Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Gagal


__ADS_3

" Mm--mas Kapan datangnya ? Ku kira tadi suara Tikus ". Gumamku.


Mas Candu segera menyadarkan diri dari Pandangannya.


" Berapa jam ada didalam kamar mandi ". Ujarnya dengan nada datar.


Aku sudah tau bagaimana perasaannya saat ini dan sudah dipastikan jika dia akan marah padaku .


Aku tak bisa berbohong namun tak bisa juga berkata jujur .


" Kenapa diam ? sekarang kamu sengaja mau menggodaku ".


Dia mendekatiku bahkan tatapan tajamnya membuatku bergidik , apakah harus pasrah ataukah menghindar saat ini ?


Sekarang dia benar-benar berada di depanku dan berani menangkup wajahku .


" Bisakah Kau mengerti Perasaanku saat ini Adinda Senja Wijaya ? Kau senang aku tak ada disini ". Ujarnya seraya manatap wajahku .


Kukira dia akan marah dan memukulku karena manik kedua matanya mulai memerah kala menatapku.


Namun ternyata dia memelukku dan mengeratkan pelukan itu .


Dia jelas merasakan Gundukan kenyal yang menempel begitu jelas ditubuhnya karena akupun merasakan jika Gundukan itu menempel karena tekanan .


Hatiku berdesir , Tubuhku bergelinjang kala dia memberikan sebuah sentuhan pada Kulitku.


" Maafkan aku sudah lama meninggalkanmu , Aku terlalu rindu padamu ". Bisiknya pada Cuping Telingaku.


Ada rasa aneh dari dalam tubuhku saat ini , Mas Candu mencium rambutku perlahan-lahan hingga berganti posisi ke bagian leher jenjangku.

__ADS_1


" Aahhhhhhhh " . Suara desahanku karena tidak bisa ditahan lagi .


Mas Candu adalah Seorang Pria Dewasa dan pasti akan tergoda dengan Penampilanku saat ini .


" Apakah boleh jika aku menginginkannya sekarang ". bisiknya lagi di telingaku.


Nafasku tidak bisa dikondisikan , Mas Candu mendongakkan kepalaku sehingga wajah kami saling bertemu .


" Berarti boleh ". Ujarnya kepadaku dengan disertai senyuman yang menggoda.


Ahh Aku terhipnotis bahkan tak bisa mengendalikan diri dari sentuhan yang dilakukan olehnya.


Tidak ada jawaban yang keluar dari bibirku bahkan anehnya aku tidak bisa bicara seperti terkunci dengan sendirinya tapi untuk mendesah mengapa bisa ? Aneh bukan .


Bibir Mas Candu mendekat dan meraih bibir mungil milikku , tidak seperti biasanya yang langsung melahabnya .


Sepertinya ini Trik darinya agar akulah yang harus memulai Permainannya , Meski sudah beberapa kali berciuman dengannya namun kau belum begitu mahir .


" Emppbbbbb ". Reflek suaraku keluar karena terkejut.


Kali ini sudah tidak bisa menunggu lagi dia melahab habis bibir mungilku hingga tubuhnya menuntunku untuk melangkah mundur , hei itu Tembok .


Namun kepalaku tidak kecedot karena tangannya menjadi penyanggah .


Tangannya mulai berani turun menggerayang kemana-mana bahkan sudah mencapai Puncak Gunung milikku.


" Aaahhhh ". Suara Desahanku semakin membuatnya membara dan bersemangat.


Kenapa aku harus mendesah berkali-kali bukankah itu memalukan.

__ADS_1


Tidak Puas Menggerayangi diluar aku terkejut ketika tangannya memaksa masuk ke dalam Handuk namun sepertinya begitu susah .


Ahhh Suaraku dan Tubuhku seperti tersengat Listrik , Sentuhannya membuatku bergelinjang parah hingga tanganku yang semula diam kini malah memegang wajahnya seakan terkesan memperdalam ciuman kami.


Rasanya Geli-geli bergelora ketika tangannya mulai menyentuh dan memainkan tombol yang berada di puncak gunungku.


Kudengar dia juga mendesah namun tidak sepertiku yang terdengar jelas.


Puas melahab bibirku kini turun ke jenjang leherku , mataku melotot ketika dia menyesap nya .


Kami berdua sepertinya telah melupakan segalanya karena sama-sama terbuai .


Sejak tadi aku merasakan adanya benda keras yang menonjol bahkan dia mulai menggesek-gesekkannya.


Tubuhku yang semula menyender ditembok malah tarik ke atas Kasur dan terlempar.


Dia membuka kancing bajunya ? Untuk apa ?


Mungkinkah dia benar-benar menginginkanku , ada rasa Panik saat ini .


Begitu kancing kemejanya terlepas semua barulah menindihku dan menautkan lagi bibirnya ke bibirku.,


Tangan Mas Candu mulai membuka handuk yang kulilitkan sempurna .


Namun ,


*Toktoktok*


Suara Pintu kamar terdengar menggema membuat kami berdua terperanjat kaget.

__ADS_1


" Non , Non Adinda berada didalamkah ? Nyonya sedang memanggil anda ".


Itu Suara ART dari luar pintu.


__ADS_2