Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Amel emosi


__ADS_3

" Senja , Gue perhatikan Lo sejak tadi ". Serunya.


" Gue gak nyuruh kok".


" Kenapa sejak kita ke pantai lo jadi aneh hhhaaa jangan-jangan Lo itu ."


" Apa ? Lo sembarangan ya ". Ucapku sembari melempar batal padanya.


" Lo harus Di Ruqiah ". Pekik Zea yang memegangi tanganku.


" Heh , Nyebut ya Lo . yang seharusnya di Ruqiah itu ya Lo sendiri Zubaedah ."


" Tapi lo itu aneh Senjahil ".


" Yaa , serah Lo deh . Jadi nggak Ngopynya kalo enggak aku bawa lagi nih ".


" Ya jadi, Gak mau sarapan ". Ajak si Zea.


" Tunggu 10 menit lagi , biar masakannya lengkap . Oh iya si Darmi uda dikabari belum ".


" Sudah ".


*Toktoktok*


" Nah itu dia ". Kata Zea.


* Cklek*


" Kalian berdua ngapain aja sih didalam sini ". Sambar Amel.


" Yaa , Menurut Lo . Kita ngapain , jangan mikir yang enggak-enggak yaa ". Kataku.


" Emang Gue miikirin apa sih Sen , Kali aja Lo berdua sedang berunding tugas ".


" Betul sekali , Gue uda menyelesaikannya ".


" Gue tinggal 50 % lagi nih ". Sahut Zea.

__ADS_1


" Secepat itukah ?" .


" Kita kesini tujuannya mengerjakan Tugas sekalian Healing ya gak Zee ". Ucapku .


" Hm , Lo pasti belum apa-apa kan Mel ". Tebak si Zea.


" Gue , yaa Gue ke enakan tidur dan makan dihotel ini ".


" Yasudalah itu kan memang Lo banget , Untung si Zea uda waras dari Lemotnya mungkin pindah ke Elo ".


Waktu menunjukkan Pukul 06.30 saatnya untuk bersarapan.


Kami bertiga pergi ke Resto Hotel untuk sarapan pagi.


" Banyak banget ya kalo pagi-pagi gini menunya ". Gumam Amel.


" Menunya bikin ileran ..wkwkwk ". Sambung Zea.


Aku hanya geleng-geleng melihat kelakuan mereka.


" Eeh ...ehhh .. Amel lo apa'an sih ? Meja dipenuhi makanan sebanyak ini ".


Tak kalah terkejutnya lagi , Si Zea juga melakukan hal yang sama.


" Zeaa , Lo juga ngapain bawa makanan sebannyak ini ". Kesalku.


" Takut kehabisan , lihat tuh mereka semakin banyak saja ".


" Kalian memalukan , Emang Perut kalian muat makan ini semua ".


" Ya Muat aja lah Sen ".


Aku benar-benar kesal melihat Zea dan Amel yang membuat Malu di lihat orang-orang yang sedang sarapan .


Terlebih lagi , Mas Candu .


Dia sedang tersenyum kala melihatku mengomeli kedua teman yang menyebalkan.

__ADS_1


Meja Makan sudah Full , Si Amel masih mau menambah Kue penutup makannya.


Aku menepuk jidatku , benar-benar memalukam sekali .


" Mbak , Mbak ? Cantik-cantik kok rakus ". Ucap Orang yang berada di samping meja makan kami.


" Kenapa ? Itu juga bukan Urusanmu kan ". Jawab Amel.


" Tapi memalukan sekali kayak gak pernah makan makanan enak aja ". Ejekan Orang itu membuat Amel marah.


* Gubrakk*


Amel menggebrak meja mereka ,


" Dengar ya kalian , Kalian jangan sok Julid kalo berani ayo duel ".


Aku terkejut kala si Amel mengajak Ibu-Ibu yang mengomentari kami diajak Duel.


" Amel , Cukup ". Hentakku.


Mas Candu yang tengah asyik juga terkejut kala mendengar suara oktafku yang tiba-tiba naik.


" Mbak , Ajari nih temennya sopan santun pada Orang Tua ". Kata Ibu-ibu satunya lagi.


" Eh Ibuk yang merasa terhormat tapi Suka Julid gak usah mengajari kami , Urus saja kalian sendiri ". Kata Zea.


" Kalian nginap ke Hotel ini pasti sedang melakukan Transaksi yaa ".


" Hahahahah ".


" Cukup ". Suara Bariton Mas Candu menggema.


Ibu-Ibu tadi termangu melihat kedatangan seseorang Pria tampan yang berwibawa.


" Kalian sudah keterlaluan , Security ".


" Iya Tuan ".

__ADS_1


" Usir Paksa bagi orang-orang yang melakukan kegaduhan di Hotelku ".


__ADS_2