Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Damai


__ADS_3

" Tadi cuma terbawa emosi saja , Lagi Banyak masalah ". Lirihnya sendu.


" Tetap saja aku gak suka itu ". Balasku dingin.


" Dek , Damai Yuk ". Rayunya sambil mengangkat dan memainkan kedua alisnya.


" Banyak masalah enggak cerita tau-tau melampiaskannya ke aku sumpah menyebalkan mas ".


" Sekarang mau gak dengerin curhat " .


" Enggak mau uda telat , males juga ngladeni Pria macam kamu mas . Kayak bunglon banget".


" Kenapa jadi Bunglon ".


" Iya , Kemarin kamu manis banget ngalahin Gula entah sekarang tiba-tiba berubah kek Banteng ".


" Dek, kenapa kamu gak bawa Kartu Blackcardnya ".


" Karena aku masih belum sanggup dan siap melayanimu jadi tidak berani menggunakannya ".


" Terus Kapan siapnya ? ".


" Duh Mas Candu bisa gak sih gak bikin Aku emosi ."


*Toktoktok*


" Senja ? Kamu didalam kan ". Itu Suara Kak Awan.


" Iyaa kak ".


" Dipanggil Mama tuh dibawah ".


Aku segera menemui mama dilantai bawah entah apa yang akan dikatakan olehnya.


Kulangkahlan kakiku untuk menuruni anak tangga yang lumayan tinggi .


" Mama ?".


" Senjaku sayang , Kenapa kesini gak bilang-bilang sih main masuk kayak maling aja ".


" Hah ? Mama , ini kan rumah Senja juga kenapa jadi begitu Asing sekarang ".


" Bukan begitu sayang , mana Suamimu ".

__ADS_1


" Di atas ?".


" Ya uda panggil dia , sebentar lagi ada Siraman Qalbu lumayan kan buat nyejukin hati dan Pikiran ".


Kak Awan hari ini mengundang Seorang Ustad yang Fenomenal dari Komplek sebelah.


Kami Sekeluarga sedang mendengarkan Ceramah dan Berbagai Nasehat dari Ustad Kenalan Kak Awan.


Selepas Acara itu , Aku keburu ingin pergi ke kamar namun Kak Awan memintaku untuk bicara empat mata.


Pasti bakal ada Ceramah Part 2 nih Versi Ustad Awan .


Kak Awan menyuruhku ke Ruang Kerjanya .


* Toktoktok*


" Masuklah ".


" Ada apa kak ?". Ucapku sendu.


" Katakan dengan Jujur Dek , Kamu sedang ada masalah dengan Suamimu . Mengapa kalian datang tidak bersama ".


Aku diam tidak menjawab perkataan dari Kak Awan.


" Iya kak , Kita gak ada apa-apa kok ?". Elakku.


" Apa kamu tidak mendengarkan kajian dari Ustad Fadlur tadi tentang menjalin hubungan yang baik dan menjauhi prasangka buruk ".


" Senja sudah mendengar kakak ?".


" Katakan pada Kakak , Apa masalahnya ?".


" Privasi dalam berumah tangga mana boleh diceritakan pada orang lain , bukankah sebelumnya kakak yang memberitahukan hal itu ".


" Ya benar , tapi jika sudah bermasalah larinya ke rumah ini maka kakak juga berhak tau ".


" Gak ada masalah yang serius kok kak , Mas Candu sibuk jadi aku kesini ".


" Jangan terlalu membebaninya saat ini , Masalah besar sedang melandanya . Hiburlah dia jadi Istri yang Sholehah untuknya ".


" Iya Kak ".


" Kembalilah ke kamarmu ".

__ADS_1


Sudah kuduga jika kak awan akan menanyakan hal itu.


*Cklek*


" Dek , Tadi Ponselnya menyala berulang kali pasti di silent ya ".


" Iya lagi mode tenang aja ".


" Baiklah , Mas mau tidur dulu ya lagi lelah hari ini ".


Mas Candu benar-benar tertidur sepertinya sudah sangat lelah .


Diluar sepertinya Hujan turun sangat deras bahkan juga disertai Badai Petir.


* Duar*


Kudengar Suara Ledakan diluar disertai padam setelahnya.


" Hah , Kok padam sih . Huftt mana belum nutup Balkon lagi ".


*Cetarrrr*


* Gledekkk*


*Grudukk*Grudukk*


Jantungku berdebar kala mendengar suara Petir yang bersahut-sahutan apalagi dalam keadaan Padam benar-benar Horor.


Aku berlari dan asal melompat ke Kasur Milikku yang mungkin bisa saja mengenai Tubuh Mas Candu.


Aku bersembunyi dibalik Selimut,


" Dek , Ada apa ? Lampunya kenapa dimatikan segala lagi ".


" Jangan berisik mas ini lagi padam ".


" Ngapain sembunyi dibalik Selimut ".


" Mau boboklah ".


" Mau dipeluk atau mau yang lain gitu ".


" Apasih mas ? yang lain apa maksutnya ".

__ADS_1


__ADS_2