
Pagi hari sekali Candu pergi ke rumah Zea untuk memastikan keadaan istrinya .
Tanpa rasa canggung dia mendatangi rumah Zea .
*Toktoktok*
Kakak perempuan Zea membukakan pintu, betapa terkejutnya saat melihat seorang pria muda yang tinggi , sangat tampan dan rapi bahkan wangi.
Dia masih terhanyut dalam pandangan kepada Candu.
" Assalamualaikum ". ucap Candu.
" Iya , walaikumsalam . Kamu ganteng sekali mana harum lagi hmm ... ". Kata kakak Zea.
" Zea ada ". Kata candu.
" Zea !! Kamu pacarnya Zea ya ". Ungkap Kakak Zea.
" Bu--- ."
Candu belum menjawab perkataan dari Kakak Zea karena dia langsung bergegas kebelakang entah apa yang dilakukan olehnya.
Kakak Zea datang lagi menghampiri Candu namun kali ini membawa Mamanya.
" Itu ma , pacarnya adek ". tunjuk kakak zea ke arah candu.
" Astaga yak ampun nak , kamu sangat tampan . Zia kenapa kamu tidak menyuruhnya masuk kedalam hah ". ujar mama zea.
" Ya , hehe maaf ma ".
Mereka mempersilahkan Candu untuk masuk , kebetulan Zea dan Senja akan berangkat ke kampus karena masa magang akan selesai .
__ADS_1
" Senja ". Panggil candu.
" Ahh Zea , gue --- gue duluan yaa ". Kata Senja yang langsung pergi begitu saja.
" Ehh Senja tungguin gue lah ". Zea mengejar Senja.
Begitupun dengan Candu yang juga mengejar Senja.
Mereka bertiga saat ini saling kejar mengejar.
" Gilak gilak pagi-pagi udah berolah raga lari aja , nih laki bini teraneh yang pernah kutemui selain di sinetron ". Gumam Zea sambil berlari mengejar Senja.
" Senja !!". Teriak Candu.
Senja sudah berlari sangat kencang hingga Candu dan Zea tertinggal lumayan jauh.
" Hah hah hah.. si senja kek atlet aja deh , heran gue ". Gumam Zea yang mengangsur.
Senja tetap berlari tidak menghentikan langkahnya hingga menghentikan sebuah taksi.
" Waduhh.. gue harus sembunyi nih sebelum pak candu menginterogasi ". Ucap Zea.
Ketika Zea akan menghindari Candu namun ketahuan maka tidak bisa lagi berkutik.
" Mau kemana ? tetap disana jika ingin nilai magangmu terlampaui ." Ujar Candu.
Senja benar-benar tidak bisa pergi lagi karena Candu sudah menahannya.
Senja sengaja menghindar dari Candu karena tidak ingin melihatnya lagi bahkan rasanya ingin menyudahi hubungannya.
Di kampus Senja bertemu lagi dengan Reonald sang Dosen killer .
__ADS_1
" Senja ". Panggil Reo.
" Pak Reo , ada apa pak ?". tanya senja.
" Tumben hanya sendirian saja kemana teman-temanmu ".
" Mereka masih dalam perjalanan pak , oh iya magang akan segera berakhir jika seandainya hari ini saya menyelesaikannnya bolehkah ". tanya Senja.
" Boleh saja asal nilaimu lumayan ". Jawab Reo.
" Jika sebaliknya bagaimana pak karena saya tidak kompeten ". Ujar Senja.
" Kamu ini bintang kampus mana mungkin tidak bisa kompeten , sudah jangan merendahkan diri ". Ucap Reo.
" Lama tidak berjumpa pak reo sepertinya udah berubah saja ". Kata Senja.
" Iya karena aku hanya akan berubah jika berbicara dengan calon makmum saya ". Kata Reo dan langsung pergi begitu saja.
Senja masih belum mengerti dengan pengucapan dari Reo , padahal sudah sangat jelas jika Reo sengaja mengungkapkan perasaannya.
Beberapa menit kemudian Zavir datang dan menghampiri Senja.
" Senja , tunggu !!". Panggil Zavir.
Senja menoleh ke arah Zavir yang sedang mengejarnya.
" Kata kak Awan nanti pulang dari kampus lo bisa ikut gue ". Kata Zavir.
" Baiklah , terima kasih ".
Senja melihat Zea sedang berjalan beriringan dengan Candu hingga membuatnya harus bersembunyi.
__ADS_1
" Zavir ayo ikut gue sekarang ". Kata Senja dengan menarik tangan Zavir.
" Ada apa sih sen ?". Ucap Zavir .