
" Senja , Gue perhatikan Lo sejak tadi ". Serunya.
" Gue gak nyuruh kok".
" Kenapa sejak kita ke pantai lo jadi aneh hhhaaa jangan-jangan Lo itu ."
" Apa ? Lo sembarangan ya ". Ucapku sembari melempar batal padanya.
" Lo harus Di Ruqiah ". Pekik Zea yang memegangi tanganku.
" Heh , Nyebut ya Lo . yang seharusnya di Ruqiah itu ya Lo sendiri Zubaedah ."
" Tapi lo itu aneh Senjahil ".
" Yaa , serah Lo deh . Jadi nggak Ngopynya kalo enggak aku bawa lagi nih ".
" Ya jadi, Gak mau sarapan ". Ajak si Zea.
" Tunggu 10 menit lagi , biar masakannya lengkap . Oh iya si Darmi uda dikabari belum ".
" Sudah ".
*Toktoktok*
" Nah itu dia ". Kata Zea.
* Cklek*
" Kalian berdua ngapain aja sih didalam sini ". Sambar Amel.
" Yaa , Menurut Lo . Kita ngapain , jangan mikir yang enggak-enggak yaa ". Kataku.
" Emang Gue miikirin apa sih Sen , Kali aja Lo berdua sedang berunding tugas ".
" Betul sekali , Gue uda menyelesaikannya ".
" Gue tinggal 50 % lagi nih ". Sahut Zea.
__ADS_1
" Secepat itukah ?" .
" Kita kesini tujuannya mengerjakan Tugas sekalian Healing ya gak Zee ". Ucapku .
" Hm , Lo pasti belum apa-apa kan Mel ". Tebak si Zea.
" Gue , yaa Gue ke enakan tidur dan makan dihotel ini ".
" Yasudalah itu kan memang Lo banget , Untung si Zea uda waras dari Lemotnya mungkin pindah ke Elo ".
Waktu menunjukkan Pukul 06.30 saatnya untuk bersarapan.
Kami bertiga pergi ke Resto Hotel untuk sarapan pagi.
" Banyak banget ya kalo pagi-pagi gini menunya ". Gumam Amel.
" Menunya bikin ileran ..wkwkwk ". Sambung Zea.
Aku hanya geleng-geleng melihat kelakuan mereka.
" Eeh ...ehhh .. Amel lo apa'an sih ? Meja dipenuhi makanan sebanyak ini ".
Tak kalah terkejutnya lagi , Si Zea juga melakukan hal yang sama.
" Zeaa , Lo juga ngapain bawa makanan sebannyak ini ". Kesalku.
" Takut kehabisan , lihat tuh mereka semakin banyak saja ".
" Kalian memalukan , Emang Perut kalian muat makan ini semua ".
" Ya Muat aja lah Sen ".
Aku benar-benar kesal melihat Zea dan Amel yang membuat Malu di lihat orang-orang yang sedang sarapan .
Terlebih lagi , Mas Candu .
Dia sedang tersenyum kala melihatku mengomeli kedua teman yang menyebalkan.
__ADS_1
Meja Makan sudah Full , Si Amel masih mau menambah Kue penutup makannya.
Aku menepuk jidatku , benar-benar memalukam sekali .
" Mbak , Mbak ? Cantik-cantik kok rakus ". Ucap Orang yang berada di samping meja makan kami.
" Kenapa ? Itu juga bukan Urusanmu kan ". Jawab Amel.
" Tapi memalukan sekali kayak gak pernah makan makanan enak aja ". Ejekan Orang itu membuat Amel marah.
* Gubrakk*
Amel menggebrak meja mereka ,
" Dengar ya kalian , Kalian jangan sok Julid kalo berani ayo duel ".
Aku terkejut kala si Amel mengajak Ibu-Ibu yang mengomentari kami diajak Duel.
" Amel , Cukup ". Hentakku.
Mas Candu yang tengah asyik juga terkejut kala mendengar suara oktafku yang tiba-tiba naik.
" Mbak , Ajari nih temennya sopan santun pada Orang Tua ". Kata Ibu-ibu satunya lagi.
" Eh Ibuk yang merasa terhormat tapi Suka Julid gak usah mengajari kami , Urus saja kalian sendiri ". Kata Zea.
" Kalian nginap ke Hotel ini pasti sedang melakukan Transaksi yaa ".
" Hahahahah ".
" Cukup ". Suara Bariton Mas Candu menggema.
Ibu-Ibu tadi termangu melihat kedatangan seseorang Pria tampan yang berwibawa.
" Kalian sudah keterlaluan , Security ".
" Iya Tuan ".
__ADS_1
" Usir Paksa bagi orang-orang yang melakukan kegaduhan di Hotelku ".