Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Sopir ngupil


__ADS_3

Mas , Kenapa Keluar ? Mana Janjimu ". Seruku.


" Tadi siapa yang memanggilmu sayang hahh". Wajahnya terlihat merah padam bahkan tatapannya tajam seperti burung elang .


" Hufftt.. Mas Candu salah paham , Pria itu Sahabatku juga namanya Zavir ". Jelasku.


" Gak tanyak ". Ketusnya.


" Lah tadi bukannya nanya ". Heranku pada Mas candu .


" Ayo pulang . Pria itu sepertinya menyukaimu aku sangat tidak suka ".


" Tidak suka Apa cemburu ?". Ledekku.


" Ayo Pulang ". Tangannya menarik Tanganku.


Namun Zea malah memergoki kami yang sedang tarik menarik .


" Mas , Cepat masuk mobil . Zea itu mengenali wajahmu ". Aku Panik.


" Kenapa harus takut ? Ayo kita Pulang ".


" iihhh Nyebelin banget sih . Kalo gak masuk Mobil aku juga gak akan pulang bersama kamu selamanya kalo bisa ". Lirihku pelan agar tidak kedengaran Zea.


" Ck Kamu mengancamku ".


Aku melihat Zea sepertinya sedang mendekati kami .


" Sen , Ngapain sih ?". Teriak Zea.


Untuk antisipasi agar tidak ketahuan dengan segera kuhampiri Zea.


" Oh , itu tadi sopir Gue telepon . Mama khawatir Zee ." Terpaksa berbohong.


" Mmm begitu ya , Kita masuk dulu yuk. Eh Kasian banget Sopirnya kenapa gak sekalian masuk juga ".


" Ehh... Enggak-enggak jangan deh . Sopir Gue suka ngupil . Malu-maluin banget ".


" Hah , Masa sih ? Gak Percaya ".


" Duh Lo ya Ribet banget , yaudah kita masuk".

__ADS_1


Didalam Rumah Zea tepatnya di Ruang Tengah.


" Papa sebaiknya istirahat aja deh biar gak sakit juga ". Gumam Zea pada Papanya.


" Papa akan tunggu mama sampai sadar ".


" Gimana Za , Mama Gue gak kenapa-kenapa kan ?".


" Hanya kaget saja Zee , Lo tenang aja biarkan Mama Lo Istirahat ".


" Baiklah . Terima Kasih Za ".


" Sudah semestinya Seorang Sahabat selalu ada untuk Sahabat yang membutuhkan ya gak Sen ". Zavir sok Bijak.


" Enek banget gue dengernya ". Sambarku.


" Haahhaha , Eh Sen Ngomong-ngomong Sopir Lo kasian banget kalo disuruh nunggu lama gitu ". Kata Zavir.


" Iyaa , Menurut Gue juga gitu Zaa ". Sahut Zea.


" Udah , Ngapain perduli sama sopir toh dia juga dibayar kan ". Jawabku.


" Iya sih , gue lihat dari Jauh Sepertinya Sopir Lo Lumayan juga tapi kok suka Ngupil yaa ". Ungkap Zea.


" Kenapa jadi ngomongin Sopir sih , Gak ada Topik lain gitu ." Sarkasku.


" Masih bingung sama baliknya Rentenir serem tadi kok bisa ya mereka bilang Hutang Papa Lunas begitu saja , aneh kan ". Kata Zea.


" Ada kejadian seperti itu kenapa gue gak tau". Gumam Zavir.


Keduanya menatap ke arahku entah apa yang sedang mereka pikirkan.


" Kenapa kalian nglihat Gue seperti itu ".


" Gak ada kaitannya ama Lo kan Sen , Lo jujur saja ." Paksa Zea padaku.


" Beneran bukan Gue ".


" Lah Terus Siapa ? Sopir Lo Sen , kan gak mungkin ". Kata Zavir yang asal tebak.


" Bisa jadi tuh Sen ". Seru Zea padaku.

__ADS_1


Aku memang curiga itu Perbuatan Mas Candu namun sepertinya Zea sudah mulai Curiga dengan Sopirku itu.


Perdebatan kami terhenti karena Mama Zea sudah mulai sadar .


Setelah 2 jam lamanya.


Aku dan Zavir keluar dari Rumah Zea bebarengan.


" Bener nih gak mau pulang sama Gue ".


" Gak , Lo gausah repot-repot dan Gue gak mau ngrepotin ". Sarkasku.


" Bikin gemes aja Lo sen kalo lagi keki gitu ".


" Lo ya Za , ahh sana Lo ke Mobil Lo sendiri ".


Mas Candu tentu saja melihat aku dan Zavir yang sedang terlihat mengobrol asyik.


" Senja , Sampai ketemu besok di Kampus jangan lupa balas Chat Gue . Oke ".


" Hmm ".


Aku mulai memasuki Mobil milik Mas Candu yang setia menunggu.


" Enak yaa bisa goda-godaan sama Za...".


" Zavir namanya ? Uda biasa begitu kenapa sih lagian masih batas wajar deh ".


" Kenapa lama amat sih capek nungguinnya".


" Lagian siapa yang nyuruh mas nungguin hahh,. Ayo pulang ".


" Iyaa iyaa Istriku sayang ".


" Ehh Mas , Bentar deh . Apa bener mas yang bantu keluarga Zea tadi ".


" Ya , Terpaksa agar kamu aman dari mereka saja lagian nominalnya gak seberapa kan ". dengan mudahnya berkata demikian.


" Gak seberapa.? uang 250 juta itu amat banyak mas ".


" Kamu punya Kartu Blackcard tapi gak dipakek padahal isinya lumayan dari itu dan buat kebutuhanmu sebulan ". Jelasnya .

__ADS_1


Jika berdebat dengannya selalu saja kalah tidak pernah memberi celah sedikitpun untuk unggul.


Aku mendengus kesal


__ADS_2