Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Bersatu


__ADS_3

Candu benar - benar tidak bisa menahan kerinduannya selama 4 tahun dengan Senja , wanita yang paling di cintainya.


Senja masih sungkan terhadap Candu untuk itu tidak berani berkata - kata lagi di depannya.


Sedangkan tatapan Candu mengisyaratkan jika dia sudah tidak sabar untuk menyentuh gadis yang saat ini bersamanya.


Meski keduanya pernah berstatus menikah namun menyatakan berpisah sementara kini akan memperbaruinya kembali membina mahligai cinta yang tertunda.


" Awan , Aku akan menikahi Senja lagi agar tidak ada dosa besar di antara kami ". Ucap Candu.


" Aku akan panggilkan Ustadz Akbar , kamu tunggulah sebentar ." Kata Awan.


Senja masuk ke dalam kamarnya lalu teringat pada keberadaan Cahaya , keponakan tersayangnya yang juga di rindukan olehnya .


" Zee , dimana caca ?". Tanyanya pada Zea.


Ya ,saat ini Zea sudah resmi menjadi istri dari seorang Awan dan juga berarti Kakak Ipar dari Senja.


" Dia ada di kamarnya , lo samperin aja siapa tahu bisa jadi kebahagiaan untuknya ". Kata Zea.


Senja segera menghampiri Cahaya untuk menemuinya.


* Cklek*


" Caca ". Teriak Senja.


" Aunty Senja ".


Cahaya memeluk Senja dengan sangat erat bahkan seakan ingin memberitahukan jika selama ini dia sangat merindukan senja.


Cahaya sudah berumur 10 tahun , dia menjadi sosok wanita yang cantik dan jelita .


Keduanya berpelukan melampiaskan kerinduannya selama ini.

__ADS_1


Cahaya menangis dalam pelukan Senja.


" Sayang , ada apa ? kenapa menangis ". Ucap Senja.


" Aku merasa bahagia setelah bertemu dengan aunty ". Ungkap Cahaya.


" Uhh Sayangku , ehh kemana pipi chuby nya sih kok ilang . Tapi ponakan aunty sudah beranjak remaja semakin cantik aja ". Kata Senja.


Beberapa menit kemudian , Zea menghampiri Senja untuk mengatakan jika ustadz Akbar sudah datang .


" Sayang , ayo kita keluar ". Ajaknya pada Cahaya.


" Ehmm ".


Candu sudah tidak sabar untuk menikahi Senja .


Ustadz akbar mulai menuntun Candu untuk mengucap kalimat sakral dengan di saksikan awan sebagai wali dari Senja.


" Kalian sudah sah , Senja sudah bisa pulang ke rumah suaminya ". Kata Awan.


" Hm bagaimana jika menunggu sampai pesta pernikahan ". Seru Senja.


" Apa kamu bilang ? menunggu sampai pesta di mulai ". Sahut Candu .


" Iya kan pestanya 2 hari lagi mas , aku akan tetap disini menemani Caca ". Kata Senja.


Ada raut kekecewaan yang terpampang jelas di wajah Candu.


" Senja , seharusnya kamu tidak boleh berkata seperti itu . Candu adalah suamimu ". Ucap Awan.


" Iya kak , mas bisa kok tinggal disini ". Kata Senja.


" Baiklah yang terpenting bisa bersama kamu ." Ucap Candu.

__ADS_1


Hari sudah semakin malam , Senja masih berada di kamar cahaya menemani sang keponakan.


Sedangkan Candu pusing sendiri menunggu kedatangan Senja yang tak kunjung datang karena dia benar - benar tidak sabar untuk memadu kasih setelah lama terpisahkan .


" Aku sudah tidak tahan lagi menahan kerinduan ini , tapi kenapa dia terlihat santai ." Gumam Candu.


Candu menyusul Senja ke kamar Cahaya yang berada di lantai bawah.


Saat melewati kamar awan dan Zea terdengar suara yang membuatnya terkejut.


" Gilak yang nikah siapa yang bulan madu siapa ? mana suaranya keras lagi , si Zea bener - bener ya . Pasti Awan menyerangnya habis - habisan ". Kata Candu sambil pergi ke kamar Cahaya.


Ternyata Senja ketiduran di kamar Cahaya dengan memeluk keponakannya.


" Pantes saja di tunggu - tunggu kagak nongol - nongol nih , ternyata ketiduran disini ." Kata Candu.


Candu membopong tubuh Senja dengan hati - hati agar Cahaya tidak terbangun dari tidurnya .


Namun Senja malah terbangun ketika berada di gendongan Candu.


" Mas , turunkan aku ". Lirihnya pada Candu.


" Tidurlah lagi ". Titah Candu.


Namun Senja malah melompat dari gendongan Candu , mereka berjalan ke kamar namun ketika melewati kamar awan dan Zea masih saja terdengar suara yang mengejutkan.


" Zea astaga suaranya bikin jantungan banget sih tu anak , mereka lagi apa sih mas pakek mendesah begitu ". Bisik Senja.


" Kakakmu lagi belah duren ". kata Candu.


" Pinter banget belah duren di pertengahan malam seperti ini disaat semua orang pada tidur ". Kata Senja.


" Selanjutnya kita yang akan melakukan hal yang sama untuk menyempurnakan hubungan suami istri kita dan lebih cepat lebih baik ". Kata Candu dengan menarik tangan Senja .

__ADS_1


__ADS_2