
Aku melihat jika Zea sudah tertidur pulas namun tidak ada diriku sendiri yang tak bisa tidur karena memikirkan Mas Candu.
Aku mengacak-acak rambutku sendiri karena tidak menemukam titik penyelesaian.
" Besok aku harus pergi menemuinya ". Kataku dalam hati.
Aku memilih untuk menyelesaikan Tugasku saja , walaupun sudah malam mungkin beberapa Petugas Hotel ada yang shift malam lebih baik aku melakukan wawancara.
Kulangkahkan kakiku ke lobby hotel untuk menggali sebuah Informasi namun ketika melewati sebuah Ruangan yang sepertinya Khusus , ada yang menarik tanganku.
Aku Syok dan Panik seketika.
Suara Nafasku terdengar naik turun tapi setelah melihat siapa yang menarikku tadi dengan spontan mataku memfokuskan untuk melihat orang itu.
" Mas Candu ? Kamu ". Kataku yang terkejut.
Mas Candu hanya diam saja dari sorotan matanya yang tajam bahkan menakutkan membuatku bergidik ngeri.
Aku menggigit bibir bawahku karena ketakutan, Apakah ini wajah Mas Candu sebenarnya ? Sungguh menakutkan sangat menakutkan .
" Aku sudah bilang sebelumnya padamu jika aku pencemburu , Apakah kau melakukannya dengan sengaja ? Adinda Senja Wijaya ".
*Deg*
" Aku ..... ".
Persekian detik kupejamkan mataku lalu kubuka kembali dan mengumpulkan Keberanian.
Aku mendekatinya.
" Kamu salah paham , Ku mohon dengarkanlah dulu Penjelasanku ". Ujarku padanya dengan tatapan memelas.
Dia menantapku lalu melemparkan tatapannya ke segala arah .
" Baiklah , Jika kamu tidak memberiku Ruang . Aku minta maaf karena tadi belum sempat untuk berpamitan padamu jujur aku lupa kalo----."
" Lupa kalo punya Suami ." Potongan kata yang akan kulontarkan dijawab olehnya.
__ADS_1
Aku menarik Nafas dalam-dalam.
" Memang begitu adanya , itu terserah padamu . Maaf aku ada urusan dalam tugas Kuliah , Aku harus pergi ". Pamitku.
" Jangan mencoba melangkahkan kaki dan keluar dari Ruangan ini jika tidak ingin menjadi Istri Durhaka ".
*Deg*
Perkataannya sungguh menyakitkan ,
" Kamu menyebutku Istri Durhaka , ". Aku mulai mendekatinya lagi bahkan sangat dekat hingga nafasnya dapat kurasakan.
" Lalu bagaimana caranya agar kamu tak menyebutnya lagi , haruskah aku melayanimu dulu agar kamu bisa menjaga Ucapanmu itu dengan baik " . Kataku yang mulai terbawa emosi.
" Apa yang kau lakukan ?".
" Aku tidak ingin disebut Istri Durhaka , maka dari itu aku harus membungkam mulutmu itu"
Aku mendorong Tubuhnya dengan tubuhku hingga terbaring di Kamar .
Dia melihatku dengan Intens.
" Aku tidak pernah bermain-main dengan hubungan bahkan aku cukup setia menjaga hati selama ini , Aku tidak pernah mengharapkan si Penghianat Rehan lagi hiks...hikss..hikss " .
Aku terkejut karena dia membawaku ke dalam pelukannya .
" Menangislah jika itu membuatmu lebih tenang , Maafkan aku ". Pelukannya semakin erat bahkan sesekali mengecup pucuk rambutku.
Setelah sadar dengan apa yang telah ku lakukan dan saat itu juga aku terperanjat melepas tangannya yang memelukku.
Aku ingin keluar dari Ruangan ini namun sekali lagi dia menahanku.
" Jangan pergi , aku akan membantumu untuk menyelesaikan tugas kuliahmu ".
" Apa maksutmu ?".
" Duduklah ".
__ADS_1
Aku mencoba mengikuti Perkataannya.
" Aku ini Suamimu jangan takut , duduklah ".
" Apa yang akan kamu tanyakan padaku tentang Hotel Dubras ini ?". Ujarnya.
" Tidak ada . " Jawabku.
" Kulihat tadi kau akan pergi ke Lobby , daripada menggali informasi disana mending langsung ke Pemiliknya ".
" Kau kenal dengannya "
" Coba tebak , Hotel Dubras ? Du Bras itu sebuah Singkatan ". Ungkapan.
" Du Bras , Apakah itu Candu Bramasta ? Hah , Benarkah ". Kejutku.
" Sekarang anda sedang berhadapan dengan Pemilik Hotel Dubras , Nyonya Candu Bramasta ."
" Oh , Milikmu ? A---apaa jadi Hotel ini milik kamu Mas ?".
" Bisa dibilang milikmu juga karena kamu Istriku ".
" Mana bisa seperti itu ". Sangkalku.
" Jadi kamu tidak mengakuiku ya ".
" Lalu Bramasta Group ? "
" itu Perusahaan yang dibangun oleh Papa "
" Seberapa banyak Bisnismu ". Tanyaku.
" Apa ini juga termasuk dari Pertanyaan kuliahmu ?".
" Bisa jadi begitu ".
" itu Berarti kau harus mengekspos dirimu juga ?".
__ADS_1
" Maksutnya ".