
" Ru--rumah kita ..". Ucapku yang mengulangi Perkataannya.
" Kenapa ? Apakah kau tidak ingin pulang bersamaku ".
" Aduhh jangan SKSD ya , sebelumnya kita enggak saling kenal jadi jangan sok akrab ". Ketusku.
" Kenapa harus marah ? Jika belum saling mengenal , mari berkenalan . Namaku Candu Bramasta ".
" Ya tau ".
" Sudah malam , ayok kita tidur ". Ajaknya
" Hahh , Apa ? Tii--tidur ?". Jawabku dengan gugup.
Lalu Dia berjalan ke arah Ranjangku dan menepuk Ranjangku juga sebagai isyarat jika aku akan tidur disampingnya.
Oh Jantung kenapa lagi dengannya , Jantungku tidak berhenti berdetak malah semakin kencang saja.
" Kenapa bengong ? Ayo tidur ".
" Aku tidur di Sofa saja ". Jawabku sambil berjalan ke Ranjang untuk mengambil Bantal dan Gulingku.
Dia memperhatikanku dalam-dalam bahkan membuatku Salting.
" Kau melihatku terus-terusan untuk apa ?". Demoku.
" Melihat Istri sendiri apalagi sudah halal boleh dong malah mendapatkan pahala ". Ujarnya.
" Gausa sok Religius deh ".
Tangannya yang semua diam kini menarik tanganku dengan cepat hingga aku jatuh dalam pelukannya , Aroma Tubuhnya yang maskulin membuatku betah dan nyaman.
" Lebih nyaman begini kan ". Lirihnya.
Aku mendorong tubuhnya dan melepaskan diri dari Dekapannya.
" Jadi , Ada Istri yang munafik nih ceritanya ". Sindirnya padaku.
Aku tidak menghiraukannya , Akhirnya Hening.
*Toktoktok*
" Adek , Apakah kamu berada didalam ?". Itu Suara Kak Awan.
Ketika akan membuka pintu kamar tiba-tiba dia menghadangku ,
" Biarkan aku yang membukanya ".
*Cklek*
__ADS_1
Kak Awan terperanjat kala melihat siapa yang membuka pintu kamarku dari dalam.
" Awan ? ".
" Oh , Maaf ..sungguh aku tidak tahu jika----".
" Ada apa kakak kemari ?". Kataku .
" Hehhee tidak ada apa-apa kok , Kalo begitu kakak pergi tidur dulu yaa . Kalian lanjutkan saja ".
Aku dan Dia saling melempar tatapan lalu kembali menatap Kak Awan yang sudah pergi meninggalkan kami .
Kulihat jam menunjukkan pukul 11 malam namun aku tidak bisa tidur , Aku memutuskan untuk menyusuri Balkon yang ada di kamarku .
Aku melihat Pemandangan malam yang sepertinya terlihat mendung akan segera turun hujan.
Angin malam menenangkanku serta pikiran yang sedang kalang kabut.
" Kenapa masih belum tidur ?".
" Belum ngantuk ". Jawabku datar.
" Sepertinya kamu tidak pernah mengharapkan kehadiranku disini ".
Aku enggan untuk menjawabnya karena tidak ingin berdebat yang tidak penting.
" Aaahh ". Dengan Spontan aku memeluknya begitu erat bahkan sangat erat.
Aku sangat ketakutan kala mendengar kilatan cahaya dari Langit yang mengerikan serta bersuara.
Sejak kecil aku sudah takut dengan Suara Petir.
Dia membalas Pelukanku hingga terjadilah Sausana Romantis yang tak terduga malam ini.
" Maaf ". Kataku dan melepaskan Pelukan itu.
Jujur saja Pelukan itu terasa nyaman untukku tapi dengan terpaksa harus melepaskannya.
Dia menatapku namun aku tidak membalas tatapannya itu , karena aku takut terjadi suatu hal yang tak ku inginkan.
" Udaranya begitu dingin , masuklah sepertinya akan turun hujan ".
" Kenapa kamu peduli ".
" Karena kamu istriku ". Jawabnya dengan Lirih.
"Ck , Istri ? Istri diatas Kertas lebih tepatnya ".
" Kenapa kamu bersifat dingin padaku , Aku tau selama ini sudah salah".
__ADS_1
Debat lagi kearah itu , Daripada kami bertengkar lebih baik aku masuk kedalam kamar dan tidur di Sofa.
" Tidak , Jangan disana . Tidurlah diranjang biar aku yang tidur di Sofa ".
Dia langsung menempatkan posisinya untuk tidur di Sofa.
Ada apa denganku ? bukankah aku sudah berjanji kepada Mama dan Kakak jika aku akan berusaha untuk menerimanya karena bagaimanapun juga dia adalah suamiku yang sah.
Ada sedikit rasa bersalah didalam hatiku karena memperlakukannya kasar , Ya Allah apakah aku termasuk Istri yang durhaka saat ini ?.
Pikiranku berkecamuk tidak karuan saat ini , Perkataan Kak Awan masih terngiang-ngiang dibenakku.
" Jadilah Istri yang baik , Layanilah suamimu hingga dia puas dengan Layananmu ingat jangan jadi Istri Durhaka karena Allah tidak menyukai Wanita seperti itu ".
Aku berdecak kesal .
Aku menuruni ranjangku dan melihatnya ,
" Mas Candu , Apakah kamu sudah tidur ?". Kataku yang entah mengapa aku bisa memanggilnya mas .
Tidak ada Jawaban darinya , rasanya kesalahan ini selalu menghantuiku.
" Mas Candu bangunlah ". Aku menggoyang-goyangkan tangannya agar dia terbangun dari tidurnya.
" Ada apa ? kamu takut lagi ". Ujarnya kala melihat wajahku .
" Aa.. Mas Candu bisa tidur diatas ".
" Aku sudah nyaman disini , sekarang kamu tidurlah besok harus kuliah kan ."
" Besok tidak ada jadwal kuliah , Mas Candu tidur diatas ranjang sama aku ya ".
Dia mengucek-ngucek matanya yang belum sadar sepenuhnya.
" Apakah aku sedang bermimpi ?". Ungkapnya.
Karena Perkataannya , Aku jadi Salah Tingkah .
Pria ini walaupun habis bangun tidur tetap saja tidak mengurangi ketampanannya .
" Kok bengong dek ". Ucapnya padaku .
" Aahh enggak , Aaa aku mau ke kamar mandi dulu ". Kali ini benar-benar salting .
Dia hanya mengangguk pelan lalu tersenyum.
Aakhh Kenapa Senyuman Orang yang beraura dingin , galak dan Acuh tak acuh semanis itu , Aku sempat terpesona dengan Senyuman Pak Reo tapi kali ini , Senyumannya 1000x lebih manis membuat jantungku berolah raga.
Semoga Wajahku baik-baik saja agar tak malu dan ketahuan jika sedang Merona .
__ADS_1