
Sepertinya Aku telah melupakan sesuatu , Aku teringat jika sebelum berangkat ke Pantai tidak memberi kabar pada Mas Candu.
" Ya Allah , Mana Hp satunya gak aku bawa lagi . Kacau nih . Marah gak yaa diaa ". Kataku dalam hati sambil mondar-mandir .
" Lo apa sih mondar - mandir kek Induk ayam yang lagi kehilangan Anaknya ". Celetuk Zea.
" Duh , Bisa diam gak sih lo . Lagi mikir nih ". Jawabku.
" Sebenenya lo tuh kenapa ? Aneh banget ".
" Ahh , Gue mau ke Resto dulu cari angin ."
" Aaa , Ke Resto Cari Angin . Hooo Dasar Si senjaa Sarapnya kumat , Bilang aja gak mau berbagi makan ". Celotehnya lagi .
Namun tak hiraukan karena Pikiranku saat ini kalang kabut dan gelisah.
Aku tidak berbohong pada Zea , Aku memilih untuk pergi ke Resto yang ada di Hotel ini.
Aku memesan Kopi Latte Cappucino karena memang Favorit ditambah dengan Steak bakar .
Pikiranku kembali Normal kala menikmati makanan yang baru saja aku pesan tadi , Terlalu Nikmat hingga lupa diri.
Sesorang datang menghampiriku , sepertinya tidak terlalu asing dengan suaranya kala memanggil namaku.
" Kak Rehan ". Dengan Spontan Aku berdiri kala melihatnya duduk didepanku.
" Kenapa berdiri , ayo teruskan ".
" Enggak , Kenapa bisa ada disini ".
" Ada Kerjasama Bisnis dengan Pemilik Hotel ini ".
__ADS_1
" Oh ".
Kak Rehan membuat Mood makan ku jadi tidak enak dan merasa canggung .
Kenapa dia akhir-akhir ini sering muncul begitu saja , Author mah gitu belum selesai masalah Mas Candu ditambah adanya Kak Rehan.
" A---Aku uda selesai , Mau balik ".
" Tunggu ". Tangan Kak Rehan memegang tanganku .
Aku berusaha untuk melepaskan jeratan tangannya.
Tiba-tiba aku mendengar lagi suara deheman dari seorang Pria.
" Tuan Rehan masih ada disini , Hm Apakah Wanita ini pacar anda ?".
* Deg*
Pria yang mengatakan itu adalah Mas Candu Suamiku,
Aku menggigit bibir bawahku karena seolah olah tertangkap basah sedang berduaan dengan Pria lain.
" Oh , Dia .. ".
Belum menjawab Pertanyaan dari Mas Candu , Suara Zea membuyarkan Suasana yang mencekamku .
" Senja ? Kak Rehan dan Tu--tuan Candu kan ". Kata Zea .
Mas Candu hanya diam saja tidak mengeluarkan suaranya.
" Zee, Tadi kami tidak sengaja bertemu disini".
__ADS_1
" Tidak perlu dijelasin , uda tau kok ".
Sekilas , Aku mencuri - curi pandang pada Mas Candu.
" Senja , Dasar lo ya Jelalatan wkkwwk . Oh iya Kak Rehan kok sendirian aja nih mana Si Peparang ". Ujar Zea yang sepertinya mencari seseorang.
" Peparang ? Maksutnya ." Kak Rehan mulai bingung.
" Peparang , Perebut Pacar Orang apalagi Perebut Pacar Sahabat sendiri .. Heh.. Dasar kalian berdua tidak tau malu ". Zea mulai emosi.
Sedangkan Mas Candu sepertinya salah paham , Dia mengira Peparang itu adalah Aku padahal si Naomy.
Dia pergi begitu saja dan ku lihat raut wajahnya merah padam seperti sedang menahan amarah.
Mana Si Zea gak berhenti ngatain Kak Rehan lagi ,
Aku ingin sekali mengejar Mas Candu dan menjelaskannya .
Persekian detik kupejamkan mataku lalu mencoba untuk tetap kuat tidak boleh cengeng .
Aku berlari mengikuti arah Mas Candu namun sepertinya harus kecewa karena kehilangan langkahnya.
" Bagaimana ini ? Kenapa jadi merasa bersalah pada Mas Candu ". Rutukku.
Aku sudah lelah mencarinya namun tetap saja tidak menemukannya.
Aku memilih untuk pergi ke kamar saja beristirahat dan berfikir untuk menyelesaikan masalah besok.
*Cklek*
" Senja , Lo didalam kan ?". Zea sepertinya Khawatir.
__ADS_1
Namun aku sengaja tak menjawab agar dia tidak bisa membaca Raut wajahku yang dipenuhi dengan Masalah.