J malah tertawa tanpa beban. Membuat Senja jadi salah paham.


"Kalian pacaran," tuding Senja yang membuat J menganga tidak percaya.


"Kamu masih kecil untuk mengetahui hubungan kami Senja. Suatu saat kau akan tahu, kalau aku dan ibumu tidak ada hubungan seperti yang kamu bayangkan," terang J sambil kembali melajukan mobilnya.


Dia terdiam sambil menatap kasihan terhadap Senja. Kematian ayahnya membuat Senja kurang bergaul. Ibunya terlalu menuntut fisik dan mentalnya. Tapi untungnya Senja terlahir memiliki otak yang cerdas. Jadi dia tidak terlalu diperbudak oleh ibunya sendiri.


Senja menatap jalanan. Dia masih percaya akan kesetiaan ibunya pada almarhum ayahnya. Harusnya Senja tidak meragukan ibunya. Anak macam apa dia? Yang mencurigai ibu kandungnya sendiri.


...****************...


"Senja semakin dekat dengan Joshua? Pria tua itu, dia termasuk otak dibalik pembunuhan ayahku," ucap Daren setengah emosi.


"Dia memang musuh bebuyutan ayahmu Daren!" timbrung si paman Jhon.


"Biar Daren yang atasi semuanya paman," jawab Daren mantap.


"Bos!" panggil Rehan tiba-tiba.


"Apalagi?" Daren hampir saja emosi.

__ADS_1


"Tuan Louis meminta Anda pergi ke London," bisik Rehan yang membuat Daren paham.


Terlihat Jhon tersenyum penuh arti. "Hati-hati Daren," katanya dan Daren mengangguk patuh.


"Siapkan barang-barang yang diperlukan!" perintah Daren pada Rehan.


"Amankan semuanya, jangan sampai terlihat!" perintah Daren lagi.


Daren dan anak buahnya menaiki pesawat jet pribadi milik Mr. Louis.


"Silahkan duduk Tuan Daren." Seorang pramugari cantik nan seksi dengan pakaian mini mempersilahkan Daren duduk.


Rehan yang melihat pramugari itu hanya bisa menelan ludahnya. Sementara Daren sendiri, dia tidak ada minat-minatnya sama sekali. Padahal pramugari itu disiapkan khusus untuk melayani Daren.


"Apa Tuan Daren memerlukan sesuatu? 17 jam perjalanan, kalau butuh apa-apa jangan sungkan-sungkan bilang ya," kata pramugari itu dengan ramah.


Daren hanya menatapnya tanpa ekspresi, membuat si pramugari cantik tadi jadi serba salah. Apalagi dia melirik ke arah Rehan, agar pramugari itu cepat pergi dari hadapannya. Sebenarnya berat hati Daren meninggalkan Indonesia. Karena dengan terpaksa dia harus menghentikan rencana balas dendamnya untuk Shela dan Senja.


Perjalanan jauh, dan dengan terpaksa Daren harus berjauhan lagi dengan Senja. Melupakan sejenak balas dendamnya untuk Senja tanpa bisa ia cegah.


Setelah 17 jam perjalanan. Akhirnya Daren dan anak buahnya telah sampai di hotel Victoria. Hotel berbintang yang telah disiapkan Louis untuknya.


"Tuan!" panggil Rehan pada Daren.


"Paman Jhon ada di hotel ini," kata Rehan dan membuat Daren menaikkan satu alisnya.


"Apa yang paman lakukan di sini? Bukankah dia tadi ada di rumah? Apa Mr. Louis telah menjebakku?" tanya Daren sambil mengepalkan tangannya emosi. Paman Jhon, orang yang ia anggap sebagai orang tuanya sendiri, kenapa tiba-tiba ada di London?


"Tuan, telepon dari orang suruhan Mr. Louis!" Rehan memberikan ponsel ke arah Daren. Secepat kilat Daren meraihnya.


"Ada apa Tuan?" tanya Daren sambil menatap tajam ke depan.

__ADS_1


"Pabrik Bourgh meledak beberapa menit yang lalu, apa itu ulahmu?" tuding Mr. Louis yang membuat Daren menaikkan satu alisnya.


Pabrik Bourgh adalah pabrik perakit senjata api ternama. Tapi kenapa sampai meledak? Siapa yang berbuat sedemikian rupa, hingga Louis berpikir Daren penyebabnya?


"Aku bahkan baru sampai. Tidak mungkin aku melakukan itu. Itu pabrik, bukankah punyamu?" Daren berucap jujur.


"Apakah orang Nigeria yang menyerangku? Kita kalah cepat Daren. Musuh sudah merusak pabrikku. Dan aku ingin kau merusak akarnya!" perintah Louis yang membuat Daren terdiam sesaat.


"Re, apakah meledaknya pabrik Bourgh ada hubungannya dengan paman Jhon?"


"Masalah itu saya tidak tahu Bos. Tapi menurutku, apa mungkin paman mengkhianati Anda?"


Mendengar itu, Daren kembali berpikir. Dia harus memutar otaknya. Padahal misinya adalah mengajak orang Nigeria bekerja sama. Tapi kenapa Daren disambut dengan masalah besar seperti ini?


"Celaka!" ucap Daren tiba-tiba.


Sepertinya malam ini dia tidak bisa tidur nyenyak. Bendera perang antara komunitas macan tutul dengan orang kulit hitam sudah dikibarkan. Mau tidak mau Daren harus masuk ke dalam masalah lagi.


Sebenarnya Daren masih curiga. Sepertinya ada orang yang sengaja mengadu domba dirinya. Dan urusan ini akan berakhir dengan sangat lama.


'Lupakan dendamku sementara, demi komunitas dan sumber keuanganku. Setelah ini, aku akan berhasil mendapatkan sesuatu yang selama ini aku inginkan. Sampai jumpa lagi Senja,' batin Daren menatap langit. Sementara tangannya menggenggam pistol yang baru disiapkan oleh Rehan barusan.


Saatnya Daren melaksanakan tugas barunya. Dia berharap nyawanya selamat dalam pertempuran besar yang akan terjadi ini.


"Siapapun yang cari mati pada klan kita, jangan pernah kalian biarkan dia selamat. Bunuh dan penggal kepalanya kalau perlu," ucap Daren sambil memberikan instruksi pada anak buahnya.


Semua kebutuhan sudah siap. Setidaknya anak buah Daren di negara ini juga banyak. Mereka adalah komunitas macan tutul. Karena sejatinya Daren terlahir dari negara Indonesia. Di London dia hanya numpang hidup sampai besar saja.


"Bos! Sepertinya dugaanmu benar. Menurut klan sebelah, dia tidak pernah melakukan pengeboman. Tapi seseorang telah memberitahukan kepada mereka lebih dulu, kalau klan macan tutul telah menuduh mereka yang telah berbuat curang!" kata Rehan dan membuat Daren semakin curiga pada paman Jhon.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2