
Pria yang berstatus sebagai Suamiku ternyata sangat Posesif membuatku risih , kala ada Pria lain yang menyapa padahal hanya menyapa tidak menggoda sudah menghajarnya sampai babak belur.
Kini sisi dari Candu Bramasta yang tidak aku ketahui mulai terbuka dengan sendirinya .
" Dek, Kamu mau kemana lagi . Ayo pulang ". Pintanya dengan Tatapan Tajam .
" Aku itu belum selesai Jogging . Kamu ngapain sih mas nggebukin orang segala bikin malu tau gak sih ".
" Kalo masih gak mau pulang aku paksa nih ". Ancamnya.
" Tetep enggak mau ".
Aku meneruskan apa yang sudah menjadi Kegiatanku hari ini yaitu Jogging.
Ditengah-tengah Perjalanan sungguh tak menyangka jika Mas Candu melakukan hal yang terduga.
Dia menggendongku bagai Karung beras saja , Sungguh memalukan .
Mengapa aku malah berharap digendong ala - ala Bridal syle gitu.
" Mas Turunkan aku !!!". Aku berteriak sambil memukul dada bagian belakangnya .
Dia sama sekali tidak menghiraukan teriakanku .
" Loh , Candu ada apa ini ? Ayo turunkan Mantu mama jangan sampai lecet sedikitpun yaa awas saja nanti kalo sampai lecet ". Ujar Mama Rani.
" Mending kamu jangan jogging lagi karena tidak baik untukku ".
" Candu ? Katakan ada apa sebenarnya ".
" Anak mama ini bikin malu , Senja itu lagi Jogging maa malah dipaksa pulang kek karung beras lagi gak ada Romantis-Romantisnya ". Ungkapku yang bikin Mama Rani menahan tawanya.
" Oh , Pengen di Romantisin ".
*Muahhh*
__ADS_1
" Astaga Candu , Kalau mau cium-ciuman jangan disini dong ". Kata Mama sambil masuk ke dalam rumah dan tidak bisa menahan tawanya.
Sedangkan aku sungguh sudah terlalu kesal dengan Perilakunya yang lagi-lagi membuat Malu.
" Kenapa tuh Wajah ditekuk-tekuk gitu apa masih kurang ?." Godanya lagi.
" Sampai nyentuh pipiku lagi ku tonjok wajah tampanmu itu mas ..argggghh ".
Selepas mengancamnya aku pergi ke dalam untuk bersiap-siap Sarapan dan Pergi ke Kampus.
" Ternyata dia semakin cantik kalo sedang kesal , menggemaskan ". Kata Mas Candu yang masih samar-samar kudengar.
Didalam Kamar.
" Pasangin dong , biar jadi Istri Sempurna ".
" Aku gak bisa masangin Dasi ".
" Ya belajarlah lihat nih ."
Mas Candu memperlihatkan cara memasang dasi yang baik dan benar.
" Hah, Dasinya ?".
" Ya Dasinya sangat Tampan sekali menggemaskan juga ".
" Menyindirku yaa ". Jawabnya dengan senyum simpul yang menggoda.
" Lama-lama kebuka juga Topengnya ". Ungkapku.
" Ehh Maksutmu Topeng apa ?". Mas Candu mulai Penasaran.
" Enggak , Cuma salah bicara aja ". Elakku.
" Ini bukan Topeng , Asli Wajah Tampan Candu Bramasta ".
" Aku laper mas , Ayo kita sarapan dulu ". ajakku.
__ADS_1
Selepas Sarapan bersama , Mas Candu menyusulku dan mau mengantar ke Kampus.
" Mulai hari ini Pergi dan Pulangnya aku jemput ".
" Iya Pak Sopir ?".
" Hah Apa katamu !! Sopir ?". Merasa tidak terima dikatain Sopir.
" Iyaa , Pekerjaan seorang Sopir itu apa ?" .
" Menyetirlah kamu kira Pekerjaan Sopir itu menciummu ."
" Kenapa jadi kesana sih ? Gak nyambung ".
" Ya karena Sopir ini harus melakukannya ".
Tiba-tiba menarik Kepalaku dan mencium Pipiku.
*Muahhh*
" Huhhh dasar... Ayo jalan Pak Sopir ".
" Kurang enak di dengar ".
" Ayo Jalan Pak Sopir yang Tampan dan menyebalkan ".
" Hah,.. Baiklah Sayangku ".
Aku semakin berani nyerocos karena dia juga begitu jadi diantara kami sepertinya sudah tidak saling jaim-jaiman seperti Awal Pertemuan.
Kami selalu berdebat namun hal itu membuatku ingin tertawa sendiri kala mengingatnya.
Kami sudah sampai di Kampus dan lagi-lagi dikejutkan dengan perbuatannya pagi ini.
Bisa-bisanya dia mencium bibirku disaat tangan ini mulai membuka Pintu Mobil.
" ini akan jadi kebiasaan kita setiap berjumpa , Oke ?".
__ADS_1
" Tauk ahh ".