
Sebelum dia pergi aku meraih punggung tangannya dan kucium.
" Mas , Hati-hati ya kabari kalo uda kelar ".
" Oke , Ingat jangan keluar rumah tanpa seizinku ".
" Siap Bos ".
" Dek , Boleh aku cium Pipi kamu ".
Dengan segera kuberikan Pipiku untuknya.
" Terima Kasih , Aku pergi " .
Diluar masih hujan deras bahkan disertai angin kencang .
Jujur , Aku sedang menghawatirkannya saat ini karena kata Kak Awan masalah Mas Candu sangat besar namun aku masih belum tau penyebabnya.
Adzan Shubuh , Seperti biasanya Kak Awan membangunkanku untuk menunaikan Sholat Shubuh.
Namun aku tak melihat Mas Candu , Apakah dia masih belum pulang.
" Tuh Orang kadang nyebelin , kadang bikin khawatir ihh mana gak ada kabar lagi . Keterlaluan nih ".
Seperti biasa , Aku harus melakukan Aktifitasku sebagai Mahasiswa.
Namun Pikiranku tak lagi Konsen karena kepikiran Mas Candu , sampai saat ini tidak mengabariku .
Sebelum ke Kelas , Aku melihat empat orang Wanita yang sepertinya masih sama seperti kemarin.
" Ehh...Ehh.. Sendirian nih buk , Temennya mana ". Ledeknya padaku.
" Awas bebh sepertinya dia akan menyerang nih ".
" Kalian belum kapok juga ya , Sebenarnya adaa masalah apa ? Kenal aja enggak main bully orang sembarangan ." Ucapku dengan nada Dingin.
__ADS_1
" Gue gak akan datang kalo lo ga ngegodai Bayu , Dia itu pacar gue ngerti .. Tau diri dong".
" Ternyata karena dia ? Cihh Siapa juga yang mau menggoda , dia sendiri yang datang lagian punya pacar kok gak dijaga ". Balasku.
" Senja , Aku peringatkan ya padamu . Cowok tidak akan tergoda jika Cewek duluan yang ngasih ruang ."
" Duhh kalian bikin Moodku rusak , minggir kalo gak mau di acak-acak ".
" Kalo gak mau gimana".
" Oh, Mau di acak-acak lagi kayak kemarin tapi hari ini lagi males gerak ".
Tiba-tiba Mereka memegangi tanganku dan mengunci.
" Oh nantang rupanya ".
Tanganku memang di kunci oleh ketiga Seniorku , Sepertinya yang mengaku Pacar Bayu ini akan melakukan hal buruk padaku.
*Bughh*
" Aku sudah memperingatkan kalian , bukan ".
Sepertinya Ada Kak Bayu yang sedang menghampiri kami .
" Laras ? Kenapa kamu bisa seperti ini ?".
" Dia yang melakukannya Bay , Hiks...hiks..sakit ". Dia mengadu.
" Bener banget bay , Dia tiba-tiba menyerang kami semua hingga seperti ini ".
Ku lipatkan tanganku kedepan dada dan tersenyum kepada mereka.
" Senja ? Kenapa kamu menyerang mereka ?".
" Mereka nantangin , Oh iya mulai saat ini jangan menampakkan wajahmu didepanku lagi . Sudah punya pacar masih saja banyak berharap dasar Buaya Kampus ." Kataku sambil mengumpatinya.
__ADS_1
" Laras , Kamu mengatakan apa padanya ?".
Aku malas melihat bahkan mendengar drama sepagi ini dan segera kulangkahkan kakiku untuk menjauh.
" Senja ?". Suara Zavir menyerru.
" Apa ?".
" Ya elah sepagi ini Lo uda jutex banget , Tadi sarapan apa sih ".
" Bukan Urusan Lo , Ada apa manggil-manggil Gue ?".
" Senja Lo sebenarnya Kenapa sih ? Gak seperti biasanya . Nanti dirumahku ada acara dan pastinya turut mengundang kalian ."
" Gue Pikirkan dulu ya ? dah ahh mau masuk kelas Gue ."
" Ta--tapi ".
Aku melihat bangku kosong milik Amel yang tidak biasanya bahkan si Zea juga belum ada datang .
Ponselnya yang tiba-tiba berdering membuatku terkejut.
" Mas Candu ".
Dia menelponku.
" Hallo ".
" Dek , Kamu uda berangkat ya . Maaf ga bisa pulang dan saat ini juga mau ngasih kabar kalo aku harus ke LN ".
" Sekarang , Kenapa mendadak gitu ? Ada apa ?".
" Tidak ada , Kamu doakan saja agar aku bisa menyelesaikan Masalahnya ".
" Hmm., Baiklah ".
__ADS_1
Mas Candu menutup Teleponnya , Entah mengapa hatiku begitu tidak tenang hari ini .