
*Centarrrrrrrrrrrr*
Suara Petir semakin menakutkan dan membuatku terpaksa memeluknya .
" Tadi sudah ditawari gak mau , sekarang main peluk gak pamit lagi ." Sindirnya padaku .
" Huuuh bisa diam gak sih mas , Aku beneran takut nih ".
" Oh Takut yaa ? Jadi Gerah pengen buka baju". Gumamnya yang membuatku terkejut.
" Gerah ? gausah alasan deh kamu mas , ini itu hawanya dingin . Jangan ngambil kesempatan , Awas aja ". Ancamku padanya.
" Ehmm.. Kata Ustad tadi tidak baik Berprasangka buruk terhadap orang lain ."
" Ya yaa ".
" Agar hubungan selalu baik maka perlu kemajuan untuk semakin baik ".
" Jangan Ceramah deh mas bukan waktunya mana haus lagi ahhh ". Keluhku .
" Kamu tunggu sini dulu aku ambilkan air untukmu ".
" Aahh Enggak mau , Aku takut ". Tanganku melingkar erat ke perut Mas Candu.
" Kamu jangan banyak gerak dong , Aku gak kuat nahannya ". Kali ini dia juga mengeluh.
* Centarrrrrr........Brummmm...gradakkkk--Gradakkkk*
" Mas , Aku takut ". Histerisku .
Mas Candu sejak tadi hanya diam saja tidak berbicara namun tangannya menyentuh kepalaku.
" Gawat kalo begini terus bisa bahaaya sama Junior ". Lirihnya pelan namun bisa ku dengar.
" Junior siapa mas ? bahaya apa ". Tanyaku padanya.
" Tidak ada . Kalo kamu takut tidur aja jangan banyak gerak bisa bahaya ".
" Bahaya apasih gak jelas banget ".
Ponsel Mas Candu berdering namun ponselnya berada di Sofa .
" Bentar mau ambil ponsel dulu ".
__ADS_1
" Mas aku takut ". Aku semakin mengeratkan pelukannya.
" Dek, Astaga . Kenapa kamu membangunkannya ?".
" Mem--membangunkan apa sih ".
" Sekarang kamu harus tanggung jawab , Aku Pria Normal dek ".
" Jangan bercanda deh gak lucu tauk , Aku beneran takut ".
" Hufttttt....". Dia membuang Nafasnya dengan Kasar.
Sekali lagi Ponselnya berdering sepertinya sangat penting hingga berkali-kali seperti itu .
Namun Mas Candu tidak menghiraukannya dan dia terlihat berkeringat dingin karena aku merasakan jika Tubuhnya sedikit berpeluh.
" Mas berkeringat yaa ".
Namun tidak ada Jawaban darinya sehingga membuatku bingung.
Ponselku juga berdering ternyata ada Pesan masuk dari Kak Awan.
Setelah kubuka ternyata Sebuah Video .
" Aahhhhhhhhh ". Reflek kulemparkan Ponselku .
" Huffttt Astaga Adek kenapa kamu semakin membuatku tersiksa ". Katanya dengan Penuh penekanan.
" Kak Awan resek banget mas , uda tau padam , berpetir malah ngirim Video hantu ihhh Serem mass ...seremm ."
" Lebih serem lagi Perlakuanmu ini , sengaja menaikiku tapi tidak mau bertanggung jawab.. Sungguh tersiksa ". Omelnya.
" Mas kenapa jadi Ngomel ".
" Ya , Kamu egois ".
Aku merasakan seperti ada benda keras yang sedang berdiri tegak namun bukan tiang .
Merasa Penasaran , tanganku meraihnya.
" Senjaa !!!". Mas Candu berteriak.
Tubuhku langsung dilempar dan ditindih olehnya , Nafasnya menggebu-gebu .
__ADS_1
" Mau apa ".
Tanpa menjawab Kata-kataku dia langsung menautkan bibirnya ke bibirku penuh gairah.
*Tek*
Lampu kembali menyala , Aku melihatnya dengan jelas.
Dia menghentikan aksinya dan segera berlari ke Kamar mandi .
Aku tidak melarang dia untuk menciumku namun untuk menyatukan sesuatu yang cukup menakutkan untukku , mungkin belum siap.
*Cklek*
Kulihat Sejak keluar dari Toilet seperti sedang menghindariku.
Aku secara berani mendekatinya karena bagaimanapun juga takut terjadi sesuatu padanya.
" Mas , kamu tidak apa-apa kan ?".
Dia hanya menggeleng-gelengkan kepala saja , sepertinya ada raut kecewa begitu menatapku.
Dia memainkan Ponselnya dan Melakukan Panggilan .
Terlihat sangat Serius sekali bahkan wajahnya mulai menakutkan.
Ada masalah besar apa sebenarnya ? Aku ingin sekali bertanya namun aku juga membuatnya kecewa.
Ada Rasa gundah gulana yang sedang melanda hatiku .
Mas Candu melemparkan Tubuhnya ke Sofa begitu selesai melakukan Panggilan.
" Mas , Ada apa ? ."
" Sepertinya Bramasta Group akan hancur ". Ucapnya dengan dingin .
Aku berani mendekatinya dan memeluknya .
" Kenapa kamu memelukku terus menerus ?".
" Memang tidak boleh ."
" Aku butuh ketenangan dulu jangan memanasiku dan membuatku kecewa lagi ".
__ADS_1
Seketika aku mengerti mengapa dia terlihat kecewa padaku .
" Aku akan pergi untuk mengatasi Permasalahan ini dulu , kamu disini jangan keluar rumah tanpa seizin dariku dan ingat jangan menambah masalah untukku ".