Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Semakin rumit


__ADS_3

Setelah melakukan pemeriksaan langsung pada Aruni , maka Dokter Bimo benar-benar menyatakan jika Aruni memang sedang hamil.


Sebelumnya Dokter Bimo tidak percaya dengan hasil tes yang dibawa olehnya karena bisa saja memanipulasi dan mengambil dari orang lain karena dia juga seorang dokter spesialis kandungan.


Panji dan Belva juga datang karena akan memberi sebuah kabar baik tentang kehamilan Belva.


" Loh , ma kenapa ada dokter Bimo dan --- ". Panji menebak wanita yang pernah dilihatnya.


" Dokter Aruni sayang ". imbuh Belva.


" Oh iya , dalam rangka apa ini ma bisa mengumpulkan dua dokter sekaligus ". tanya Panji.


Mama Rani dan Papa Andi tidak menjawab pertanyaan dari Panji.


" Maa , Pa ada apa sebenarnya ? Dokter Bimo bisakah anda menjelaskannya ". pinta panji.


" Saya kemari dipanggil untuk memeriksa kandungan dari Dokter Aruni dan hasilnya dia memang tengah mengandung ". Jelas Dokter Bimo.


" Hah, Lo hamil run !! Kok bisa sih padahal kan belum nikah juga ". Sahut Belva.


" Ini adalah anak candu ". Jawabnya lancar tanpa rasa canggung.


Seketika Panji dan Belva terperanjat kala mendengar perkataan dari Aruni.


" Eh Run, jangan ngadi-ngadi lo ya . Gue percaya kalo candu gak akan melakukan itu pada Lo , sembarangan aja lo kata ". timpal belva.


" Gue berkata kebenaran bel , gue adalah kekasih tersayangnya candu ". Ucap Aruni.


" Dasar omong kosong lo , lihat saja kalo entar ketahuan kebusukan yang lo lakuin sekarang ". Ucap Belva yang tidak terima.


" Sudah cukup . Maa , paa sekarang dimana candu ?". tanya Panji.


" Dia dirumah sakit karena papanya senja masuk rumah sakit ". jawab bimo.

__ADS_1


" Apa !!". Mama Rani terkejut.


Begitu mendengar jika papanya senja masuk rumah sakit maka Mama Rani dan Papa Andi segera meluncur untuk bergegas ke rumah sakit.


Aruni sangat senang begitu mendengar berita tersebut menimpa senja .


" Uuhh uhhh... Senja si pelakor sialan gak tau diri , kenak karma kan lo akhirnya ". ucap Aruni dalam hatinya sambil senyam-senyum.


Tak sadar jika dirinya masih diperhatikan oleh Belva.


" Ehh Pelakor sialan , lo jangan merusak hubungan candu sama senja yah . Jangan banyak berharap deh sama laki orang , hooh dokter kok ganjen banget sihhh jadi penasaran siapa yang ngawinin dia dikasur ".Sindiran Belva membuat Aruni tidak terima.


" Mulut lo gak pernah disekolahin ya , kalo ngomong asal jeplak aja dasar sadgirl loh ahhaha ". Oloknya pada Belva.


" Wanita yang tidak punya attitude seperti kamu mengatai istriku SadGirl, apakah tidak salah ucap dan seharusnya itu kamu ". Kata Panji yang mengatai balik aruni.


" Kalian keterlaluan ". Jawabnya lalu pergi begitu saja tanpa berpamitan.


Bimo mengatakan pada Panji jika Candu akan menghadapi banyak masalah dan cukup rumit.


Candu sejak tadi menemani senja , Mama Rani sangat tidak tega terhadap Senja.


Sudah begitu berat ujian yang dihadapinya saat ini , kehilangan mamanya membuatnya kehilangan keceriaan dan sekarang papanya yang tiba-tiba masuk ke rumah sakit.


" Sayang, yang sabar ya nak ". ucap mama rani seraya menggantikan sandaran senja semula di tubuh candu kini ke tubuhnya.


" Iya ma ". Lirihnya pelan.


Jeni adalah dokter spesialis penyakit dalam tentu dipercayakan untuk menangani Papa Senja oleh Candu.


Jeni mendapat kabar dari suaminya , Bimo jika Aruni telah membuat masalah yang membenarkan dirinya hamil dengan Candu.


Tentu hal ini mengejutkannya.

__ADS_1


" Dokter Aruni hamil dengam Candu , mengapa bisa terjadi ? aku benar-benar tidak percaya akan hal ini , jangan-jangan dia memanipulasi kehamilannya apalagi dia notabene seorang dokter kandungan . Jadi curiga ". Gumam Jeni.


Jeni memberitahu Bimo agar segera menjelaskan secara langsung pada Candu , agar tidak terlambat.


Namun sepertinya sudah terlambat karena Aruni akan menyusul candu ke rumah sakit hari ini juga.


*


*


*


Dengan langkah yang penuh dengan semangat , Aruni merasa tidak sabar untuk mengatakan kehamilannya pada Candu didepan Senja agar dia semakin terpuruk dan hancur.


Saat akan keluar dari Lift sungguh tidak terduga Aruni bertemu dengan seseorang yang dikenalnya.


" Kak Aruna !". Pekik Aruni.


" Runi ".


Keduanya mencari tempat yang aman untuk berbincang karena untuk saat ini pantang untuknya dilihat oleh keluarga wijaya maupun bramasta.


Aruni dan Aruna adalah saudara kandung hanya saja ketika masih kecil orang tua mereka memilih bercerai hingga papanya membawa Aruna dan mamanya membawa Aruni.


" Bagaimana keadaan papa saat ini kak ? sudah sangat lama aku tidak berkunjung ". Ungkap Aruni.


" Papa, baik-baik saja. Oh iya kamu juga praktik disini ". Tebak aruna.


" Iya kak , masih dapat 2 bulanan sih . Aku ambil spesialis kandungan ". Ucapnya pada Aruna.


Lama mereka berbincang tak sengaja tertangkap oleh Jeni .


" Mencari tempat sepi untuk berbincang sepertinya sungguh sangat penting .Wanita itu bukankah yang tadi berada di depan ruangan papanya senja dan Dokter Aruni , kamu tidak bisa menghancurkan hubungan candu dengan senja !! Bagaimanapun juga aku akan mencari bukti untuknya ". Ucap Jeni dalam hatinya yang geram karena Aruni.

__ADS_1


Jeni mempotret keduanya saat berbincang.


__ADS_2