
Kandungan Aruni mulai memasuki usia 9 bulan lamanya bahkan bulan ini akan tiba kelahiran bayi yang berada di dalam kandungannya.
Candu sudah menunggu waktu ini cukup lama untuk membuktikan siapa pemilik benih dari bayi yang di kandung oleh Aruni.
" Candu , bagaimana ?". tanya Jeni.
" Semua akan terungkap dan jelas siapa sebenarnya ayah dari janin yang Aruni kandung itu dan waktu ini cukup lama untukku menahan rindu pada Senja ." Gumam Candu.
" Berpura - puralah baik pada Aruni untuk mendapatkan kelancaran dalam melahirkan".Saran Bimo.
" Lo tenang saja bim , gue tau kok apa yang seharusnya di lakukan !!". Ucap Candu.
" Bersabarlah untuk menjemput kebahagiaan lo bro , gue yakin kesabaran lo akan membuahkan hasil yang terbaik semoga hubungan lo dengan Senja kembali seperti semula ". Kata Bimo.
Aruni senang di perlakukan sangat baik kali ini oleh Candu , bahkan menuruti segala yang dia mau .
" Candu , bolehkah aku meminta sesuatu padamu ?". Kata Aruni .
" Apa itu ?".
" Kita masih belum melakukan malam itu tama sampai sekarang apakah kamu bisa melakukannya karena hubungan intim juga bermanfaat bagi ibu yang sudah hamil tua ." Ujar Aruni.
Candu benar - benar berada di dalam posisi yang kurang beruntung , kali ini dia tidak bisa membiarkan Aruni menang namun pada siapa dia harus meminta tolong.
__ADS_1
" Justru rasanya tidak enak jika berhubungan badan dengan kondisimu yang seperti itu , aku akan menemani kamu tidur saja . Bagaimana ?". Kata Candu .
" Tapi kan kita sudah menikah ". Ucap Aruni.
" Iya tunggu sampai bayi kita lahir dan aku akan berusaha untuk memberikanmu apa yang di inginkan olehmu " . Kata Candu yang hampir kalah dari Aruni.
Hari demi hari dari waktu ke waktu , Candu menunggu waktu itu akan tiba dan membuktikan segalanya .
Tepat di pertengahan bulan , Aruni mengalami rasa kontraksi yang hebat dan berteriak memanggil nama Candu.
Tentu saja Candu segera membawanya ke rumah sakit untuk proses persalinan.
" Andai saja itu kamu Senja maka akan sangat bahagia ". Gumam Candu di dalam hatinya.
" Candu , kamu tenang saja . Aku akan membawakan bukti itu untukmu , Senja akan kembali padamu ". Gumam Jeni.
Sedangkan bimo hanya menepuk - nepuk punggung Candu untuk memberikannya semangat.
Jeni sudah meminta pihak dokter kandungan yang menangani proses persalinan Aruni untuk tutup mulut tentang apa yang terjadi pada bayinya.
Jeni mengambil sedikit rambut pada bayi yang di lahirkan oleh Aruni untuk mengetes DNA dengan Candu.
" Aruni , kali ini kamu akan tamat . Drama kamu akan tamat dan semoga tidak bersambung ". Kata Jeni dalam hatinya.
__ADS_1
Jeni berhasil mengambil samplenya dan segera membawanya ke pihak laboratorium rumah sakit.
Candu menelpon semua orang termasuk Awan dan Zea untuk menyaksikannya.
Mama Rani dan Papa Andi bersemangat untuk pergi ke rumah sakit .
" Semoga saja penderitaan Candu akan segera berakhir dan wanita ****** itu mendapatkan karmanya ". Kata Mama Rani.
Jeni dan Bimo memantau proses test DNA .
Semua orang sudah sampai di rumah sakit termasuk Zea dan Awan .
Candu menunggu kedatangan Bimo dan Jenny yang akan membawa bukti dari tes DNA itu.
Zea diam - diam merekam keadaan di rumah sakit saat ini untuk memberikan bukti pada Senja jika saat ini Candu berjuang untuk membuktikan jika dirinya tidak ada kaitannya dengan kandungan Aruni.
Jeni sudah tidak sabar menanti hasil dari test yang akan keluar.
" Sayang , mengapa bara menelponku ? ". Kata Bimo.
" Angkat saja ". Saran Jeni.
Bara merupakan anak laki - laki Bimo dan Jeni yang berumur 6 tahun.
__ADS_1