
Dalam Perjalanan Mas Candu meminta izin untuk mampir sebentar ke Cafe Viral karena mengontrol tempat itu .
" Mas , Aku tunggu diluar aja yaa ". Pintaku.
" Ya sudah , Mas gak lama kok ". Balasnya dengan mengusap-ngusap pucuk rambutku.
Setelah kepergian Mas Candu sepertinya sedang tertangkap basah oleh Seseorang yang pernah mengisi hatiku dan menyakitiku juga.
" Kak Rehan ."
" Ada hubungan apa kamu dengan Tuan Candu Bramasta ". Selidiknya.
" Oh , Dia anak dari Sahabat Mama Papaku memang masalah buat kamu ". Ketusku.
" Senja , Kita duduk disana yuk biar lebih enak ngobrolnya kan udah lama juga ".
" ENGGAK !!". Tolakku dengan Ketus.
" Ya ampun Senja , kamu masih belum melupakan kejadian masa lalu ya . Aku sudah memutuskannya demi kamu ".
" Apa'an demi aku , Jangan ngadi-ngadi ya . Lagian itu juga bukan urusanku ".
" Senja kasih satu kesempatan lagi untukku memperbaikinya . Aku tau kamu juga masih cinta kan sama aku ." Ungkapnya yang menyebalkan.
" Ckckck.. Udah deh Kak Rehan jangan berlebihan . Lagian aku sudah memaafkan kalian ".
" Aku tau itu , kamu orang yang baik makanya aku nyesel uda ngehianatin kamu dan aku akan tetap terus berusaha untuk mendapatkanmu lagi ".
__ADS_1
Sungguh mengejutkan kala Kak Rehan mengatakan jika ingin mendapatkanku lagi , Dasar tidak tau malu.
" Ehmmm ". Suara deheeman Mas Candu mengagetkan kami berdua.
" Tuan Candu , Apa kabar ?". Sapanya pada Pria yang menjadi Suamiku.
" Baik , Mengapa Tuan Rehan berada disini dengan Is------".
" Mas Candu ayo kita pulang , Mamaku selalu khawatir kalo suka pulang terlalu malam ". Potongku agar Mas Candu tidak kelepasan.
Namun aku melihat jelas pada Wajah Mas Candu yang memendam Rasa Kecewa.
Setelah berpamitan pada Kak Rehan , Kami lagi-lagi berdebat di dalam mobil .
" Kenapa gak jujur saja biar dia tidak mengejarmu lagi atau kamu mau balikan sama dia gitu ".
" Aku capek mas C A P E K .. ."
" Main apa sih mas jangan sembarangan menilai orang deh ". Kesalku.
" Aku tidak mau tau pokoknya kamu harus secepatnya siap melayaniku kalok bisa malam ini aku menginginkannya ". Ucapnya penuh Emosi karena mungkin cemburu.
" Mas Please , Aku capek banget ". Rengekku.
" Kamu tidak perlu gerak biar aku saja yang bekerja keras ". Sarkasnya.
" Mas ." Hentakku padanya karena dia sungguh menyebalkan.
__ADS_1
" Apa ? ini semua juga gara-gara kamu ".
Aku memilih diam ketimbang selalu berdebat dengannya yang tidak ada selesainya malah membuat jengkel sendiri hingga kelepasan menyentaknya , bakalan dosa nih 😣😣😣.
Begitu sampai di Rumah , Aku keluar begitu saja karena menghindari Perdebatan lagi .
" Dek, Sholat Isya' belum kan ."
" Iya , ini mau membersihkan diri dulu terus ambil wudhu sholat ".
" Sholat berjamaah ya ".
" Iya mas ".
Mau tidak mau aku harus menghilangkan rasa amarahku karena Sholat dalam keadaan marah tidak dianjurkan .
Baiknya ku rendam agar Sholatku khusuk dan sah .
Karena Mas Candu yang mengimaminya aku harus menyesuaikannya.
Selepas Sholat , Mas Candu mengajakku untuk pergi ke Rooftop namun segera ku tolak karena merasa lelah untuk hari ini apalagi besok harus menghadapi Ujian seharian .
Mas Candu terlihat sibuk berkutat dengan Laptopnya .
Suamiku ternyata seorang Workaholic padahal sudah jamnya Istirahat masih saja tetap bekerja meski didalam rumah sekalipun.
Seandainya aku menggoda dirinya apakah akan tergoda wkwkwk .
__ADS_1
Sesekali lirikannya mengarah padaku yang masih belum tidur.
" Katanya lelah , tapi masih belum tidur ".