
" Bukankah jika kamu mengeksposku harusnya itu juga -----?".
" Jika begitu lupakan , Aku akan mencari Informasi lainnya saja ". Jawabku .
" Jadi sifat aslimu seperti ini ? Lumayan juga".
" Aku lelah , mau balik ke kamar saja ".
" Balik kemana ? ini kamarmu juga , tidurlah disini denganku ".
" Enggak ".
" Kenapa ? Kamu takut di apa-apain sama aku Haahh Ketakutan macam apa itu ?".
" iihh napa jadi nyebelin sih , Siapa juga yang takut sama kamu ?".
" Jadi ? ".
" Apanya yang jadi ? Pokoknya aku mau balik , besok aku tidur dirumah kok gak disini lagi . Lagian kenapa kamu bisa nginep disini juga hm jangan-jangan ?". Aku berusaha menangkap kecurigaan.
" Apa ? yang jelas halal saja belum aku apa-apakan , Buang Pikiran Kotormu itu ".
" Ohh, Ya sudah aku mau balik ".
" Tunggu , mana Ponselmu ? "
Aku lupa jika Ponsel yang diberikan olehnya ketinggalan di Kamarku dan Ponsel yang kubawa adalah Milikku yang lama.
" Nih , Ponsel yang dibelikan kamu ketinggalan di rumah tadi . Maaf sekali lagi ?".
Mas Candu mengetikan nomornya di Ponselku .
" Tidak ada kata Lupa lagi dan aku tidak mau kamu meminta maaf terus-terusan bisa jadi kebiasaan ". Nasehatnya padaku.
__ADS_1
" Iyaa ".
Aku melangkahkan kaki menuju ke arah pintu keluar dari ruangan ini namun lagi-lagi Mas Candu menahanku,
" Kau melupakan sesuatu ".
Sejenak aku menoleh ke arahnya dan mulai mendekatinya lagi.
*Cup*
Aku mencium pipinya karena kedua tangannya sudah nyaman bertengger didalam saku celananya itu.
Selepas kepergianku , Dia mengirim Pesan Whats App padaku.
Isi Pesan WA
Hubby : Aku suka dengan perlakuanmu , terima kasih .
" Ehmm.. Lo kenapa ? Datang-datang seperti kesambet ". Ujar Zea dengan suara Paraunya .
" Gue uda menyelesaikan tugas , Zee besok aku harus pulang ".
" Oh, mentang-mentang uda selesai jadi mau meninggalkan kita gitu ".
" Ya , Ada sesuatu yang penting . Kalo Lo mau ngopy punya gue nih tapi jangan ngeplek ketiplek . Bisa berabe entar urusannya sama Pak Reo ".
" Cihh , Lo nawar kan ".
" Buat apa ? Kalo gak mau yaa sudahlah . Aku ngantuk ."
Jam sudah menunjukkan Pukul 12 malam saatnya istirahat dan tidur meraih mimpi , Semoga bermimpi dengannya .
Ponselku berdering tidak berhenti , Aku terheran padahal tidak memasang Alarm.
__ADS_1
" Duh Senjaa... Hp Lo bunyi terus tuh ? Lo pasang Alarm yaa ." Rancau Zea .
Aku meraih Ponselku yang berada di Nakas Hotel.
" Astaghfirllahalladzim, ini sudah memasuki waktu shubuh ".
Aku segera mandi dan menunaikan Sholat Shubuh.
Selesai Sholat Shubuh kubangunkan si Zea ,
" Zea Ramadhani bangun !!! Ayo sholat ". Teriakku ke cuping telinganya.
" Yakk... Senja Lo apa'an sih . Kek Toa masjid aja ".
" Ayo mandi , Sholat ... ingat yaa Sholat itu Wajib ".
" iihh Lama - Lama Lo mirip Ustadzah aja deh , iyaa --yaa gue mandu ".
Ketika Zea masuk ke kamar mandi , Aku langsung melihat Ponsel kembali.
" Maafkan Senja ya Mas , Terima Kasih sudah membangunkan Senja ". Itu Kata-kataku yang akan dikirim ke Ponsel Mas Candu.
Sepagi ini jantungku sudah berdebar-debar seakan sedang melakukan olahraga.
*Cklek*
Aku melihat Zea menggeleng-gelangkan Kepalanya karena mungkin melihatku.
Apa yang terjadi padaku ? Apakah aku mulai menyukai Sosok Pria yang menjadi Suamiku itu.
Kami hanya 3 hari bertemu dan bersama namun Perasaan ini , Aku menyadari jika Suamiku ini termasuk Pria yang taat beribadah.
Dan Seketika dipikiranku terlintas sesuatu yang begitu Intim.
__ADS_1