Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Menakjubkan


__ADS_3

" Kenapa sejak tadi diam saja , nih Es Krim Khusus untuk yang tersayang ". Ucapnya padaku.


" i---iini untuk aku ?".


" Aku tidak melihat orang lain selain kamu ".


" Alaaahh Gombal , Basi ".


" Ya begitulah laki-laki jika berurusan dengan Wanita , selalu salah ".


"Hahahaha . Ya sudah kita balik yuk uda pada pegel nih badanku ". Keluhku padanya.


Aku terkejut kala tubuhku digendong ala bridal style olehnya.


Semua orang melihat ke arah kami berdua.


" Mas , Turunkan aku . Malu nih ". Lirihku memohon padanya.


" Anggap aja kita sedang melewati kuburan din ".


Din , Dia memanggilku Adinda bahkan keluarganya juga padahal aku lebih suka dipanggil Senja , bukan Adinda meskipun sama saja .


" Yang liat setan dong ".


" Kalo gak diem aku cium yaa ". Ancamnya padaku yang sepertinya sudah menjadi senjata .


Dia membawaku masuk kedalam mobil , Perlakuan macam apa ini Mengapa serasa bagai Ratu , Aku tidak ingin tebuai tapi Pria ini bukan Kekasihku melainkan Suamiku yang berhak segalanya atas diriku, Lalu apa yang membuatku takut .


Sejenak Pikiranku mulai tidak karuan dan disadarkan oleh sentuhan lembut tangannya yang menyentuh Pipiku.


" Ada apa ? Sepertinya banyak pikiran ".


" Gak ada kok mas ". Jawabku dengan kuselingkan senyuman.


" Kamu kurang nyaman dengan perlakuanku atau aku terlalu berlebihan , Katakan padaku jangan diam saja ".


" Tidak ada , Mas Fokus nyetir saja ".

__ADS_1


Setelah sampai di Parkiran Mobil kami turun dan segera ke kamar.


" Din, Kamu mau sesuatu yang bisa menghilangkan pikiran ".


" Hah ? Maksut mas ".


Dia menarik tanganku dan berjalan menuju Sebuah Pintu ,


" Mas Kita mau kemana ?". Tanyaku padanya.


Dipintu itu ada sebuah Lift yang akan membawa kami berdua.


Aku tak percaya setelah sampai ditempat yang benar-benar membuat Pikiranku yang kalang kabut tak aturan menjadi Fresh seketika.



" Mas , ini ? Keren banget aku sukaa ".


" Setiap banyak Pikiran aku akan pergi ke Rooftop ini ".


Ternyata kita juga mempunyai kesamaan lagi , menyukai tempat tinggi dan melihat keindahan alam di malam hari .


" Aku ingin bertanya padamu ?".


" Akan aku jawab jika pertanyaannya tidak berlebihan ".


" Warna Favoritmu apa ?".


" Sama seperti yang kamu sukai ".


" Grey , White ? Kamu suka warna itu ".


" Iya mas , Apakah kamu tidak melihat warna kamarku sejak pertama kali masuk , hmm ." Sindirku padanya namun sepertinya dia tidak begitu ingat.


" Aku tidak memperhatikannya , tapi benarkah kamu menyukai 2 warna itu ? Kalo begitu bisa kebetulan sekali ". Jawabnya dengan penuh keramahan.


Aku sangat menyukai Keramahannya itu bahkan senyumnya begitu rupawan , sebenarnya wajah pria ini Sangat sejuk ketika melemparkan senyuman khasnya.

__ADS_1


Mas Candu ini sangat jarang sekali tersenyum , dia sangat kaku bahkan Aura dinginnya melebihi Kutub Utara .


Begitu dia marah , Tatapan Elangnya mengerikan.


Kami Berdua menikmati malam berdua di Rooftop , Angin malam membuatku tak bisa bertahan.


" Kenapa harus menahannya ?".


" A--aapa nya ? ".


Dia melemparkan senyuman tak berapa lama berganti duduk semakin dekat denganku dan sudah pasti memberikan sensasi Hot.


" Jangan bilang kalo risih , daripada kedinginan mending seperti ini kan ".


Aku tak bisa berkata apa-apa lagi , benar saja berada di dekatnya merasa dinginnya angin malam tak mempan menerpaku .


Kuberanikan diri untuk menyandarkan kepalaku ke punuk lengannya atau bawah lehernya lebih tepat lagi.


" Kamu tau mengapa pada saat aku mengucap ikrar tak berani menghampirimu ".


Aku hanya menggelengkan Kepala saja karena tidak ingin banyak bicara.


" Aku takut kamu akan membenciku dan menghindariku . Ya meski pada akhirnya akan tetap saja seperti itu ".


" Bukan karena tak menyukaiku kan ". Sambarku dengan nada selidik.


" Jujur saja iya , Aku tak menyukaimu bahkan tak menerima Perjodohan . Namun sejak mengucap ikrar 5 bulan yang lalu rasanya tidak bisa hidup tenang sebelum bertemu denganmu ".


" Kenapa tidak menemuiku ?".


" Kata Papamu tunggu dia bisa kembali ke Indonesia dan memberimu pengarahan serta pengertian ".


" Oh jadi aku telah salah paham padamu , tapi masa sih seperti itu . Gak Percaya aku ." Gumamku dengan sengaja karena ingin menggoda balik Suamiku ini.


" Beliau tidak memberi tahu kamu ?". Raut wajahnya mulai panik.


" Mmm enggak ? Gak ada ". Kataku sambil menahan tawa.

__ADS_1


Dia menatapku dalam-dalam , aku sudah tak bisa menahan itu dan...


" Hmmpptttfff... Ahhahaahhahaaa ". Tertawaku lepas.


__ADS_2