Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Karung beras


__ADS_3

Pria yang berstatus sebagai Suamiku ternyata sangat Posesif membuatku risih , kala ada Pria lain yang menyapa padahal hanya menyapa tidak menggoda sudah menghajarnya sampai babak belur.


Kini sisi dari Candu Bramasta yang tidak aku ketahui mulai terbuka dengan sendirinya .


" Dek, Kamu mau kemana lagi . Ayo pulang ". Pintanya dengan Tatapan Tajam .


" Aku itu belum selesai Jogging . Kamu ngapain sih mas nggebukin orang segala bikin malu tau gak sih ".



" Kalo masih gak mau pulang aku paksa nih ". Ancamnya.


" Tetep enggak mau ".


Aku meneruskan apa yang sudah menjadi Kegiatanku hari ini yaitu Jogging.


Ditengah-tengah Perjalanan sungguh tak menyangka jika Mas Candu melakukan hal yang terduga.


Dia menggendongku bagai Karung beras saja , Sungguh memalukan .


Mengapa aku malah berharap digendong ala - ala Bridal syle gitu.


" Mas Turunkan aku !!!". Aku berteriak sambil memukul dada bagian belakangnya .


Dia sama sekali tidak menghiraukan teriakanku .


" Loh , Candu ada apa ini ? Ayo turunkan Mantu mama jangan sampai lecet sedikitpun yaa awas saja nanti kalo sampai lecet ". Ujar Mama Rani.


" Mending kamu jangan jogging lagi karena tidak baik untukku ".


" Candu ? Katakan ada apa sebenarnya ".


" Anak mama ini bikin malu , Senja itu lagi Jogging maa malah dipaksa pulang kek karung beras lagi gak ada Romantis-Romantisnya ". Ungkapku yang bikin Mama Rani menahan tawanya.


" Oh , Pengen di Romantisin ".


*Muahhh*

__ADS_1


" Astaga Candu , Kalau mau cium-ciuman jangan disini dong ". Kata Mama sambil masuk ke dalam rumah dan tidak bisa menahan tawanya.


Sedangkan aku sungguh sudah terlalu kesal dengan Perilakunya yang lagi-lagi membuat Malu.


" Kenapa tuh Wajah ditekuk-tekuk gitu apa masih kurang ?." Godanya lagi.


" Sampai nyentuh pipiku lagi ku tonjok wajah tampanmu itu mas ..argggghh ".


Selepas mengancamnya aku pergi ke dalam untuk bersiap-siap Sarapan dan Pergi ke Kampus.


" Ternyata dia semakin cantik kalo sedang kesal , menggemaskan ". Kata Mas Candu yang masih samar-samar kudengar.


Didalam Kamar.


" Pasangin dong , biar jadi Istri Sempurna ".


" Aku gak bisa masangin Dasi ".


" Ya belajarlah lihat nih ."


Mas Candu memperlihatkan cara memasang dasi yang baik dan benar.


" Hah, Dasinya ?".


" Ya Dasinya sangat Tampan sekali menggemaskan juga ".


" Menyindirku yaa ". Jawabnya dengan senyum simpul yang menggoda.


" Lama-lama kebuka juga Topengnya ". Ungkapku.


" Ehh Maksutmu Topeng apa ?". Mas Candu mulai Penasaran.


" Enggak , Cuma salah bicara aja ". Elakku.


" Ini bukan Topeng , Asli Wajah Tampan Candu Bramasta ".


" Aku laper mas , Ayo kita sarapan dulu ". ajakku.

__ADS_1


Selepas Sarapan bersama , Mas Candu menyusulku dan mau mengantar ke Kampus.


" Mulai hari ini Pergi dan Pulangnya aku jemput ".


" Iya Pak Sopir ?".


" Hah Apa katamu !! Sopir ?". Merasa tidak terima dikatain Sopir.


" Iyaa , Pekerjaan seorang Sopir itu apa ?" .


" Menyetirlah kamu kira Pekerjaan Sopir itu menciummu ."


" Kenapa jadi kesana sih ? Gak nyambung ".


" Ya karena Sopir ini harus melakukannya ".


Tiba-tiba menarik Kepalaku dan mencium Pipiku.


*Muahhh*


" Huhhh dasar... Ayo jalan Pak Sopir ".


" Kurang enak di dengar ".


" Ayo Jalan Pak Sopir yang Tampan dan menyebalkan ".


" Hah,.. Baiklah Sayangku ".


Aku semakin berani nyerocos karena dia juga begitu jadi diantara kami sepertinya sudah tidak saling jaim-jaiman seperti Awal Pertemuan.


Kami selalu berdebat namun hal itu membuatku ingin tertawa sendiri kala mengingatnya.


Kami sudah sampai di Kampus dan lagi-lagi dikejutkan dengan perbuatannya pagi ini.


Bisa-bisanya dia mencium bibirku disaat tangan ini mulai membuka Pintu Mobil.


" ini akan jadi kebiasaan kita setiap berjumpa , Oke ?".

__ADS_1


" Tauk ahh ".


__ADS_2