
Keluarga Wijaya dan Keluarga Bramasta saat ini sedang berkumpul karena sejak kejadian di Restauran milik Keluarga Bramasta hingga saat ini Senja belum diketahui kemana perginya.
" Senja ? Kamu dimana nak -- hikss..hikss..". Suara Isakan tangis Mama Senja menggema.
" Mama , Senja sudah besar dia pasti tau arah pulang ." Gumam Awan.
" Candu , Ayo temukan Istrimu . Jangan diam saja ". Celetuk Mama Rani.
" Sudah maa , Dia menonaktifkan Ponselnya hingga sulit dihubungi ."
Sesungguhnya Awan sudah mengetahui kepergian adiknya hanya saja tidak ingin membuat adiknya tertekan karena untuk saat ini Senja sendiri butuh ketenangan.
Flashback On sebelum Senja Pergi.
" Kak , Senja akan pergi ke Rumah Nenek di Puncak . Aku ingin menenangkan diri untuk beberapa saat saja dan berjanjilah untuk tidak memberitahukan dimana aku berada karena orang Kepercayaanku hanyalah kakak ".
" Pergilah , Namun segera kembali . Untuk Suami aku akan membuatnya mengerti ".
" Aku akan kembali jika Liburan sudah kembali ".
Senja Pergi ke Puncak tempat dimana Kakek dan Neneknya dari Pihak Ayah .
Disanalah tempat terbaik untuk menenangkan diri.
Awan juga berusaha untuk memberi Pengertian kepada Mamanya agar tidak terus-terusan memikirkan adiknya karena dia pasti akan kembali.
3 Bulan berlalu .......
Sejak Kepergian Senja , Sikap Seorang Candu Bramasta semakin dingin seperti Kulkas 16 pintu bahkan Sering terbawa Emosi meskipun hanyalah Masalah Kecil.
Hari ini adalah Jadwal Anak-anak Fakultas Ekonomi Bisnis terutama jurusan Manajemen akan memulai Magang .
Tentunya Senja Dkk juga begitu , Dosen Killer yang membuat Senja jengkel turut mengantanya untuk Magang di Perusahaan Ternama dan Terkenal .
" Bapak harap kalian tidak berbuat macam-macam disana dan taat Peraturan yang ditetapkan , Sampai disini paham ".
" Paham Pak " Kami semua Kompak Menjawab.
Sebelum aku masuk ke Perusahaan tersebut tanganku ditarik oleh Pak Reo.
" Tunggu Senja , ada yang perlu dibicarakan padamu ".
" Silahkan Pak ".
" Selama ini kamu tidak pernah mengikuti Pelatihan disela-sela liburan , Saya berharap di tempat ini jangan berbuat masalah ".
__ADS_1
" Baik Pak ".
Kulangkahkan Kakiku untuk memasuki Pintu masuk Bramasta Group.
" Nah , Adik-adik Perkenalkan Nama Saya Surya Aditama . Disini saya menjabat sebagai Personalia sekaligus Penanggung jawab penuh atas Kalian ". Ujar Surya.
Pak Surya membagi tempat untuk kami memulai Pekerjaan yang harus di kerjakan saat ini juga.
" Kamu , Siapa namanya ?". Pak Surya menunjukku .
" Sa-saya pak ?".
" Iya , Kamu ".
" Nama Saya Senja Pak ".
" Kamu tetap di ruangan ini bersama saya paham ".
" Bukankah saya ditempatkan di Ruang Marketing bersama Teman saya Pak ".
" Disana hanya membutuhkan satu orang saja jadi lebih baik kamu disini ".
" Baik Pak ".
Hari ini Pekerjaanku lumayan banyak hingga membuat tubuhku sedikit lelah , Bekerja di Kantor suami sendiri rasanya kurang nyaman untukku apalagi suatu saat jika Mas Candu menyadarinya.
" Aa Senja , Kamu tidak perlu keluar dari ruangan ini karena Istirahatlah disini ". Ungkapnya.
" Jadi Istirahatnya didalam ruangan ini pak , tapi---- ".
" Saya sudah memesan Makanan jadi makanlah disini , mulai hari ini kau akan ku angkat sebagai Asisten Pribadiku ".
" Hah ? Kok bisa Pak ?" . Heranku.
" Bisa saja ". Jawabnya singkat.
Seperti kehendaknya , Aku tidak mengabiskan waktu Istirahat bersama Zea dan Amel namun di dalam Ruangan Pak Suryalah .
Ada bau-bau Atasan yang menyebalkan meskipun Pak Surya ini seorang yang ramah serta Perhatian.
Zea dan Amel berulang kali menghubungiku namun tetap saja menghampiriku di Ruangan Pak Surya.
Beruntung saja Pak Surya bukan Tipe orang Pemarah atau Emosian jutru mereka ditanggapin dengan penuh keramahan hingga pada Akhirnya Zea dan amel pun mengerti.
Pekerjaan Personalia memang memberatkan , karena begitu banyak yang harus dikerjakan contohnya Hari ini harus mengentri database yang berhubungan dengan Para Karyawan Bramasta Group serta Data Hadir selama sebulan ini .
__ADS_1
" Senja , Makanlah dulu ".
" Ya Pak , masih tanggung ."
" Nanti keburu enggak enak Nasinya , mumpung masih hangat ".
" Baiklah "
Untuk hari ini aku memilih pulang ke Rumahku sendiri karena masih merindukan Keluargaku .
Namun setelah kurebahkan tubuhku di kasur seorang datang yang juga merebahkan tubuhnya disampingku.
" Mas Candu ".
" Ya , Bagaimana kabarmu ?".
" Seperti inilah ".
" Kamu harus dihukum atas semua yang telah kau perbuat ".
" Iya , Aku memanglah salah , tapi aku sendiri sudah merenungkan diri dan menetapkan untuk menjadi Seorang Istri yang baik untukmu ."
Mas Candu yang tadinya merebahkan tubuh di kasur kini merubah Posisinya dengan menghadap ke wajahku.
" Maksutmu ".
" Coba saja Pikir sendiri mana mungkin Mas Candu tidak Konek akan hal seperti ini ".
" Tidak perlu merayuku seperti itu , kamu tau 3 bulan itu waktu yang sangat lama ".
" Tapi setidaknya aku sudah menghubungimu mas , meskipun tidak bertemu langsung ".
" Sekarang Bagaimana keadaan Psikismu ".
" Mas kira aku sedang gangguan mental , aku hanya belum bisa menerima semua hal yang berkaitan dengan Naomy , Dia itu Sahabat yang ku anggap sebagai Saudaraku sendiri mas ."
" Aku sudah tau semuanya ? Tapi gak adil rasanya jika kamu hanya membenci sepihak ".
" Kata Siapa gak adil , Aku sudah menghapus kebencian itu . Aku dan Naomy sudah kembali seperti dulu ".
" Apa ? Sejak kapan ?". Mas Candu terkejut bahkan tidak menyangka.
" Kan sudah ku katakan , Aku akan melupakan masa lalu dan memulai Hidup baru ".
" Memulai Hidup baru denganku tidak boleh ada orang lain ".
__ADS_1
" Tergantung sih . Pokoknya aku tidak ingin ada Problem yang dapat mengikis jarak ".