Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Angin


__ADS_3

Sesi Wawancara telah selesai , Selanjutnya adalah Pemilihan Tempat KKN .


Berdasarkan Nilai dan Juga Kriteria maka akan menjadi Penentu.


Mahasiswa tidak boleh memilih tempat Magangnya sendiri melainkan dipilihkan oleh Pihak Kampus.


Kebetulan Bramasta Group membuka lowongan untuk Anak Magang karena saat ini juga membutuhkan.


" Eh.. Bramasta Group cuma membutuhkan 5 orang saja . Diambil dengan Nilai Tertinggi dan Penampilan terbaik ". Kata Mahasiswa lainnya.


" Mereka juga menyediakan Mess buat anak rantau , Pesangon , uang makan untuk anak Magang ? itu mah Cocok sama Gue ".


Zea dan Amel pun tak kalah dari mereka yang heboh .


" Dulu kita pernah gagal tapi tahun depan pokoknya harus bisa masuk ke Bramasta Group ". Antusias Amel.


" Halahhh Holiday yang terpenting jangan mikirin Magang masih lama juga ".


" Yaa , tapi bisa Usaha kan Sen . Lo mah gak perlu diragukan lagi sudah pasti masuk lewat jalur Nilai bahkan Dalam segi Penampilanpun tetap aja masuk ". Lanjut Amel.


" Kalian mau masuk lewat Jalur Penampilan yaa.. hahahaha berasa kek Penilaian Model aja ". Ledekku.


" Hussshh Pokoknya Gue juga harus masuk biar bisa dapat Pesangon mayan kan ". Sahut Zea.


" Males banget bareng kalian berdua lagi dan lagi ". Keluhku.


" Senjaaaaa ". Amuk Zea.


" Canda... lagian gak bosen apa ". Ungkapku.


" Disana banyak Bagian kan siapa tau kita gak bareng meski dalam satu Wilayah , Kan tau sendiri Bramasta Group Luasnya kek apa ". Ujar Amel.

__ADS_1


" Ditambah Ceonya Zuper Tampan meski cuek tetap aja gak merubah ketampanannya justru semakin Mainly gitu ". Kata Zea yang memuji Mas Candu.


Ngomong-ngomong Mas Candu juga belum ada tanda untuk kembali .


Aku merindukan kala dia sedang menggodaku bahkan sifatnya yang tidak tahu malu itu.


Saat pulang sekolah , Kulihat Kak Bayu sepertinya sedang menungguku di Parkiran .


" Zee , Ada Kak Bayu tuh . Gue nebeng Loe ya naik motor ". Kataku sambil memohon.


" Oke , Tapi dia mau apalagi sih ".


" Ambil motor lo jangan sampai ngelihat gue males banget berurusan sama Buaya Kampus ".


" Hahahah Buaya Kampus dasar Lo sen , ada-ada aja ".


Terpaksa aku harus nebeng naik motor bareng Zea untuk menghindari Kak Bayu , Parkir Motor berada paling barat sedangkan Parkir Mobil ada di Ujung Timur jadi aman.


" Oke ".


Ponselku berdering rupanya dari Mas Candu.


Aku ingin menerima Panggilan itu namun sepertinya segera ku setel mode Silent saja karena saat ini sedang bersama Zea.


" Lo itu ya Sen , Hobby banget ngerijek panggilan ".


" Gausa banyak ngomong , Fokus nyetir saja jangan sampai kek dulu lagi nyungsep ke dalam Selokan . Sakit sih enggak cuma malunya itu ".


Zea melajukan Motornya Ke Pom lalu ke Tempat cuci motor.


" Lama gak kesini mbak Zea ". Kata Kang Cucinya.

__ADS_1


" Iya pak sibuk ".


" Lo duduk sana dulu kalo haus tuh ada Air keran ".


" Sembarangan lo Zee ".


" Hahahhaha ".


Aku duduk ditempat tunggu sedangkan si Zea masih belum selesai ngobrol sama Kang Cucinya.


" Mbak Zee , itu siapa namanya ? Mana cantik pisan ". Kata salah satu Kang Cucinya yang cukup muda dan tampan.


" Anak Konglomerat dia dan gak selevel kita Bapaknya tuh Presdir Wijaya Corp ".


" Pantes aja cantiknya berbeda kayak ada pancaran gitu... hehehhe ".


" Pokoknya nanti abis dicuci , cat aja sekalian biar kinclong ".


Sepertinya si Zea cukup akrab dengan mereka semua bahkan namanya aja banyak yang kenal.


Dia menghampiriku mungkin gak enak hati membiarkanku sendirian walau kenyataannya ada orang lain di sebelahku.


" Eh Sen , Kita nyari Angin yuk ". Kata zea.


" Ngapain Angin di cari ".


" Yaa , Daripada disini membosankan ".


" Gue uda telpon sopir rumah entar lagi juga nyampek , Gue ngantuk Zee ".


" Gue kira lo bakal nungguin hmm oke ".

__ADS_1


__ADS_2