
" Kenapa sejak tadi diam saja , nih Es Krim Khusus untuk yang tersayang ". Ucapnya padaku.
" i---iini untuk aku ?".
" Aku tidak melihat orang lain selain kamu ".
" Alaaahh Gombal , Basi ".
" Ya begitulah laki-laki jika berurusan dengan Wanita , selalu salah ".
"Hahahaha . Ya sudah kita balik yuk uda pada pegel nih badanku ". Keluhku padanya.
Aku terkejut kala tubuhku digendong ala bridal style olehnya.
Semua orang melihat ke arah kami berdua.
" Mas , Turunkan aku . Malu nih ". Lirihku memohon padanya.
" Anggap aja kita sedang melewati kuburan din ".
Din , Dia memanggilku Adinda bahkan keluarganya juga padahal aku lebih suka dipanggil Senja , bukan Adinda meskipun sama saja .
" Yang liat setan dong ".
" Kalo gak diem aku cium yaa ". Ancamnya padaku yang sepertinya sudah menjadi senjata .
Dia membawaku masuk kedalam mobil , Perlakuan macam apa ini Mengapa serasa bagai Ratu , Aku tidak ingin tebuai tapi Pria ini bukan Kekasihku melainkan Suamiku yang berhak segalanya atas diriku, Lalu apa yang membuatku takut .
Sejenak Pikiranku mulai tidak karuan dan disadarkan oleh sentuhan lembut tangannya yang menyentuh Pipiku.
" Ada apa ? Sepertinya banyak pikiran ".
" Gak ada kok mas ". Jawabku dengan kuselingkan senyuman.
" Kamu kurang nyaman dengan perlakuanku atau aku terlalu berlebihan , Katakan padaku jangan diam saja ".
" Tidak ada , Mas Fokus nyetir saja ".
__ADS_1
Setelah sampai di Parkiran Mobil kami turun dan segera ke kamar.
" Din, Kamu mau sesuatu yang bisa menghilangkan pikiran ".
" Hah ? Maksut mas ".
Dia menarik tanganku dan berjalan menuju Sebuah Pintu ,
" Mas Kita mau kemana ?". Tanyaku padanya.
Dipintu itu ada sebuah Lift yang akan membawa kami berdua.
Aku tak percaya setelah sampai ditempat yang benar-benar membuat Pikiranku yang kalang kabut tak aturan menjadi Fresh seketika.
" Mas , ini ? Keren banget aku sukaa ".
" Setiap banyak Pikiran aku akan pergi ke Rooftop ini ".
Ternyata kita juga mempunyai kesamaan lagi , menyukai tempat tinggi dan melihat keindahan alam di malam hari .
" Aku ingin bertanya padamu ?".
" Akan aku jawab jika pertanyaannya tidak berlebihan ".
" Warna Favoritmu apa ?".
" Sama seperti yang kamu sukai ".
" Grey , White ? Kamu suka warna itu ".
" Iya mas , Apakah kamu tidak melihat warna kamarku sejak pertama kali masuk , hmm ." Sindirku padanya namun sepertinya dia tidak begitu ingat.
" Aku tidak memperhatikannya , tapi benarkah kamu menyukai 2 warna itu ? Kalo begitu bisa kebetulan sekali ". Jawabnya dengan penuh keramahan.
Aku sangat menyukai Keramahannya itu bahkan senyumnya begitu rupawan , sebenarnya wajah pria ini Sangat sejuk ketika melemparkan senyuman khasnya.
__ADS_1
Mas Candu ini sangat jarang sekali tersenyum , dia sangat kaku bahkan Aura dinginnya melebihi Kutub Utara .
Begitu dia marah , Tatapan Elangnya mengerikan.
Kami Berdua menikmati malam berdua di Rooftop , Angin malam membuatku tak bisa bertahan.
" Kenapa harus menahannya ?".
" A--aapa nya ? ".
Dia melemparkan senyuman tak berapa lama berganti duduk semakin dekat denganku dan sudah pasti memberikan sensasi Hot.
" Jangan bilang kalo risih , daripada kedinginan mending seperti ini kan ".
Aku tak bisa berkata apa-apa lagi , benar saja berada di dekatnya merasa dinginnya angin malam tak mempan menerpaku .
Kuberanikan diri untuk menyandarkan kepalaku ke punuk lengannya atau bawah lehernya lebih tepat lagi.
" Kamu tau mengapa pada saat aku mengucap ikrar tak berani menghampirimu ".
Aku hanya menggelengkan Kepala saja karena tidak ingin banyak bicara.
" Aku takut kamu akan membenciku dan menghindariku . Ya meski pada akhirnya akan tetap saja seperti itu ".
" Bukan karena tak menyukaiku kan ". Sambarku dengan nada selidik.
" Jujur saja iya , Aku tak menyukaimu bahkan tak menerima Perjodohan . Namun sejak mengucap ikrar 5 bulan yang lalu rasanya tidak bisa hidup tenang sebelum bertemu denganmu ".
" Kenapa tidak menemuiku ?".
" Kata Papamu tunggu dia bisa kembali ke Indonesia dan memberimu pengarahan serta pengertian ".
" Oh jadi aku telah salah paham padamu , tapi masa sih seperti itu . Gak Percaya aku ." Gumamku dengan sengaja karena ingin menggoda balik Suamiku ini.
" Beliau tidak memberi tahu kamu ?". Raut wajahnya mulai panik.
" Mmm enggak ? Gak ada ". Kataku sambil menahan tawa.
__ADS_1
Dia menatapku dalam-dalam , aku sudah tak bisa menahan itu dan...
" Hmmpptttfff... Ahhahaahhahaaa ". Tertawaku lepas.