Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Suara Siapa ?


__ADS_3

Sopir sudah datang menjemputku , Zea turut mengantarku.


Mama Rani menelponku mengatakan jika hari ini sedang kurang Fit sedangkan Papa Andi sibuk dengan Pemulihan Bramasta Group.


Aku meminta Sopir memutar balik arah dan pergi ke rumah Mama Rani.


" Pak Budi bisa langsung pulang aja ga perlu menungguku ".


" Baik Neng , Kalo butuh segera telpon Neng".


" Iya Pak ".


Kamar Mama Rani berada di lantai bawah jadi tidak perlu menaiki anak tangga.


*Toktoktok*


" Maa , Mama didalam kan ".


" Masuk saja sayang ".


*Cklek*


" Mama ? Apa yang terjadi pada Mama ".


" Hanya kelelahan saja temani Mama yaa disini ".


" Iyaa maa ".


" Mama boleh bertanya ?".


" Boleh ? Mama mau tanya apa ?".


" Apa kalian sudah saling menerima dan saling mencintai ". Mama Rani berbicara sambil menatapku intens.

__ADS_1


Aku juga bingung mau menjawab apa didepan Mama Rani , Sebenarnya aku sendiri masih ragu dan maju mundur untuk memberanikan diri untuk mencintai Mas Candu yang Notabene Suamiku.


" Adinda ? Kenapa malah bengong ?".


" Ahh , Iya mama . Kami masih baru saja saling menerima tentu masih berproses ."


" Berarti kalian masih belum itu yaa ". Mama kasih kode Malam Pertama .


Antara Salah Tingkah dan Menggelikan menurutku , bisa-bisanya Mama Rani mempertanyakan itu .


" Kamu lelah kan , Cepat mandilah dulu biar lebih Freshh ".


" Iya maa ".


Kemana lagi aku harus pergi jika bukan Kamar Mas Candu saat ini ,


*Cklek*


Selama kurang lebih 2 minggu aku tidak ke kamar ini karena Pemiliknya masih belum juga datang.


Kuberanikan diri untuk membuka Almarinya namun tidak kutemukan sesuatu .


" Tidak ada jejak tentangnya . Masa sih seorang Candu Bramasta tidak mempunyai kehidupan masa lalu gitu ahh berarti dia Badboy ... gak percaya banget nih pasti ada jejaknya ". Gumamku.


Mataku tertuju pada Nakas yang berada di samping kiri Kasur .


Begitu terkejutnya aku kala melihat sebuah Foto seorang Wanita.



" Fotoku kan ? Ya Allah , Darimana dia mendapatkannya ya ".


Hati ini berdebar setelah mengetahui sebuah kenyataan . Kutemukan Fotoku didalam Nakasnya .

__ADS_1


Ahh Rasanya Moodku kembali membaik , kuambil Ponselku dan segera menghubungi Mas Candu.


" Astaghfirllahalladzim , 15 panggilan masuk dari Mas Candu ". Pekikku


Lagi-lagi aku membuat kesalahan yang pasti membuatnya kesal.


Tanganku bergetar kala ingin melakukan Panggilan padanya , namun ternyata Ponselnya tidak bisa dihubungi.


Mengapa aku seceroboh itu bahkan sudah jelas tadi ketika dijalan sudah tau jika Mas Candu sedang menelponku namun Ponselnya malah ku Silent.


" Ayo dong Mas Aktifkan Ponselnya ".


Mas Candu masih tidak mengaktifkan Ponselnya padahal sudah puluhan kali aku berusaha untuk menelpon untuk meminta Maaf.


Moodku yang tadi membaik kini menjadi rusak bahkan membuatku lelah memikirkan kebodohan yang telah kulakukan .


" Mungkin aku mandi saja dulu siapa tau selepas dari mandi ada kabar baik ".


Selama 1/2 jam kumanjakan tubuhku didalam Bathup .


Aku mendengar seperti ada suara diluar .


" Suara apa itu ? Masa ada Tikus di Kamar ini sih ". Kataku dengan Penasaran.


Rasa Penasaranku tidak bisa dikesampingkan dan tentu saja memilih untuk melihat sumber dari Suara yang ku dengar.


*Cklek*


" Astaghfirllahalladzim , Mas Candu . itu kamu ?".


Mas Candu yang tadinya terlihat lesuh dan Letih bahkan Penampilannya acak -acakan entah karena apa .


Begitu Melihatku yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan Handuk setengah badan karena disini tidak ada Handuk Kimono.

__ADS_1


Kupakai Handuk milik Mas Candu untuk melihat Sumber Suara yang tadi ku dengar dan ternyata itu Mas Candu.


Matanya begitu Nanar kala menatapku bahkan tidak berkedip.


__ADS_2