
Zea masih kepikiran dengan Senja yang dekat bahkan terlihat seperti mempunyai hubungan lebih dari seorang pacar .
Amel semula menyukai seorang Candu bramasta seketika berubah menjadi tidak respeck lagi .
" Bagaimana cara ngomongnya sama senja ?" . Ucap Amel.
" Jangan sekarang , masa iya kita tega pada senja yang notabene mamanya lagi koma gitu hmm apakah harus minta bantuan Zavir aja yaa ". Kata Zea.
" Loe gila ya , Zavir itu seorang pria !! Loe bayangin aja kalo dia tau si senja dipermainkan sama Ceo sialan itu bahkan aarggg bajingan tengil , buaya darat , kadal darat apalagi ya ". seloroh amel.
" Pengen nampol wajahnya deh tapi dia CEO ditempat kita magang ". Kata Zea.
" Aha .. Pak Surya dan Pak Elang mungkin bisa bantu mengatasi manusia seperti Candu bramasta itu ?" . Ucap Amel.
" Loe bener juga sih , masuk juga tapi kan mereka juga sahabatan dan juga kayaknya bersaing menyukai Senja.. bisa bayangkan aja kalo mereka bertiga bertikai ". Kata Zea sambil membayangkan 3 orang pria saling menonjok .
" Biarin aja sekalian tuh Ceo bajingan pada bonyok ". Ucap Amel.
Mama Senja sudah hampir seminggu masih belum sadar , Senja masih setia menunggu kesadaran mamanya.
Karena Candu hari ini absen untuk itu senja meminta sahabatnya untuk menemani di rumah sakit.
Zea dan Amel kebetulan lagi free dan pengen juga nyamperin Senja dari kemarin.
Kurang lebih 20 menitan mereka sampai di rumah sakit nyamperin senja.
" Senja , gimana keadaan tante shinta ?". tanya Zea.
" Belum ada kemajuan Zee ". lirih senja .
__ADS_1
" Kita doakan saja semoga tante shinta lekas sadar dan bisa ceria lagi ". Ucap Amel.
"Aminnn ". sahut Zea dan Senja secara bersamaan.
Zea menatap Senja dengan penuh selidik hingga membuat bingung .
" Ada apa Zee ? kok lihatnya gitu amat sama gue ". tanya Senja.
" Semalem gue ngimpi lo nikah sama orang ". Kata Zea.
" Ya bagus , daripada nikah sama kambing kan gak bagus ". Jawabnya sambil terkekeh.
" Loe gak nyimpen rahasia dari gue kan Sen, awas yaa kalo sampai bakalan kecewa nih gue ". Ucap Zea.
" Loe apa'an sih Zee , orang lagi bersedih kek gini masih dikecamin segala . Gak ngotak sih Loe ". Ujar Amel.
" Sudah-sudah ". Gumam Senja.
Dia sudah hapal betul dengan sifat Zea yang sudah berbicara ke arah itu.
*
*
*
Awan meminta senja untuk tetap masuk magang mengingat kurang 1 bula lagi akan selesai.
Namun hal itu ditolaknya karena saat ini dia magang di Perusahaan Candu.
__ADS_1
" Jadi kamu magang di Bramasta Group ." Ucap Awan yang terkejut.
" Iya kak ".
" Tapi meskipun begitu tetap konsisten ". Ujar Awan.
" Iya iya kak , lalu bagaimana dengan mama ?". Ucap Senja.
" Ada kakak dan kak Aruna yang akan menjaga mama ".
" Tapi Kak awan harus menghandle perusahaan dan papa harus ke luar negeri mengingat perusahaan cabang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama ". Jelas Senja.
" Kalau kamu bagaimana ? kamu punya suami kan yang harus dilayani dan itu sudah menjadi kewajibanmu ". Ucap Awan.
Senja sudah tidak bisa berkata-kata lagi karena sejak tadi awan selalu mendesaknya .
Ketika Senja akan pulang dari rumah sakit , tidak sengaja bersenggolan dengan Aruni .
" Aduhh ". Rintih Aruni.
" Maaf aku tidak ------ kamu ". Senja terkejut saat melihat Aruni.
" Apa ? kalok jalan usahakan pakai mata ya jangan pakai dengkul ". Kecam Aruni.
" Hari ini gue gak mau berdebat sama loe , minggir gue mau lewat ". Ucap Senja.
Aruni sudah geram pada senja yang tidak punya sopan santun .
Saat ini belva dan panji pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya.
__ADS_1
Kebetulan Aruni yang bertugas saat ini sehingga keduanya bertemu.