Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Berdebar


__ADS_3

" Bukankah jika kamu mengeksposku harusnya itu juga -----?".


" Jika begitu lupakan , Aku akan mencari Informasi lainnya saja ". Jawabku .


" Jadi sifat aslimu seperti ini ? Lumayan juga".


" Aku lelah , mau balik ke kamar saja ".


" Balik kemana ? ini kamarmu juga , tidurlah disini denganku ".


" Enggak ".


" Kenapa ? Kamu takut di apa-apain sama aku Haahh Ketakutan macam apa itu ?".


" iihh napa jadi nyebelin sih , Siapa juga yang takut sama kamu ?".


" Jadi ? ".


" Apanya yang jadi ? Pokoknya aku mau balik , besok aku tidur dirumah kok gak disini lagi . Lagian kenapa kamu bisa nginep disini juga hm jangan-jangan ?". Aku berusaha menangkap kecurigaan.


" Apa ? yang jelas halal saja belum aku apa-apakan , Buang Pikiran Kotormu itu ".


" Ohh, Ya sudah aku mau balik ".


" Tunggu , mana Ponselmu ? "


Aku lupa jika Ponsel yang diberikan olehnya ketinggalan di Kamarku dan Ponsel yang kubawa adalah Milikku yang lama.


" Nih , Ponsel yang dibelikan kamu ketinggalan di rumah tadi . Maaf sekali lagi ?".


Mas Candu mengetikan nomornya di Ponselku .


" Tidak ada kata Lupa lagi dan aku tidak mau kamu meminta maaf terus-terusan bisa jadi kebiasaan ". Nasehatnya padaku.

__ADS_1


" Iyaa ".


Aku melangkahkan kaki menuju ke arah pintu keluar dari ruangan ini namun lagi-lagi Mas Candu menahanku,


" Kau melupakan sesuatu ".


Sejenak aku menoleh ke arahnya dan mulai mendekatinya lagi.


*Cup*


Aku mencium pipinya karena kedua tangannya sudah nyaman bertengger didalam saku celananya itu.


Selepas kepergianku , Dia mengirim Pesan Whats App padaku.


Isi Pesan WA


Hubby : Aku suka dengan perlakuanmu , terima kasih .


" Ehmm.. Lo kenapa ? Datang-datang seperti kesambet ". Ujar Zea dengan suara Paraunya .


" Gue uda menyelesaikan tugas , Zee besok aku harus pulang ".


" Oh, mentang-mentang uda selesai jadi mau meninggalkan kita gitu ".


" Ya , Ada sesuatu yang penting . Kalo Lo mau ngopy punya gue nih tapi jangan ngeplek ketiplek . Bisa berabe entar urusannya sama Pak Reo ".


" Cihh , Lo nawar kan ".


" Buat apa ? Kalo gak mau yaa sudahlah . Aku ngantuk ."


Jam sudah menunjukkan Pukul 12 malam saatnya istirahat dan tidur meraih mimpi , Semoga bermimpi dengannya .


Ponselku berdering tidak berhenti , Aku terheran padahal tidak memasang Alarm.

__ADS_1


" Duh Senjaa... Hp Lo bunyi terus tuh ? Lo pasang Alarm yaa ." Rancau Zea .


Aku meraih Ponselku yang berada di Nakas Hotel.


" Astaghfirllahalladzim, ini sudah memasuki waktu shubuh ".


Aku segera mandi dan menunaikan Sholat Shubuh.


Selesai Sholat Shubuh kubangunkan si Zea ,


" Zea Ramadhani bangun !!! Ayo sholat ". Teriakku ke cuping telinganya.


" Yakk... Senja Lo apa'an sih . Kek Toa masjid aja ".


" Ayo mandi , Sholat ... ingat yaa Sholat itu Wajib ".


" iihh Lama - Lama Lo mirip Ustadzah aja deh , iyaa --yaa gue mandu ".


Ketika Zea masuk ke kamar mandi , Aku langsung melihat Ponsel kembali.


" Maafkan Senja ya Mas , Terima Kasih sudah membangunkan Senja ". Itu Kata-kataku yang akan dikirim ke Ponsel Mas Candu.


Sepagi ini jantungku sudah berdebar-debar seakan sedang melakukan olahraga.


*Cklek*


Aku melihat Zea menggeleng-gelangkan Kepalanya karena mungkin melihatku.


Apa yang terjadi padaku ? Apakah aku mulai menyukai Sosok Pria yang menjadi Suamiku itu.


Kami hanya 3 hari bertemu dan bersama namun Perasaan ini , Aku menyadari jika Suamiku ini termasuk Pria yang taat beribadah.


Dan Seketika dipikiranku terlintas sesuatu yang begitu Intim.

__ADS_1


__ADS_2