
Adzan shubuh berkumandang , namun aku masih terlelap .
" Dek , Adinda bangunlah ".
Aku merasakan Pipiku disentuh oleh seseorang ,
" Kalo masih tidak bangun aku cium yaa ".
Namun tetap saja aku tidak terbangun , namun ketika Pintu kamarku berbunyi seperti kentongan barulah aku terbangun.
" Hahh... Kak Awan ? akhhhh sakit telingaku ". Teriakku pada Kak Awan .
Aku lupa jika di dalam kamarku saat ini ada Suamiku , Aku baru menyadari ketika dia memandangku sambil menahan tawanya.
" Kenapa menertawakanku ".
" Kamu lucu , Apakah setiap hari harus seperti itu ".
" Tauh ahh , Aku mau mandi ".
Aku berusaha menyembunyikan rasa maluku ini padanya , sumpah benar-benar memalukan.
Ehh tapi kulihat dia sudah rapi dengan memakai Pakaian Koko yang entah didapat darimana .
Tapi aku tidak bisa berbohong , Dia sangat Tampan . Hmm Memang dasarnya Pria itu Tampan dari sononya jadi mau pakai apapun tidak akan pernah mengurangi ketampanannya justru malah bertambah dan terus saja bertambah.
Seperti biasa , Kami melaksanakan Sholat berjamaah namun Pagi ini terlihat berbeda .
Kulihat Kak Awan tidak memimpin Sholat dan ternyata yang memimpin Sholat Suamiku.
Untuk Pertama kalinya aku mencium punggung tangannya, Gilaa tangannya begitu halus seperti tangan seorang Gadis.
" Kalian bisa kembali ke kamar yaa , Lanjutkan hal yang seharusnya wajib untuk dilanjutkan ". Ucap Mama .
" Maksut mama apa sih ?".
__ADS_1
Semua orang seperti menahan tawa jelas-jelas tidak ada yang lucu.
Aku dan Dia kembali ke Kamarku.
" Dek, Maaf jika aku memanggilmu seperti itu".
" Iya ".
" Nanti Pagi tidak ada Jadwal Kuliah kan , Bagaimana jika kita pergi Jalan-jalan ".
" Tapi saat ini aku lelah sepertinya perlu istirahat yang cukup ".
" Kalau begitu kita pulang ke rumahku yaa , disini tidak ada salinan untukku masa setiap hari harus dipinjami seperti ini ". Ungkapnya.
" Oh jadi itu pinjam yaa ".
Dia menganggukan kepalanya.
" Jadi gimana ?".
" Kamu ikut aku pulang dan tidurlah dikamarkuu ".
" Dikamarmu ? "
" Ya , masa harus di kamar mama dan papa sih ".
Aku masih terdiam dan berpikir apakah harus menyetujui ajakannya.
" Aku tidak memaksanya dan tidurlah kembali jika itu membuatmu lebih tenang ". Ucapnya namun kulihat ada raut kekecewaan di wajah tampannya.
Matahari mulai naik , Seperti biasa pintu kamarku diketok .
" Non Senjaa ? Waktunya Sarapan pagi ". Kata bibi ART di rumahku .
" Iyaa bi ". Jawabku.
__ADS_1
Aku tidak melihatnya didalam kamar , Apakah dia sudah berangkat tapi kenapa tidak berpamitan denganku.
Ada rasa sebal dan kesal yang ada pada diriku karena dia memilih pergi begitu saja tidak berpamitan terlebih dulu padaku.
Begitu aku keluar menuju meja makan , Semua orang melihatku yang baru datang mungkin agak sedikit telat.
" Lama sekali mau keluar , Pasti semalam Candu melakukannya dengan kasar yaa ". Lagi-lagi mama berkata yang membuatku bingung.
Mataku tertuju pada seorang Pria yang sedang duduk di meja makan , mungkin sudah selesai Sarapan.
" Sayang , Temani Suamimu makan tuh . Sejak tadi menunggumu tapi kelamaan ". Ungkap mama .
Aku ingin menarik Kursi untuk kududuki namun tidak kusangka dia melakukannya untukku.
" Makasih ". Kataku.
Dia tersenyum , Oh my got kenapa senyumannya membuatku kehilangan kesadaran.
Kami telah menyelesaikan Sarapan , Lalu dia menghampiriku ke kamar.
" Dek , Aku mau berangkat ". Dia menyodorkan Tangannya padaku .
" Tunggu , Aku akan ikut bersamamu ".
" Benarkah " . Ucapnya dengan Wajah berbinar-binar.
Dengan cepat aku meraih tangannya untuk segera berangkat , karena memang sejak tadi sudah siap .
Kami semobil karena aku tidak tau rumahnya dan sudah seharusnya begitu kan wkwkwk kan gak lucu kalo menggunakan mobil sendiri-sendiri.
Kurang lebih 20 menitan kita telah sampai.
Dia turun dengan langkah yang cepat , Ku kira akan meninggalkanku nyatanya membukakan pintu mobil untukku.
Serius , CEO Bramasta yang aku lihat dulu Seromantis ini .
__ADS_1
Rupanya kedatanganku telah disambut oleh Kedua Mertuaku yang tak lain adalah Tante Rani dan Om Andi selaku Sahabat baik Papa dan Mama.