Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Padam


__ADS_3

*Centarrrrrrrrrrrr*


Suara Petir semakin menakutkan dan membuatku terpaksa memeluknya .


" Tadi sudah ditawari gak mau , sekarang main peluk gak pamit lagi ." Sindirnya padaku .


" Huuuh bisa diam gak sih mas , Aku beneran takut nih ".


" Oh Takut yaa ? Jadi Gerah pengen buka baju". Gumamnya yang membuatku terkejut.


" Gerah ? gausah alasan deh kamu mas , ini itu hawanya dingin . Jangan ngambil kesempatan , Awas aja ". Ancamku padanya.


" Ehmm.. Kata Ustad tadi tidak baik Berprasangka buruk terhadap orang lain ."


" Ya yaa ".


" Agar hubungan selalu baik maka perlu kemajuan untuk semakin baik ".


" Jangan Ceramah deh mas bukan waktunya mana haus lagi ahhh ". Keluhku .


" Kamu tunggu sini dulu aku ambilkan air untukmu ".


" Aahh Enggak mau , Aku takut ". Tanganku melingkar erat ke perut Mas Candu.


" Kamu jangan banyak gerak dong , Aku gak kuat nahannya ". Kali ini dia juga mengeluh.


* Centarrrrrr........Brummmm...gradakkkk--Gradakkkk*


" Mas , Aku takut ". Histerisku .


Mas Candu sejak tadi hanya diam saja tidak berbicara namun tangannya menyentuh kepalaku.


" Gawat kalo begini terus bisa bahaaya sama Junior ". Lirihnya pelan namun bisa ku dengar.


" Junior siapa mas ? bahaya apa ". Tanyaku padanya.


" Tidak ada . Kalo kamu takut tidur aja jangan banyak gerak bisa bahaya ".


" Bahaya apasih gak jelas banget ".


Ponsel Mas Candu berdering namun ponselnya berada di Sofa .


" Bentar mau ambil ponsel dulu ".

__ADS_1


" Mas aku takut ". Aku semakin mengeratkan pelukannya.


" Dek, Astaga . Kenapa kamu membangunkannya ?".


" Mem--membangunkan apa sih ".


" Sekarang kamu harus tanggung jawab , Aku Pria Normal dek ".


" Jangan bercanda deh gak lucu tauk , Aku beneran takut ".


" Hufttttt....". Dia membuang Nafasnya dengan Kasar.


Sekali lagi Ponselnya berdering sepertinya sangat penting hingga berkali-kali seperti itu .


Namun Mas Candu tidak menghiraukannya dan dia terlihat berkeringat dingin karena aku merasakan jika Tubuhnya sedikit berpeluh.


" Mas berkeringat yaa ".


Namun tidak ada Jawaban darinya sehingga membuatku bingung.


Ponselku juga berdering ternyata ada Pesan masuk dari Kak Awan.


Setelah kubuka ternyata Sebuah Video .


" Aahhhhhhhhh ". Reflek kulemparkan Ponselku .


" Huffttt Astaga Adek kenapa kamu semakin membuatku tersiksa ". Katanya dengan Penuh penekanan.


" Kak Awan resek banget mas , uda tau padam , berpetir malah ngirim Video hantu ihhh Serem mass ...seremm ."


" Lebih serem lagi Perlakuanmu ini , sengaja menaikiku tapi tidak mau bertanggung jawab.. Sungguh tersiksa ". Omelnya.


" Mas kenapa jadi Ngomel ".


" Ya , Kamu egois ".


Aku merasakan seperti ada benda keras yang sedang berdiri tegak namun bukan tiang .


Merasa Penasaran , tanganku meraihnya.


" Senjaa !!!". Mas Candu berteriak.


Tubuhku langsung dilempar dan ditindih olehnya , Nafasnya menggebu-gebu .

__ADS_1


" Mau apa ".


Tanpa menjawab Kata-kataku dia langsung menautkan bibirnya ke bibirku penuh gairah.


*Tek*


Lampu kembali menyala , Aku melihatnya dengan jelas.


Dia menghentikan aksinya dan segera berlari ke Kamar mandi .


Aku tidak melarang dia untuk menciumku namun untuk menyatukan sesuatu yang cukup menakutkan untukku , mungkin belum siap.


*Cklek*


Kulihat Sejak keluar dari Toilet seperti sedang menghindariku.


Aku secara berani mendekatinya karena bagaimanapun juga takut terjadi sesuatu padanya.


" Mas , kamu tidak apa-apa kan ?".


Dia hanya menggeleng-gelengkan kepala saja , sepertinya ada raut kecewa begitu menatapku.


Dia memainkan Ponselnya dan Melakukan Panggilan .


Terlihat sangat Serius sekali bahkan wajahnya mulai menakutkan.


Ada masalah besar apa sebenarnya ? Aku ingin sekali bertanya namun aku juga membuatnya kecewa.


Ada Rasa gundah gulana yang sedang melanda hatiku .


Mas Candu melemparkan Tubuhnya ke Sofa begitu selesai melakukan Panggilan.


" Mas , Ada apa ? ."


" Sepertinya Bramasta Group akan hancur ". Ucapnya dengan dingin .


Aku berani mendekatinya dan memeluknya .


" Kenapa kamu memelukku terus menerus ?".


" Memang tidak boleh ."


" Aku butuh ketenangan dulu jangan memanasiku dan membuatku kecewa lagi ".

__ADS_1


Seketika aku mengerti mengapa dia terlihat kecewa padaku .


" Aku akan pergi untuk mengatasi Permasalahan ini dulu , kamu disini jangan keluar rumah tanpa seizin dariku dan ingat jangan menambah masalah untukku ".


__ADS_2