
Awan mulai memperhatikan adiknya yang sepertinya terlihat gelisah.
" Katakan apa yang ingin kamu katakan pada kakak , jangan sungkan ".
" Sebenarnya aku , aku ingin ke luar negeri dan kuliah disana kak ". Ucap Senja.
" Apa , ka--kamu akan pergk ke luar negeri ". Awan terkejut mendengarkannya.
" Aku tidak ingin selalu terbayangkan rasa sakit ini kak , aku sudah tidak kuat lagi untuk hidup disini dan menderita seperti ini ". Lirih Senja.
" Kamu masih berstatus istri Candu , dia lebih berhak segalannya atas kamu ". Gumam Awan.
" Tapi nyatanya dia telah menyakitiku kak , aku sudah lelah . Percuma saja aku ingin meminta pisah tapi tidak akan pernah di setujui oleh nya ". Ucap Senja dengan terbawa emosi.
" Apa kamu sudah memikirkannya dengan matang untuk pergi ." Awan sekali lagi meyakinkan Senja.
" Yakin kak , karena aku tidak akan hidup seperti ini terus menerus dan biarkan aku terbang bebas kakak ". Kata Senja.
Awan menghela nafasnya , hingga saat ini pun tidak ada kabar dari Candu tentang kebenarannya.
Awan terpaksa memberikan izin untuk adiknya pergi terbang ke Luar negeri meneruskan kuliahnya.
Zavir dan Zea sudah mempersiapkan segalanya untuk kepergian Senja ke Luar Negeri bersama Zavir.
__ADS_1
Sebelum pergi mereka menghabiskan waktu di sebuah cafe yang dekat dengan pantai.
" Senja , besok semuanya sudah di atur dan berpamitlah pada Kakakmu ". Ujar Zavir.
" Kenapa kalian akan pergi secepat itu , mana sendirian lagi di dalam negeri ." Keluh Zea.
" Kalo lo mau ikut ayokk ". Zavir memberi tawaran pada Zea.
" Mana mungkin , mama gue pasti ngedumel dari pagi sampek malem dan seterusnya begitoo taukk ahh bakal rindu sama kalian ". Ucap Zea.
" Kita akan selalu kontak dan jangan pernah los kontak ". Kata Senja.
" Senja gue udah daftarin lo ke kampus yang sesuai dengan jurusan lo kok untuk asrama juga sudah di siapkan . Lo disana akan temani temen gue ". Jelas Zavir.
" Alaaahhh temen apa temen sihh ". Goda Zea.
" Ehemmmm sudahlah , mari kita menikmati semua makanan dan minuman ini ." Kata Senja.
Malam ini Senja tidak pulang ke rumah Zea bahkan tidak juga ke rumah Zavir .
Dia memilih menginap di kos - kosan amel yang tidak dapat di jangkau oleh siapapun.
Pagi harinya , Senja berpamitan pada Amel jika dia akan segera pergi berpindah .
__ADS_1
" Senja , lo yakin mau pindah kuliah . Laki lo tuh ganteng , kaya mau di tinggal begitu ajah kan sayang banget jadinya ". Ucap Amel.
" Ya sudah gue mau berangkat dulu ya tuh Zavir sama Zea udah nungguin ." Kata Senja.
Zavir mengantarkan Senja untuk berpamitan ke kakaknya.
Pagi ini keluarga bramasta berkumpul untuk makan pagi dan pembantu mereka terkejut kala tidak menemukan Senja.
" Loh den , Nona Senja mana kok gak bareng aja sekalian sarapannya ". Kata pembantu .
" Senja belum pulang bi masih menemani kakaknya ". Jawab Candu.
" Candu sebaiknya kamu segera selesaikan masalah kalian dan bawa Senja pulang ". Sahut Mama Rani.
" Lo tapi kemarin Nona Senja pulang kesini kok den bawa tas besar gitu dan juga bilang kalau mau ikut kemah di kampusnya ". Jelas Pembantu keluarga bramasta.
" Apa !! Senja kemari bi , kapan ? dan kenapa bibi baru mengatakannya ". Cecar Candu.
Seketika semua orang terhenti untuk sarapan karena Candu mengecek semua barang milik Senja yang berada di kamarnya.
Dan ternyata benar jika Senja sudah mengambil semua barang miliknya hingga lemari khusus untuknta kosong.
" Candu !! Bagaimana ?". tanya Mama Rani.
__ADS_1
" Dia memang benar - benar kemari maa ?". Lirih Candu yang sudah tidak berdaya lagi.
Candu benar - benar merasa masalahnya cukup rumit dan menyesali semua tindakan bodohnya dengan berhubungan dengan Aruni di kala sudah menikah dengan Senja .