
Selepas Sarapan , Belva menghampiri Senja.
" Ehmm... Ehh Wanita Bar-bar gak punya Attitude . Gue heran sama Lo kenapa sih harus Lo gitu yang jadi Istrinya Candu ".
" Harusnya sih Lo kali ya yang gak punya Atitude , Kalo bukan Gue terus Siapa hahh Apa iya Lo ". Ujar Senja yang sengaja menyindir Belva.
" Jangan Kurang aja ya Lo sama Gue ". Bentak Belva pada Senja.
" Cihh , Terus mau Lo apa ? Kenapa jadi ngurus hubungan orang ".
" iihh Kalok bukan Menantu Bramasta Lo gue tampol nih uda gatal tangan gue ".
" Nihh Tampol aja sesuka hati Lo gak masalah tapi sebelum Lo nyentuh kulit gue , biasanya gue lakukan ini ".
Senja mendekati Belva dan mencekik Leher milik Belva.
" Lee--lepaskan ".
Senja masih belum melepaskan cekikannya namun melihat Belva sudah lemah dengan segera melemparkannya ke lantai.
" Jangan pernah lo ngurusi hidup gue lagi , sekali lagi Lo berani .. maka akan lebih dari ini ngerti Lo ".
Senja pergi meninggalkan rumah tanpa diantar Sopir karena menaiki Taxi.
Senja memilih untuk pergi ke Rumah Kedua Orang tua untuk mengambil mobil kesayangannya.
" Loh, Senja ? Tumben sendirian dimana suamimu ?". Tanya Aruna .
" Lagi ada Kepentingan kak , Oh iya Aku kesini cuma mau ambil mobil aja kok ".
" Masuk dululah ".
" Nanti dulu kak , Senja lagi buru-buru soalnya Kak Aruna sampaikan saja sama Mama Papa dan Kak Awan ".
__ADS_1
Senja mengemudikan Mobilnya untuk keluar dari Garasi .
Disepanjang Perjalanan dia tak tau harus pergi kemana lagi karena hari ini lumayan sial bertemu dengan Orang yang pernah bermasalah dengannya ketika di Mall.
" Mas Candu ini sebenarnya kemana ya ? Kok jadi aneh , tapi ya sudahlah ".
Sedangkan Candu masih sibuk dengan urusan Cintanya yang baru-baru ini dikukuhkan kembali setelah hampir kehilangan Kepercayaan dari Aruni .
" Aruni , Aku mau pulang ? ".
" Mau kemana sih ? ini masih pagi loh ".
" Mama pasti akan khawatir ?".
" Kalo begitu ayo ajak aku bertemu mama kamu kan calon menantu yang baik harus menjaga hubungan baik dengan Mertua ".
" Tidak , Belum saatnya . Aku mau balik ".
Candu benar-benar sudah mulai bosan dengan tingkah Aruni yang terlihat sangat jauh berbanding terbalik dengan Senja .
Dalam Perjalanan Pulang , Candu melihat Bayangan Senja yang entah itu Senja atau bukan karena sekilas mirip dengannya .
Didalam hatinya merasa sangat bersalah atas apa yang telah diperbuatnya .
Aruni telah kembali memenangkan Sosok Candu kembali karena hanya dialah yang tau cara menjinakkan Seorang Candu Bramasta.
Sore Hari , Di Rumah Candu.
" Sore maa ?". Sapa Candu pada Mamanya.
" Mana Senja ? Kenapa tidak bersama dengannya ".
" Oh , Senja masih ingin bermain sama teman-teman lainnya maa ". Elakknya.
__ADS_1
" Kamu bohong Candu , Ingat ya jangan pernah macam-macam padanya . Mama Peringatkan sama kamu jangan menyakiti hati menantu mama ."
" Ada apa sih maa ?".
" Mama lagi nunggu Senja sejak pagi tadi belum kembali ".
" Sejak tadi pagi !!". Kaget.
" Kamu gimana sih , awas ya kalok sampai ada apa-apa dengan Senja ".
Candu berusaha menghubungi Ponsel Senja namun malah tidak aktif.
Hingga pada tengah malam tepatnya pukul 11.00 barulah datang.
" Senja ?". Kompak Mama Rani dan Papa Andi.
" Mama , Papa ? Maaf tadi Senja ketiduran di rumah Zea jadi baru bisa pulang ". Elaknya pada Mertuanya.
" Benarkah ?". Sahut Candu.
" Iya ".
" Ya sudah kalian Istirahat aja sana ".
Candu dan Senja kembali menjadi canggung entah mengapa sebabnya .
" Kamu sudah sholat isya' ". Gumam Candu .
" Sudah kok ".
" Oh , Baiklah ".
" Hari ini dia ini kenapa sih kok jadi aneh gini yaa , Apa cuma Perasaanku aja yaa ". Gumamnya dalam hati.
__ADS_1