Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Masalah Zea


__ADS_3

*Drettdretdret*


Hpku berdering , setelah kulihat layar diponselku bertuliskan Zea Calling .


" Hallo , ada apa Zee ?".


" Lo dimana , bantuin gue sekarang emergency ". Suara Zea seperti sedang tertekan.


" Lo dimana sekarang ?". Tanyaku yang mulai khawatir.


Bahkan Mas Candupun terlihat sama sepertiku.


Setelah obrolan kami selesai , Mas Candu menatapku dan bertanya.


" Ada apa ?".


" Mas aku boleh izin gak , Sahabatku sedang meminta bantuan ".


" Katakan dulu masalahnya baru aku izinkan ".


" Dia .. dia sedang mendapat Musibah mas , Papanya terjerat kasus ". Aduku padanya.


" Lalu , Kamu mau kemana ? Ke Rumah Sahabatmu ".


Aku mengiyakan pertanyaan itu namun sepertinya Mas Candu masih belum memberikan izin.


" Akan kutemani ".


" Apa !! ". Pekikku yang terkejut .


" Kenapa ? Ada yang salah jika aku menemanimu karena aku juga khawatir padamu ". Ungkapnya.


" Ya , Tapi aku belum memberitahukan tentang status kita mas ".


" Nyari alasan lain kan bisa , Ayo ".


" Duhh , Enggak bisa pokoknya Mas Candu gak boleh ikut campur ".


" Kalo begitu kamu tidak diberi izin keluar dari rumah ini , mengerti ".


" Mas Candu ini egois banget ."

__ADS_1


" Iya benar , Egois karena tidak ingin terjadi apa-apa denganmu ".


" Berlebihan , Aku bisa jaga diri tidak perlu dijaga kek anak kecil ".


Mas Candu Membuang Nafasnya Kasar dan mendekatiku.


" Aku akan tetap mengantarmu hanya menjadi Sopir saja tidak ikut campur , Bagaimana ?".


Kutimbang-timbang penawaran dari dia sepertinya tidak masalah .


" Janji tidak ikut campur dan tetap didalam mobil ."


" Ehmm.. Sayang kenapa kamu jadi menggemaskan gini sih jadi pengen cium ."


Kami berdua segera pergi ke Rumah Zea , setelah sampai di depan Rumahnya sekali lagi ku ingatkan Mas Candu untuk tetap berada didalam Mobil .


Rumah Zea berada di Perumahan halamannya kecil jadi cukup aman untuk Menyembunyikan Mas Candu diluar Pagar.


Kulihat Rumah Zea sudah dikelilingi oleh Beberapa Pria berotot bahkan menyeramkan.


Mereka menatapku seakan melihat sebuah Umpan saja .


" Zeaa ? ".


" Siapa lagi ini ? Hei , Gadis ini lebih menawan dan sempurna dari Anak Gadismu ". Sahut Seseorang Pria yang bertubuh Besar dan Menakutkan plus menyebalkan.


" Jangan macam-macam anda kepada saya ". Ancamku padanya.


" Zeaa , ada apa sebenarnya ?".


" Papaku terjerat Hutang dan hari ini mereka akan membawaku pergi tapi mamaku tiba-tiba Pingsan ..hiks...hikss...." . Ungkap Zea sambil menangis.


" Memang berapa hutangnya sampai bisa ditukar denganmu hahh katakan padaku ".


" 250 Juta !!". Jawab Pria bertubuh besar yang menyebalkan itu.


Salah satu dari mereka sedang berbisik pada Pria yang menjadi Pimpinan dari beberapa Penagih hutang ini.


" Hei Pranoto , Kali ini kau selamat dan Hutangmu sudah Lunas . Ayo semua Pergi dari sini ".


Papa Zea tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Rentenir tadi , Bagaimana bisa Lunas begitu saja ?.

__ADS_1


" Sen, Apa itu Lo ?". Zea berpikir itu perbuatan aku yang melunasi Hutang Papanya.


" Walaupun Gue itu Kaya tapi gak mungkin punya uang sebanyak itu Zee , Yang benar saja Lo nyangka itu Gue ."


" Yaa , Lalu siapa ?".


" Entahlah , mungkin ada Malaikat yang melunasinya. Lagian Papa Lo kok bisa punya hutang sebanyak itu ". Kesalku.


" Papaku kenak tipu ! dan itu semua gara-gara Kakak Gue sialan malah kabur dari Rumah dan Kakak Perempuan Gue juga gak mau pulang ". Emosi Zea.


" Sudahlah yang terpenting Mama kamu sekarang yaa , Ayo kita lihat ".


*Drdrdrtttt*


" Gue angkat telpon dulu ya Zee ?".


Aku segera pergi menjauh dari Zea agar tidak menimbulkan kecurigaan.


" Hallo ".


" Masih lama ?".


" Iya , Mas bisa pulang aja dulu ".


" Enggak , sepertinya ada seorang Pria yang mulai masuk ".


Ternyata yang dimaksut oleh Mas Candu adalah si Zavir.


" Sen , Bagaimana kondisi saat ini ?". Kata Zavir.


" Uda aman kok Zaa ".


" Lo sama Sopir ya kesini . Lo bilang sama Sopir Lo gausah pakek nungguin segala kasian kan karena dia juga Manusia ".


" Gausah sok bijak Lo , cepat periksa Mamanya Zea ".


" Iyaa iyaa ... sayang ".


Mampus , Mana Ponsel belum dimatikan lagi .


Aku segera keluar untuk menemui Mas Candu dan menjelaskan sebelum dia keluar dari Mobil .

__ADS_1


Ternyata benar sekali dugaanku , Mas Candu keluar dari Mobil.


__ADS_2