
Sudah memasuki waktu Dhuhur , Candu segera membangunkan Senja untuk segera melaksanakan Sholat.
Namun betapa terkejutnya dia saat melihat ada Darah yang lumayan banyak di Sprey kamarnya atau lebih tepatnya lagi di dekat Senja.
Senja memakai Celana Hitam jadi tidak mendominasi , Hanya Sprey kamar Candu yang sangat terlihat .
Candu mulai Panik dan Khawatir.
" Dek , Dek ... Adinda ? Bangunlah.. Sudah waktunya Dhuhur ". Candu menepuk-nepuk Pipi milik Senja dengan lembut.
Namun Senja masih belum bangun juga .
" Masa iyaa aku harus mengetok pintu seperti kentongan , hm.. bagaimana cara membangunkannya ".
Candu mencoba untuk mengangkat setengah badan senja agar terbangun , Candu merasa gemas melihat wajah bantal milik Istrinya dengan Spontan mencubit Pipi Senja.
" Awww ". Pekikku karena merasakan ada yang mencubit Pipiku.
" Syukurlah kalo sudah bangun , Aku Panik melihatmu berdarah seperti ini ".
Seketika mataku yang kantuk kini melotot dan langsung mengaliihkannya ke tubuh bagian bawah.
Dengan Spontan aku menutupnya dengan Selimut miliknya yang tidak kena Noda darah Haidku.
" Aaa--aku ? Kamu punya pembalut , Aku lagi datang bulan ". Ucapku .
" Hah ? Pembalut ". Pekiknya.
Astaga mengapa aku melupakan sesuatu , Dia adalah seorang Pria mana mungkin punya Pembalut.
" Maksutku , Bawakan aku pembalut ? Cepetan sana ".
" Oke , Tunggu yaa ".
__ADS_1
Dia segera pergi meninggalkan kamar namun belum lama kembali lagi .
" Ada apa lagi ?". Tanyaku padanya.
" Mana Nomor Ponselmu ".
" Gak ada , ilang tadi malam di Cafe Viral ". Ungkapku dengan Nada Kesal.
" Baiklah , Aku akan pergi mencarikanmu Pembalut ".
Sebenarnya ada rasa geli sendiri ketika Dia mengatakan Pembalut di depanku.
Tapi apakah dia tidak malu untuk membelikan itu Untukku mengingat Penampilannya yang GoodLooking .
Candu pergi sendiri ke Minimarket dan tidak menyuruh orang lain karena menurutnya ini Privasi apalagi yang akan dibeli saat ini adalah Pembalut .
Candu tidak bertanya kepada Pelayan Minimarketnya dimana keberadaan Pembalut karena malu.
" Maaf Tuan , Apakah bisa dibantu ?". Kata Pelayan Wanita yang ada di Minimarket.
" Saya ' ".
" Iya , Katakanlah . Siapa tau kami dapat membantu ".
" Dimana letak Pembalut ". Begitu mengucap Pembalut , Pelayan Wanita tadi seperti menahan Tawanya.
" Oke , mari tuan saya antar ".
Pelayan itu mengantar Candu ke Rak yang Khusus Penempatan Pembalut Wanita berada.
" Tuan bisa memilihnya ".
" Ini Semua Pembalut yaa , Ku kira Snack ".
__ADS_1
Pelayan itu sungguh tidak bisa menahan lagi tawanya karena Kepolosan Candu.
" Tuan , Pembalut ini ada berbagai macam dan Merek . Yang ini bersayap dan yang itu tidak bersayap ". Jelasnya .
" Oh , " .
" Silahkan Tuan ".
Candu hanya mengangguk saja , Karena merasa bingung memilih yang mana sejak tadi dibuat pusing hanya karena Pembalut saja.
" Lebih baik aku ambil semua biarkan dia yang pilih sendiri saja , Aku menyerah dalam memahami seperti ini . Mana ada ukurannnya lagi ".
Banyak Pembeli di Minimarket terutama Wanita yang mencuri pandang kepada Candu apalagi saat ini terlihat sedang membawa Trolley belanjaan yang isinya Pembalut yang hampir memenuhi Volume Trolley .
Pelayan yang tadinya membantu Candu akhirnya dibuat takjub sekaligus tertawa.
" Permisi Tuan , Akan kami Proses belanjaan anda mohon trolleynya agak didekatkan ". Kata Kasir.
" Ohh iya , tidak sekalian membeli Obat atau Minuman Pereda sakit ketika Haid karena saat ini sedang Promo ". Lanjutnya.
" Boleh , masukan saja semuanya . Ini Kartunya , Aku minta segera antarkan barang-barang ini keluar ".
Candu tidak tahan lagi sejak tadi jadi bahan tertawa Para Pengunjung Minimarket apalagi emak-emak yang doyan berghibah.
" Kapan yaa bisa dapat Pacar atau Suami model Tuan tadi , Udah ganteng Tajir lagi ". Bisik Kasir satu ke Kasir lainnya.
" Ngimpi loh wkwkwk , Struknya jangan lupa nanti gara-gara ngehalu akut jadi lupa struk bisa dipecat lo nanti ". Balasnya teman Kasir .
Mereka mengantar Barang belanjaan milik Candu serta memberikan Kartu atm miliknya.
Tanpa sepengetahuan Candu , terlihat Seorang Wanita muda yang tengah memperhatikannya sambil menutup mulut.
" ii---iitu bukankah Babang Candu yaa.. Aku tidak menyangka bisa bertemu kembali dengannya ".
__ADS_1