
Candu dan Senja masih belum membersihkan diri , masih nyaman dengan sikap terlentangnya di atas Kasur .
Kemungkinan sama-sama capai bekerja.
" Dek , Kamu mandilah setelah ini masuk Maghrib ". Ucap Candu.
" Hm , masih Nyaman begini ". Jawab Senja.
Senja sengaja tidak memberitahukan tentang Magangnya di Perusahaan milik Candu .
Sudah seminggu lamanya mereka dalam satu tempat namun tidak diketahui oleh Candu.
Elang sang Asisten Pribadi yang juga Sepupu Candu sudah mulai masuk kerja setelah masa Cutinya selesai.
Bahkan Aruni sang Kekasih Candu juga akan kembali ke Tanah Air .
Di Kantor.
" Senja ? Kamu kerjakan yang ini ya . Sebentar lagi ada rapat di Lantai Atas ". Gumam Surya .
" Baik pak ".
Surya mencoba untuk menyembunyikan Kecantikan Senja dari Semua orang yang berada di Kantor karena tidak ingin banyak yang melihatnya .
Saat ini , Zea yang menjadi bahan perbincangan Daun Muda yang paling cantik dari Anak Magang lainnya.
Rapat akan dipimpin oleh Pimpinan Bramasta Group , Candu Bramasta.
" Baru saja Gue masuk sudah ramai aja nih Kantor ". Gumam Elang .
" Lo jangan banyak bicara , Cepat mulai rapatnya ". Sambung Candu.
Selepas Rapat , Surya dan Elang bahkan Candu lagi Nimbrung di Ruangan Rapat .
" Sur , Lo kan Penanggung Jawab sekaligus Pembimbing Anak Magang nih . Emang bener ada Daun muda yang cantik ". Ujar Elang.
" Lo cari tau sendiri , Gue sibuk ." Ucap Surya langsung pergi dari Ruangan Rapat.
Surya masih dalam tahap pendekatan dengan Senja , Namun sepertinya Senja tidak terlalu menanggapi Perhatian yang telah diberikan Surya untuknya.
__ADS_1
" Senja , Besok kan libur . Bagaimana kalo besok Aku ajak keluar ?".
" Maaf Pak , Jadwalku padat banget ". Jawab Senja sambil mengetik.
" Lalu kapan bisanya ?". Tanya lagi.
" Entahlah , Bapak selalu mengurungku disini sedangkan teman-temanku bisa bebas. Maksut Bapak Surya apa sih ". Kini Senja mulai Protes karena merasa di kekang.
" Jangan salah paham dulu , Di Kantor ini banyak Orang jelalatan . Aku tidak mau mereka menganggu kamu ". Jawaban Surya tidak masuk akal.
" Mulai Senin nanti aku tidak ingin dikekang ya Pak , Selama seminggu ini aku memakluminya namun aku merasa tidak adil".
" Apakah aku terlalu Posesif padamu ?".
" Hah , Posesif ! Pak Surya ini bicara apa sih ?".
" Senja , Sebenarnya aku itu -----?".
*Cklek*
" Sur , Lo kebiasaan ya ninggalin berkas sepenting ini bisa berabe lo kalok sampai ilang " . Omel Elang pada Surya.
Namun pandangannya terhenti kala melihat sosok gadis yang lama dirindukannya.
" Ehh Lo mau apa ?". Sarkas Surya.
" Oh , Jadi Lo sengaja menyembunyikannya Sur ". Sindirnya.
" Menyembunyikan apa ?".
" Dia , Daun Muda cantik . Adek Bidadari Senja yang lama tidak pernah bertemu namun siapa sangka bisa bertemu disini ". Ucap Elang .
" Mereka ngomongin apa sih , Menyebalkan semua ". Gumam Senja dalam hati.
Surya masih mencoba untuk mencegah Elang untuk mendekati Senja .
" Eh Sur , Lo apa sih ? Ngapain ngalangin pandangan ".
" Jangan ganggu dia , Lo keluar deh biar bisa Fokus ".
__ADS_1
" Ehmm, Senja ! Nanti pulang sama siapa ?".
" El , Lo jangan ganggu dia ".
" Lo diem aja Sur , Emang Senja Pacar Lo ya ".Celetuk Elang.
" Kalian ini ngapain sih berisik tau gak , bisa diem ". Protes Senja yang sudah kesal.
" Nah tuh kan . Gue bilang apa cobak ". Sahut Surya.
" Ya uda , Gue mau duduk disini sejenak ".
" Sejenak sampai kapan ?".
" Sampai Bosen liatin dia , Hehehe Sur , Lo kerjakan apa yang lo kerjakan deh ".
Surya merasa kesal pada Elang , namun setelah sejam kemudian dia pergi dari Ruangan Surya.
" Senja , Nanti aku balik lagi ya ".
Di Ruangan Candu.
" Wow , Kapan Lo balik Run ?". Ucap Elang.
" Baru saja , Dimana Candu ?".
" Gue baru aja balik ,hehehe ".
" Gimana sih Lo El , Dasar Asisten gak guna ". Hardik Aruni pada Elang.
" Lo sembarangan aja Run , mending Lo telepon aja dia ".
" Gak ada Jawaban ".
" Oh , Kasian sekali ". Ledeknya.
" Elang jangan keterlaluan yaa , Lo yang kasihan udah gue tolak berulang kali ". Cebik Aruni.
" Masa Lalu , Sekarang gue merasa Lo uda Tua dan bukan Level gue ...hahahha ".
__ADS_1
" Elang , Lo kurang ajar yaa ".
Elang segera pergi dari Ruangan Candu meninggalkan Aruni disana yang lagi marah.