Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Dipeluk


__ADS_3

Di Kamar Mas Candu.


Aku masih belum terbiasa didalam kamar ini , meski terlihat nyaman namun kamar milikku jelas lebih nyaman karena sesuai dengan Gayaku .


" Ehmm ." itu suara mas Candu yang mungkin lagi ngode.


Namun aku masih tidak menghiraukannya tetap berdiri menikmati Udara Sejuk Malam hari di Balkon.


Kudengar suara langkah kaki itu sepertinya sedang mendekat ke arahku.


dan , Dia memelukku dari arah belakang membuatku sangat terkejut dan Reflek mendorongnya.


" Tidak akan pernah kulepaskan meski sekuat apapun kamu ". Sindirnya padaku.


" Mas Candu , aku merasa risih sekali ."


" Hei , Kamu lupa ya . Aku ini siapa kamu ?".


" Yaa , Lepaskan dulu nanti akan ku jawab . Bagaimana ?".


" Biarkan dulu seperti ini , Aku ingin lebih dekat denganmu saja ". Lirihnya.


" Ck , Menyebalkan sekali sih ". Kesalku.


" Mau jadi Istri yang baik diam saja ".


Aku tak berhenti menggerutu dengan apa yang tengah dilakukan olehnya.


Semakin memberontak semakin erat saja Dekapannya membuat sesak , bahkan Dia berani memancing Nafsu seorang Wanita.


" Diamlah ". Ucapnya dengan mendekatkan Nafasnya pada Cuping telingaku yang membuat merinding serta bergelenjang .


Dia benar-benar paham menahlukkan seorang wanita.


Dia berani mengenduskan kepalanya ke Bagian Ceruk Leherku , ahhh membuatku tak tahan lagi sepertinya mulai terumpan .

__ADS_1


" Mas Candu , Kamu mau apa ?".


" Aku , Hanya ingin bersenang-senang saja ".


" Mas Candu ? Lepaskan ". Rengekku.


" Aku akan melepaskannya hanya dengan satu syarat dan tidak berat kok ".


Aku curiga dia akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak padaku , Tapi bagaimanapun juga aku ini Halal untuknya.


Oh Tuhan , Bagaimana ini ? Aku benar-benar tidak tau lagi harus bagaimana .


" Gimana ??" . Sekali lagi tubuhku tidak bisa ditahan , dia berbicara dengan mendekatkan wajahnya ke cuping telingaku .


Aku masih diam mematung dan berusaha menahan diri.


" Mas Candu , kebelit nih uda gak tahan lagi ".Laporku.


" Meskipun hari ini kamu bisa lepas dariku tapi lain hari masih banyak waktu untuk kita berdua ". Godanya padaku.


Kutarik Nafas dalam-dalam dan segera pergi dari hadapannya.


" Bagaimana nanti kalo dia minta yang lebih , aku bodoh sih kenapa ga bisa tendang itu si Kepala Sukunya ". Gerutuku.


*Toktoktok*


Suara Ketukan dari Luar Kamar Mandi.


" Din , Kamu tidak apa-apa kan ? " . Serunya dari luar .


" Iyaa ".


*Cklek*


" Mas , Kenapa ada disini ?".

__ADS_1


" Khawatir . Kamu gak ke mall ".


" Ngajakin apa Gimana nih ?".


" Kalo kamu mau aku anterin kok asal ...?".Ujar Mas Candu dengan Kata-katanya yang membuatku kesal karena mengandung Teka-Teki.


" Gak jadi , Mau bobok ajah ".


Ketika aku beranjak ke kamar tangannya menarikku ke dalam pelukannya.


" Ayo kita jalan daripada berdua-duaan di kamar nanti terjadi perang dunia ke 3 ".


" Hah .. Perang ? Emang ada ." Kataku dengan berkaca-kaca.


" Kita pergi aja ". Tanganku ditarik lalu digenggam dengan erat .


Kami berdua pergi ke Mall yang entah ingin membeli apa .


" Lho Mas kok pergi ke Pakaian Wanita ".


" Buat Kebutuhan kamulah , Mulai sekarang kamarmu adalah kamarku ".


Sebenarnya Mas Candu ini mulai menyukaiku apa sudah bucin entahlah Aku tidak bisa membedakan karena aku belum lama bersamanya.


Apakah semua laki-laki seperti dia.


Hari ini lumayan Happy karena dia membuatku tertawa , membuatku Terkesima karena tadi ada sebuah kejadian yang mana seorang anak kecil kehilangan Orang Tuanya dan hampir tergelincir ke anak tangga Mall .


Kalian tau apa yang dilakukan olehnya ?


Dia berlari terbirit-birit menaiki Anak Tangga yang ada di lantai 2 dan lumayan tinggi juga.


Jarang ada yang menaiki Tangga karena ada Eskalator .


Anak kecil itu sedang menangis hingga tidak memperhatikan anak tangga beruntung ada Mas Candu yang segera merayunya untuk tidak turun ke bawah dan tetap ditempat.

__ADS_1


Anak kecil itu begitu Nurut padanya bahkan menangis dipelukannya.


__ADS_2