Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Air Mataku


__ADS_3

Aku dan Anak Perempuan itu sama-sama menoleh karena memang nama Depanku Adinda dan Mungkinkah nama Anak Perempuan yang menyapaku juga bernama Adinda.


" Mama ". Panggilnya.


Mataku membulat sempurna bahkan tidak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar bahkan kulihat.


Wanita itu Naomy .


" Loh , Senja ."


Dengan terpaksa aku membuang Wajah ke sembarang tempat yang terpenting tidak melihat wajahnya.


" Kalian saling kenal ?". Kata Mas Candu.


" Iya Pak , Dia Sahabat saya ". Ujar Naomy.


" Yang jelas Mantan Sahabat . Jangan ngaku-ngaku yaa ".


" Jadi Anak Perempuan ini anakmu ".


" Anakmu ? Kalian juga saling mengenal ". Tanyaku pada Mas Candu dan Naomy dengan Penekanan.


" Pak Candu adalah Atasan Suami saya ".


" Mama sama Aunty cantik kenapa ? kok kayaknya gak senang ." Ungkapnya pada Naomy.


" Eggak kok sayang . Aunty Senja itu baik ."


" Kalian Duduklah dulu , Hmm Siapa tadi namanya ". Tanya Mas Candu Pada Anak Naomy.


" Adinda ?". Jawab Anaknya Naomy.


" Adinda ? Adinda Senja Wijaya kah ". Ucap Mas Candu seraya menatapku lalu tersenyum simpul.

__ADS_1


" Bukan ? Namaku Adinda Sehan ."


Begitu mendengar namanya hatiku sakit saat mendengarnya.


Mengapa Naomy harus memakai Namaku dan nama gabungan Kak Rehan.


" Lo sengaja ya apa ngefans sama Gue sampai anak lo kasih nama itu ". Selorohku.


" Itu ? Itu Hanya kebetulan saja kok ".


" Sebenernya diantara kalian ada masalah apa sih sepertinya sempat berseteru ya ". Tebak Mas Candu.


Kami berdua terdiam karena tidak mungkin juga menceritakan lagi masa itu.


" Mas , Aku mau pulang aja ? Kalok kamu gak mau pulang lebih baik aku naik taxi ".


" Tunggu 5 menit lagi Please , Aku mohon pada kamu ".


" Dia anak dari Sahahat Mama dan Papaku ". Kujawab lebih dulu karena sudah dipastikan Mas Candu akan berkata jujur .


Namun Naomy sepertinya tidak percaya karena sejak dulu Instingnya lah yang paling benar , Dia adalah Sahabat yang paling dekat denganku ketimbang si Zea.


Saking dekatnya hingga Pacar Sahabatnya sendiri di embat.


Sungguh masih terasa sakitnya didalan dada entah mengapa masih belum hilang juga.


Pelayan datang untuk menyajikan makanan di Meja kami.


" Mas , ini ?". Aku terkejut melihat Makanan yang disajikan di Meja.


" Makan dulu " .


" Oh kalok begitu Aku akan pergi dulu ". Kata Naomy.

__ADS_1


"Ehh Jangan , Makanlah bersama kami . Ya kan Adinda ?".


Adinda ? Sepertinya Mas Candu sengaja menyebut nama itu karena mungkin ditujukan kepadaku juga kepada Anak Naomy.


" ini adalah Makanan Kecukaan aku loh ya kan ma ". Ungkap Adinda.


" Benar sekali sayang ".


Apalagi ini , Kenapa semuanya serba persis denganku bahkan rupanya Si Naomy ini sengaja.


" Wah Kalok begitu kalian memang sama . Nama Adinda apakah suka masakan seperti ini semua ".


" Jangan banyak bicara jika sedang makan ".


" Iya Pak , Karena setan akan masuk ke mulut dan ikut kemakan deh ". Ujar Naomy pada Mas Candu.


Kata-kata itu adalah yang pernah ku katakan dulu ketika kami sedang di kantin dimana si Zea dan Zavir selalu berdebat ketika makan.


Kenapa ? Kenapa si Naomy melakukan ini semua , Aku begitu membencinya bahkan hingga meresap ke tulang .


Dia mengambil Kak Rehan dengan tidak memikirkan Perasaanku bahkan Bodohnya lagi ternyata mereka menjalaninya sudah lumayan lama.


" Mas , Aku sudah kenyang . Aku mau pulang ."


Ku beranjak dari tempat itu dan pergi begitu saja karena tidak sanggup rasanya jika berada di dekat Naomy .


Aku ingin berteriak bahkan menangis karena rasanya masih begitu menyesakkan.


" Dek , Kamu kenapa ?". Tanganku ditarik olehnya.


Aku sudah tidak bisa membendung air mata ini lagi dan secara spontan ku peluk tubuh Mas Candu dan air mataku tumpah begitu saja.


Mas Candu sendiri pun terkejut kala melihatku tak seperti biasanya yang Galak tapi hari ini sungguh bagaikan orang paling menyedihkan.

__ADS_1


__ADS_2