Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Memilih pergi


__ADS_3

" What !! ke -- ke luar negeri !! sama siapa ?".


" Zavir ". lirih Senja.


" Za--zavir ".


" Gue tau lo bakal kecewa sama gue tapi mau gimana lagi Zee hiks..hiks.. gue --- ". Senja tidak bisa berkata-kata lagi.


" Senja , cukup lo gak boleh nangis lagi . Gue setuju dengan apa yang lo katakan . Hm masalah dengan Zavir , gue juga gak masalah kok yang penting lo bahagia ". Gumam Zea.


" Lo pikir gue mau nikah sama Zavir gitu ".


" Yaa kali aja kan bisa jadi , hehe ". nyengir Zea.


" Enggak !! mana mungkin , kan lo sendiri yang bilang kalo Mas Candu gak bakal nyeraikan gue ". Ujar Senja.


" Eh tapi beneran nih lo mau pisah sama dia terus lo bakal jadi jendes dong ".


" Gue masih perawan yaa belum jeboll ." Ungkap Senja.


" Haahhh ". Zea melongo.


Secara diam- diam Zavir ternyata menguping pembicaraan mereka bahkan sangat senang mendengar Senja masih perawan dan ingin berpisah dengan Candu.


" Senja , gue akan berjuang buat lo. Gue mencintai lo dan tidak akan membiarkan pria lain menyakiti lo lagi ". Gumam Zavir di dalam hatinya.

__ADS_1


Di sisi lain , Candu berjuang keras untuk membongkar siasat yang dibuat oleh Aruni dan akan mengambil alih rumah bahkan perusahaan yang dirampas oleh Aruna.


Candu , Bimo dan Jeni bahkan panji ikut turun tangan menangani kasus yang di perbuat oleh Aruna.


Panji berhasil menjebol data perusahaan milik wijaya yang diambil oleh Aruni dan sepupu Senja , Rendi.


Sedangkan Jeni dan Bimo masih belum bisa membuktikan jika Aruni menggunakan jalan lain atas kehamilannya.


" Satu - satunya cara hanya menunggu janinnya tumbuh dan tes DNA " . Ungkap Jeni.


" Tidak ada cara lain kah , bahkan rumah tanggaku sudah terancam . Senja tidak ingin menemuiku lagi ". Gumam Candu.


" Bersabarlah candu , kami akan melakukannya semampunya untuk membantu kamu ". Jeni meyakinkan Candu untuk lebih sabar sedikit.


" Untuk rumah dan Perusahaan pasti kembali tapi Senja ? aku tidak bisa kehilangan istriku jen , aku sangat mencintainya ?". Ungkap Candu.


" Sudah - sudah , Candu bagaimana jika aku akan membantu kamu untuk bertemu dengan Senja ". Ucap Jeni.


" Semoga saja kamu bisa membantuku maka aku akan sangat berterima kasih padamu ".


Hari ini Senja memantau keberadaan Candu karena akan mengambil semua data pribadi miliknya yang masih berada di kamar Candu.


Kebetulan Mama Rani sepertinya keluar dari rumah , Zea membantu Zea dari luar untuk memantau Candu jika pulang.


Senja berjalan santai agar tidak menimbulkan kecurigaan karena di dalam pasti ada pembantu.

__ADS_1


Semua data telah di ambil oleh Senja dan segera keluar dari rumah bramasta.


" Nona Senja !". Panggil pembantu yang berada di ruang tamu.


" Eh bibi ".


" Nona mau kemana kok bawa tas gede banget ". Pembantu itu Penasaran .


" Di Kampus ada kemah bi , jadi ya harus bawa semua perlengkapan deh . Ya udab aku pamit ya bi ". Gumam Senja.


" Baiklah Non , hati - hati ya ".


Senja keluar dengan aman , Zea mengintruksinya agar segera cepat keluar dari rumah keluarga bramasta.


Ketika sudah memasuki mobil Zavir , barulah Candu datang .


Saat ini Senja akan menemui Kakaknya di rumah Zavir akan meminta izin darinya untuk pindah ke luar negeri.


" Senja , Gue dan Zavir udah ngajukan surat pindahnya kok tinggal persetujuan kakak lo ". Gumam Zea.


" Makasih banyak ya Zee ".


Begitu sampai di rumah Zavir barulah bisa bertemu dengan Awan .


" Ahh Kakak lagi apa disini ?". Kata Senja.

__ADS_1


" Kakak sedang menunggu ustadz amir dek , kebetulan menawarkan pekerjaan ". Ucap Awan .


" Kak , sebenarnya ada yang ingin aku katakan sama kakak ?". Lirih Senja sedikit melow.


__ADS_2