
" Sayangku ... Menantuku ". Tante Rani lari berhamburan untuk segera memelukku.
" Maa , Jangan lama-lama meluknya . Adinda sedang tidak enak badan ". Ujarnya.
" Ahh enggak kok tante ".
" Kok tante sihh... Mama dong ".
" Iyaa Ma , Mas Candu bohong . Aku sehat kok maa ". Aku melempar senyuman padanya.
Dia membalasnya sehingga Kedua mertuaku Baper melihat tingkah kami yang padahal biasa-biasa saja.
Ya , Maklumlah mereka baper karena sebelumnya Pernikahan kami akibat Perjodohan dan kami tidak saling kenal . Bahkan sebelumnya aku sangat menentangnya.
" Maa , Kita ke kamar dulu yaa ". Pamitnya dengan meraih tanganku .
Dia membawaku kedalam Kamarnya .
* Cklek*
Setelah aku memasuki kamarnya , Gilaa kamarnya begitu mirip denganku.
Ternyata kami memiliki Kesamaan yaitu menyukai Warna Abu-abu yang berkolaborasi putih.
Tentu hal ini membuatku akan nyaman apalagi kamarnya terlihat begitu rapi padahal dia Seorang Laki-laki wkwkw .
" Tidurlah , Kamu pasti capek kan ".
" Hmm.. Kamu enggak kerja ".
Dia menggelengkan Kepalanya.
" Istriku tidak suka Pria yang gila kerja ". Sontak aku terkejut mendengar ucapannya.
__ADS_1
" Oh , jadi menyindir nih ceritanya ".
Dia kembali tersenyum , kenapa dia selalu tersenyum .
" Ohh iya , bolehkah aku bertanya sesuatu ?".
" Kenapa harus tidak boleh ?". Jawabnya.
" Mengapa jika diluaran kamu terlihat seperti orang Sombong , acuh tak acuh , bahkan menyebalkan sekali ingin rasanya saat itu aku tendang ".
" Saat itu ? Apakah sebelumnya kita pernah bertemu . Jika begitu kapan ".
" Yaa , Pertama kali sih saat Dosen Killerku menyuruh kami untuk pergi ke Perusahaan Bramasta Group dan disana kamu mengacuhkan kami mentah-mentah hingga diusir sama Si Satpam yang bernama aa Rahul apa yaa " . Kataku panjang lebar.
" Emm.. Hahahahahaa ". Dia tertawa .
" Sepertinya kata-kataku tidak ada kandungan Komedinya , kenapa tertawa ".
" Andai waktu itu bisa di ulang kembali dan kupastikan akan menemukanmu bahkan menyambutmu dengan Welcome ".
" Hahahahaha ".
Sejak tadi dia menertawakanku , membuatku kesal dan Jengkel.
" Kamu marah ya ". Gumamnya seraya melihat wajahku yang kutekuk.
" Maaf , Yasudah . Katanya lelah pengen tidur ya sudah tidur saja , Dijamin Kamar ini akan membuatmu betah dan Nyaman ". Ujarnya yang hampir menebak Pikiranku.
Karena memang kenyataannya seperti itu .
" Aku mau tidur, tapi takut ".
" Aku tidak akan mengganggumu , tidurlah ".
Ranjangnya sungguh membuatku tenang dan Nyaman hingga tak terasa terlelap begitu saja.
__ADS_1
*Toktoktok*
* Cklek*
" Mama ".
" Mana menantu kesayangan mama , ada yang ingin mama katakan ".
" Nanti aja ma , dia kelelahan sudah tidur dengan nyenyak ".
Jawaban Candu membuat Pikiran Mamanya jadi Bertraveling Ria ..wkwwkwk.
" Wow Kelelahan ..? ".
" Iya kalo gak percaya liat saja sendiri ".
" Ahh tidak , Mama percaya kok . Pasti semalam kamu melakukannya berulang-ulang yaa .. perlu mama katakan padamu , jangan memainkannya kasar kasihan Menantu mama ".
Candu masih tidak mengerti maksud dari Perkataan mamanya namun apa yang dikatakannya sama dengan Mamanya Senja tadi.
" Mama ngomong apa sih , Candu gak ngerti"
" Semalam kalian itu kan ..." Sambil menunjukkan kedua jari telunjukknya .
" Mama ? Itu Privasi tidak boleh ada yang tau".
" Semoga aku bisa cepat mendapatkan seorang cucu ." Ungkapnya sambil berjalan menjauh dari pintu kamar Candu.
Candu geleng-geleng melihat mamanya yang berlebihan berharap .
Setelah menutup pintunya kembali , dia segera menghampiri Istrinya yang saat ini sedang tertidur sangat pulas.
Candu memandangi Wajah Cantik Nan Imut milik Istrinya ,
" Aslinya lebih cantik , ternyata tidak seperti yang kubayangkan selama ini . Dia tidak tepos .. ". Candu tersenyum tipis kala puas menatap Wajah Istrinya itu.
__ADS_1