
" Naf--Nafkah Batin ? Mas , Aku belum siap untuk itu dan bisakah menunggukku untuk siap " . Lirihku dengan penuh permohonan.
" Tapi aku Pria Normal sayang , terus gimana solusinya kalo nanti Senjata Pusakaku meronta-ronta ". Mas Candu mulai menggodaku .
" Mas , Aku masih dibawah umur gak paham begituan ". Selorohku padanya.
" Kamu bukan anak Sd , Ngakunya dibawah umur . Bahkan kamu harusnya sudah matang untuk berbuah ". Ucap mas Candu .
" Hufftt , Apa mas Candu selalu begini kalo bicara enggak mau kalah ". Ledekku.
" Pasti , Seorang Candu Bramasta tidak boleh kalah dalam segimanapun ".
" Ingat mas , Dilangit masih ada Langit hmm Manusia tidak ada yang sempurna ".
" Yaa lebih sempurna lagi kalo Istriku ini melayani suaminya sekarang ".
Aku terkejut dengan Perkataannya , Mas Candu benar-benar suka sekali menggodaku bahkan sampai kesal.
" Kamu marah yaa , Aku bercanda kok . Ya sudah maaf ". Ujarnya.
" Apa mas tidak ada Pekerjaan lagi selain menggodaku ".
" Ada banyak tapi Aku memprioritaskan Istri Kecilku ini ". Jawabnya sambil mencubit Pipiku.
" Aww Mas Candu ..itu sakit ". Pekikku.
__ADS_1
" Kamu terlalu menggemaskan ".
*Toktoktok*
Suara Ketukan Pintu dari Luar kamar mengejutkan kami berdua.
" Adinda , Candu ? Keluarlah sebentar nak , Mama sama Papa mau bicara ".
Kami segera pergi menghadap Panggilan Mama ,
Di Ruang Keluarga.
" Adinda sini nak ." Kata Mama Rani sembari menyuruhku untuk duduk disampingnya.
" Tidak boleh , Sayang kamu tidak boleh jauh-jauh dariku ". Sambar mas Candu.
" Aduhh ... Sayang kamu kenapa mencubitku ? maa lihat nih menantu kesayangannya nakal."
Mas Candu membuatku malu di depan Mama Rani dan Papa Andi .
" Mama seneng deh ngeliat kalian seperti ini, coba dari kemarin-kemarin seperti ini kan lebih bagus ." Ungkap mama.
" Memang Mas Candu seperti apa maa ?." Kataku yang penasaran.
" Mama , Mau bicara tentang apa ? " . Sahut Mas Candu yang sepertinya sengaja untuk mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
" Mas Candu ? Aku itu lagi ngomong sama mama , kenapa harus di alihkan oh jangan-jangan kemarin-kemarin Mas Candu menolak Senja untuk jadi Istrinya ya maa ". Gumamku sambil menyindirnya.
" Mana ada Seperti itu , Enggak ada Penolakan . Yaa kan maa ". Jawab mas Candu seperti memainkan Bahasa Isyarat.
" Ehh Kok malah debat sih kalian ini ? Papa kenapa diam saja ."
" Mau bicara apa maa ."
" Candu , Adinda ? Kalian sudah bersama , Mama pengen Mengadakan Resepsi besar-besaran biar semua orang tau kalo seorang Candu Bramasta sudah memiliki Seorang Istri yang Cantik ."
Aku dan Mas Candu saling menatap satu sama lain dan segera merespon Perkataan Mama Rani.
" Tidak boleh ." Sergah kami Kompak.
" Kompak sekali sih kalian ini ". Sambar Papa langsung.
" Ma , Pa Pernikahan kami sudah berjalan 5 bulan jadi kalo mau pakai Resepsi sudah terlambat ." Gumam Mas Candu .
" Gak ada Masalah kok yaa kan Paa ". Jawab Mama Rani.
" Tapi maa , Aku dan Mas Candu telah bersepakat untuk tidak mempublikasikan hubungan kami dulu karena belum waktunya".Jelasku.
" Lho kok begitu sih , Kalian tidak merundingkan dulu pada Mama ".
" Ya , mau gimana lagi ma . Yang menjalankan Hubungan ini kan Aku dan Senja ". Balas Mas Candu.
__ADS_1
Sepertinya Mama Rani kecewa dengan Keputusan yang diambil oleh kami, Setelah beberapa kali meyakinkan Mama Rani akhirnya bisa terlepas dari Rencananya yang akan mengadakan Resepsi besar-besaran.
Menurutku itu Lebay karena nanti akan menggunakan Riasan yang tebal serga baju yang mungkin sangat panjang .