Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Canggung


__ADS_3

Zea dan Amel menatap Mas Candu tak Percaya jika Pria itu sedang membelanya habis-habisan.


Aku menjadi Salah Tingkah karena kebingungan .


" Kalian juga jangan membuat Ulah dan jangan sok jagoan disini , Paham ". Kata Mas Candu .


Aku memilih untuk menundukkan Pandanganku .


Tak Berapa lama Dia pergi dari hadapan kami .


" Huhh .... Amel ? Lo bikin Gue kecewa sama Lo , Gue tau lo itu jago silat tapi gak disini juga ". Omelku .


" Mereka menyebalkan Sen , Gatal sekali tanganku ini jika hanya diam saja ". Elaknya.


" Gue uda selesai makan , Gue mau balik aja ".


" Loh Senja mau pergi ."


" Uda gapapa , Lo jangan kemana-mana habisin dulu makanannya . Sayang banget kan makanan sebanyak ini kalo ditinggalin begitu saja ". Ujar Zea.


" Siapa juga yang mau pergi , enak aja ".


Amel kembali lagi menikmati Makanan yang Full di Meja dengan Macam-macam menu.


Aku sudah membereskan semua Baju-bajuku dan Peralatan lainnya untuk kumasukan ke dalam Koper mini.


Langkahku terhenti begitu melihat Sosok Pria dihadapanku.


" Mau pulang sekarang ". Ucapnya seraya tangannya menempel ke tembok untuk mengunci tubuhku.


" Ya Allah Mas , Jantungan nih ". Jawabku kaget.


" Aku antar ya , hm maksutnya kita barengan aja sekalian ".


" Tapi aku bawa Mobil sendiri ".


" Tidak masalah . Aku akan jadi Sopir untukmu ".


" Terserah , Mas duluan aja ".

__ADS_1


" Bareng aja yuk , Aman kok ? Kita lewat Jalur Khusus oke ".


Mas Candu membawaku melewati Jalur Khusus yang hanya dilewati olehnya saja.


Selama didalam Lift kami tidak saling bicara karena masih agak canggung.


Dalam waktu 5 menit kami telah sampai di Parkiran .


" Mana Kunci mobilnya ". Pintanya .


Mas Candu membuka Pintu Mobilnya barulah menyuruhku untuk segera masuk .


" Biar aku saja yang menaruhnya di Bagasi ".


Sungguh , Perlakuannya saat ini mampu menghipnotisku.


Selesai meletakkan Koper di bagasi Mas Candu segera masuk ke dalam Mobil namun sungguh aneh , Dia menatapku dengan senyuman seringai lalu mendekat dan....


" Jangan Lupa pakai sabuk Pengamannya ". Ungkapnya sambil tersenyum tipis namun sepertinya mengejek.


Memalukan, Aku mengira dia akan menciumku makanya kupejamkan mataku.


Sementara kami memilih menghening tanpa bicara namun keheningan itu pecah seketika Ponselnya berdering.


" Ya , Ada apa ?". Menjawab Telpon.


Setelah selesai bertelepon , Mas Candu mengalihkan Tatapannya ke arahku yang sengaja melihat ke arah kaca mobil.


" Kita ke kantorku dulu ya ?".


" Ada apa mas ? Apakah ada sesuatu yang sedang terjadi ?." Tanyaku .


" Tidak ada . Tapi aku harus mampir , Gapapa kan ikut sebentar saja".


" Baiklah ".


" Sejak tadi lihat ke Kiri terus , Ada apa ? Punya masalah ".


" Oh , Tidak ada kok mas ".

__ADS_1


" Kenapa kita mendadak Canggung gini ya , Perasaan tadi malam enggak begini ". Ulasnya .


Aku tidak berani menjawabnya karena sudah pasti ini adalah Pertanyaan yang menjebakku, Karena semalam aku yang berinisiatif Mencium Pipinya.


" Dek " . Tanganku tiba-tiba dipegang olehnya.


" Ada apa mas ? Mas Fokus nyetir aja deh takut galfok entar nabrak ."


" Sampai di rumah kita harus bicara , Oke ".


Aku hanya membalasnya dengan anggukan.


Dia ingin berbicara di Rumah ? ini maksutnya rumahku apa rumahnya yaa ... masih belum memahami statusku ini.


Kami sampai di Bramasta Group.


" Ayo ?"


" Mas , Aku tunggu kamu dimobil aja ya ".


" Yakin dimobil ".


" Iya , Yakin ".


" Tapi aku tidak tega , Lebih baik aku membawamu saja bersamaku ".


" Kamu pergilah , Tidak masalah ." Aku tetap tidak ingin ikut Mas Candu masuk ke Kantornya.


Mas Candu mendengus kala tak berhasil membawaku bersamanya.


Belum sampai 5 menit dia sudah kembali .


" Sudah ".


" Bukankah aku sudah mengatakannya hanya sebentar saja ".


Sepertinya Mas Candu terlihat kesal entah itu karena aku yang menolak untuk ikut atau ada hal yang lainnya.


Kali ini Mas Candu membawaku ke Rumahnya.

__ADS_1


" Kita harus bicara ". Ungkapnya


__ADS_2