
Zea merasa penasaran untuk itu segera menghampiri Naomy karena bagaimanapun juga dia masih sahabatnya , bukan sahabatku ya karena saat itu juga ogah bersahabat dengannya.
" Nom , Anak Lo ya . Sejak Kapan ?".
" Sejak Lulus sekolah gue uda nikah ". Jawabnya dengan Lirih.
" Oh , Lo sendirian kesini . Kak Rehan mana ".
Naomy hanya tertunduk dan tidak menjawabnya.
Sedangkan aku dan Amel asyik bermain Capit.
" Uuuhh Sedikit lagi.. ahh Kelepasan deh ". Teriak Amel.
" Yeayy , Akhirnya Gue bisa nyapit juga . Hahaha Gue bakat juga nih Mel ".
Anak kecil yang bersama Naomy segera menghampiriku.
" Ante , Boneka bobanya buat Pinky aja ya boleh kan ". Ucapnya yang sangat menggemaskan.
" Mau boneka ini yaa .. Boleh deh nih ambil kamu aja ". Kataku sambil menyerahkan Bonekanya.
Naomy dan Zea melihat ke arahku , tentu saja merasa heran.
Anak Kecil itu dengan bahagianya membawa Boneka sembari menghampiri Naomy .
" Ma, Ante cantik itu baik ngasihin bonekanya sama Pinky ." Ujarnya.
Sepertinya Naomy menatap ke arahku yang lagi asyik bermain capit lagi sama Amel.
" Zee , Dia masih marah ya sama Gue ".
" Bukan cuma marah aja sih Nom , Dia hampir putus asa gara-gara kalian . Jangan nyalahin Senja kalo dia seperti itu , Lagian Lo minta maaf aja sama dia biar kelar masalah kalian ".
" Gue takut aja si Senja malah ngamuk , Kan Lo tau sendiri seperti apa Senja ."
" Kalo Lo tau ngapain lo main serong pada akhirnya Kak Rehan gak jadi sama Lo ".
__ADS_1
Naomy menceritakan pada Zea jika Rehan meninggalkannya tepat saat Kelulusan Kami karena merasa sadar jika yang Rehan Cintai adalah Senja.
Memang dulu Rehan sepertinya ingin mendekatiku namun ada Zavir yang mencegahnya dan Kulihat mereka hampir bertengkar.
Sekarang Naomy sudah menyesali perbuatan yang telah diperbuatnya.
Aku dan Amel meninggalkan si Zea yang keasyikan ngobrol dengan Sahabatnya.
" Sen , Itu Blouse terbaru keknya deh hehehe tadi Lo ga asal ngomong kan soal itu ". Ungkapnya sambil mengingatkaan Ucapanku tadi .
" Ya , Lo kira gue main-main . Ambil yang lo mau jangan kelewat batas ".
Aku melihat Amel yang begitu semangat memilih Blousenya.
Tiba-tiba tanganku ditarik dan dibawa ke sebuah tempat ganti baju / Ruangaan khusus mencoba baju.
" Mas Candu ". Pekikku.
" Baru kemarin kesini kenapa kesini lagi apa masih belum puas mana gak ngajak-ngajak lagi ". Gumamnya sambil menarik pinggangku.
" Biarin aja pada liat , ada masalah. Gak disangka bisa bertemu disini ". Ungkapnya sambil mencubit kedua pipiku.
" Udah ah jangan begini , aku mau keluar . Mas jangan macam-macam deh ".
Dengan gerakan cepatnya dia menarik tengkuk leherku dan menciumnya dalam-dalam.
Benar-benar tak terduga sekali Pria yang terkenal dingin memiliki tatapan setajam silet menjadi Tidak tau malu didepanku.
* Toktoktok*
Tautan kami terlepas kala mendengar suara ketokan dari Luar dan sepertinya itu Suara si Amel , Mampus nih bisa ketahuan.
Sebenarnya aku sedikit kesal pada Suamiku yang tidak mengenal tempat main sosor aja.
" Dia temanku , Plis suruh dia ke ruang ganti lainnya ". Pintaku pada Mas Candu.
" Asal ada syaratnya ".
__ADS_1
" Serah deh apa kata Lo , iihh Bikin kesel aja ". Geramku padanya.
Mas Candu berhasil mengalihkan Amel , Aku berasa seperti maling saja clingak - clinguk kanan kiri takut ada yang melihat kami berdua keluar dari Ruang ganti bersama.
" Tuan Candu ". Sapa Pelayan yang melihat Mas Candu.
Aku segera menjauh darinya untuk berjaga-jaga agar tidak ketahuan Zea dan Amel.
" Dia adalah Istriku , jadi apapun yang dia ambil langsung bungkus jangan biarkan dia membayarnya . Paham ".
Ku cari Amel sejak tadi entah kemana ngilangnya dan tiba-tiba datang mengagetkanku.
" Darrrrr , Hayo Lo dari mana aja ". Kata Amel.
" Dari Toilet , Lo apa sih pake ngagetin gue aja gak lucu ".
Zea datang menghampir kami berdua.
" Mel , Lo belanja buanyak banget sih ? Duit dari mana ". Celetuk Zea.
" Dari Si Bos ". Bola mata Amel mengarah padaku.
" Ehmm Senja Lo bisa jelasin sama Gue , Emang bener yang amel katakan ".
" Terpaksa abis Gedek banget sama dia ".
" Tapi lo janji mau bayarin ini ". Rengek Amel padaku.
" Iyaa.. iyaa gausa nangis ".
" Hehehe ".
" Senja , Kayaknya Lo gausa berlarut dendam sama Naomy deh . Dia udah menyadarinya dan tadi itu bukan anak dia dan Kak Rehan ".
" Bodo amat tentang dia , mau kawin sama siapa aja kek Bodo amat pokoknya . Dia kan Sahabat Lo ".
Sebenarnya dari dalam hatiku masih menyimpan benci yang teramat dalam pada Si Naomy tapi setelah mendengar cerita dari Zea entah mengapa hatiku berubah, Bahagia , Senang jelas tapi hatiku kecilku juga merasakan Iba padanya.
__ADS_1