
Setelah kematian Papa Senja , Keluarga Wijaya kini sudah beralih pada Aruna karena dia telah merampas segalanya dari keluarga Wijaya.
Awan sungguh tidak menyangka jika Aruna melakukan hal yang sangat keji.
" Silahkan keluar darisini karena rumah dan seluruh isinya adalah milikku ". Ketus Aruna.
" Kak Aruna sudah tidak waras , rumah ini adalah peninggalan keluarga kami ". Kata Senja.
" Rumah ini sudah sah menjadi milikku coba lihat Sertifikat ini dan Perusahaan juga menjadi milikku , hahahahha kalian keluarga bodoh ". Olok Aruna.
" Jadi selama ini kamu menghianatiku Aruna , sungguh tidak menyangka ". Sahut Awan.
Tiba-tiba seorang pria yang seusia dengan awan datang .
" Sayang ?". panggilnya pada Aruna.
" Rendi !!!". Pekik Awan.
" Awan .. bagaimana rasanya ditikam dari belakang ? rasakan semua pembalasan dariku ". Ucap Rendi.
Senja segera mendekati kakaknya agar tetap kuat menghadapi Aruna maupun Rendi , ternyata dalang dari semua kehancuran keluarga Wijaya adalah mereka .
Bahkan lebih menyakitkan lagi jika Cahaya atau caca ternyata bukan anak kandung Awan melainkan anak kandung Aruna dan Rendi.
Rendi adalah sepupu awan dan Senja , dia adalah anak dari adik papa senja yang merasa sakit hati karena tidak sepeserpun harta diberikan padanya.
Rendi tidak tau diri , padahal segala harta dan perusahaan dirintis langsung oleh Kedua orang tua Senja .
Bukan warisan dari kakek dan nenek mereka namun Rendi yang tamak dan licik telah merampas dengan paksa.
Senja tidak ingin pergi karena rumah ini adalah kenang-kenangan dari kedua orang tuanya.
" Adik manis , bukankah kau telah menikah dengan keluarga yang kaya . Kenapa tidak pulang kesana saja dan bawa kakakmu yang bodoh ini ,. hahahaha ". Ucap Rendi yang membuat Awan murka.
__ADS_1
" Jaga ucapanmu , semoga yang maha kuasa membalas perbuatan kalian terutama untuk wanita hina seperti kamu Aruna , Sungguh menjijikan selama ini aku telah berhubungan dengan seorang wanita kotor !!!". Kecam Awan.
" Kamu pikir aku perduli dengan perkataanmu , hehehe dasar pria bodoh ". Oloknya.
" Silahkan angkat kaki dari rumah ini !! ". Kata Rendi dengan Ketus.
Awan membawa senja pergi karena tidak ingin terlarut dalam emosi yang tidak berguna .
Entah kemana mereka akan pergi , ditengah jalan terluntang-lantung.
" Kakak , kita akan kemana lagi ". Lirih Senja.
" Sementara kita ke masjid depan itu ya , kita harus sabar . Ini Ujian untuk kita pokoknya harus kuat ". Ucap Awan dengan menyemangati adiknya.
Senja dan Awan beristirahat di mesjid yang cukup luas .
" Kak , aku lapar ". Ucap senja seraya memegangi perutnya.
Ketika dalam perjalanan , Zavir melihat senja bersama kakaknya awan.
*Tintin*
Seketika keduanya terhenti karena mendengar suara klakson mobil.
" Senja ". panggil Zavir.
" Za--Zavir ". Balasnya.
Zavir segera turun untuk menghampiri Senja yang tengah malam masih berada dalam perjalanan.
" Kalian mau kemana ? ayo aku akan mengantarkan kalian pulang ". Kata Zavir.
Keduanya hanya terdiam bahkan tidak ada yang mengeluarkan suara apapun.
__ADS_1
" Ada apa sebenarnya dengan kalian ? Senja , Kak Awan ada apa ?." Tanya sekali lagi.
" Kami sedang mendapat musibah jadi yah seperti inilah ". Sahut Awan .
" Musibah !". Zavir terkejut.
Awan tidak mengatakan yang sebenarnya karena merasa malu dengan perilaku istrinya.
Senja sangat berubah , tidak ada satu kata apapun yang keluar dari mulutnya.
" Senja , dimana suamimu ?". tanya Zavir pada Senja.
" Kami semua sedang mendapat ujian kehidupan jadi mau tidak mau harus dilalui ". Ujar Awan.
" Musibah , Ujian . Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan kalian ? Senja , mengapa kamu hanya diam saja ". Cecar Zavir.
Senja seketika menangis kejer dan memeluk awan dengan erat.
" Senja ". Zavir panik.
Zavir segera memberitahukan pada Zea jika saat ini kemungkinan Senja sangat membutuhkannya.
Zavir mengeshare lokasi keberadaannya sekarang dan Zea segera menghampirinya walaupun tengah malam.
Kedatangan Zea benar-benar membuat Senja terkejut dan langsung memeluknya.
" Senja ada apa ? kak , mengapa tengah malam gini kalian berada diluar ". tanya Zea.
" Dek Zea , kami sedang membutuhkan tempat untuk istirahat sementara . Aku menitipkan senja padamu bolehkah ?". Gumam Awan.
" Baiklah kak , Senja biar aku saja yang membawanya ". Kata Zea.
" Aku akan mengantar kalian , biar motor kamu dibawa kak awan saja ". Kata Zavir.
__ADS_1